Tes Urine Gratis ASN se Indonesia, BAKPBN Bateng Belum Vertikalisasi


Tes Urine Gratis ASN se Indonesia, BAKPBN Bateng Belum Vertikalisasi

KOBA - Sehubungan dengan dilakukannya penandatanganan MoU antara BNN dan KemenPan RB bahwa pada 2018 ini akan diberikan kesempatan melaksanakan tes urine gratis bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN) se Indonesia dengan kuota sebanyak 25.000 orang.

Sayangnya, untuk mendapatkan kuota tersebut dari BNN, Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) tidak bisa melakukan usulan. Sebab, bagi daerah yang mendapatkan jatah kesempatan tersebut harus memilki badan narkotika di daerah yang sudah melakukan vertikalisasi atau berdiri sendiri seperti disampaikan bisa pada ASN pusat dan ASN di Pemerintah Provinsi.

Ketua DPRD Bateng, Algafry Rahman tentu sangat menyayangkan hal itu tidak bisa didapatkan, padahal jika daerah ini sudah memiliki badan narkotika yang sudah vertikalisasi dapat turut bersama mengirimkan data ASN agar diikutkan dalam kesempatan tes urine itu.

Seperti diketahui, badan narkotika Bateng saat ini berdiri dengan unsur bagian, yakni dibawah Sekda ruang lingkup Pemda Bateng yang bernama Bagian Administrasi Kemasyarakatan dan Penanggulangan Bahaya Narkotika (BAKPBN).

"Makanya kita tidak dapat jatah itu, karena yang mendapatkan itu daerah yang sudah memiliki badan yang sudah vertikalisasi. Namun, setelah kita mencari informasi, kita bisa melakukan tes urine bagi ASN dengan mengacu pada surat edaran MenPan RB Nomor 50 Tahun 2017," ujarnya.

Dengan mengacu pada SE MenPan tersebut, Kabupaten/Kota yang belum memilki badan narkotika yang belum vertikalisasi dapat secara bersama melaksanakan tes urine guna mendukung pelaksanaan pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN), terutama ditubuh abdi negara.

Maka dari itu, Algafry Rahman mengharapkan dapat menganggarkan sendiri dana yang bakal digunakan untuk melaksanakan kegiatan itu dalam waktu dekat, namun menyesuaikan dengan kondisi anggaran daerah juga apakah bisa atau tidak bilamana mau merealisasikannya. 

Politikus Golkar itu juga menyarankan hendaknya BAPKBN Bateng dapat berdiri sendiri secepatnya sebagai Badan Narkotika Kabupaten (BNK). Dirinya juga turut mempertanyakan, mengapa status vertikalisasi itu hingga sekarang belum juga tercapai.

"Kita minta ditelusuri lagi, dimana yang salah, kita harus memilki BNK yang sudah vertikalisasi.Sebenarnya untuk tahun ini bisa kita laksanakan tes urine bagi ASN, saya kebetulan sudah konsultasi dengan kawan di BNN, merujuk pada surat edaran itu. Kita minta itu dianggarkan, kalaupun untuk melaksanakan, kisaran harga Rp100ribu hingga Rp130ribu per orang," kata dia.

Sementara untuk diketahui, jumlah ASN di Bateng sendiri saat ini sebanyak 2.733 orang yang terdiri dari tenaga guru, kesehatan, dan umum (teknis).Nah, apabila Bateng ingin melaksanakan tes urine bagi ASN pada tahun ini setidaknya pemerintah daerah harus mempersiapkan anggaran sekitar Rp273.300.000,- apabila dikalikan harga alat tes urine itu digenapkan Rp100ribu per orang.

Kepada harian ini, Sekda Bateng Sugianto melalui Kepala BAPKBN Setda Bateng, Zaidan mengatakan belum mengetahui secara rinci adanya informasi BNN yang akan melaksanakan tes urine dengan kuota 25.000 orang pada tahun 2018 ini.Akan tetapi, kegiatan semacam itu pernah dilakukan pihaknya pada pegawai honorer dan Satpol PP Kabupaten pada tahun 2017 kemarin menggunakan anggaran APBD Bateng.

Mengenai belum vertikalisasinya BNK Bateng, Zaidan menjelaskan pihaknya pernah mengajukan usulan pembentukan BNK itu ke BNN, namun nilai great untuk melengkapi data tersebut masih terbilang rendah pada angka 51 an.Sedangkan, syarat mutlak lolos usulan itu harus meraih hasil keseluruhan diangka 70 ke atas.

Dalam mengajukan pembentukan BNK yang sudah vertikalisasi, ada beberapa dokumentasi persyaratan yang harus dilengkapi seperti jumlah kasus penyalahguna narkoba harus dipenuhi, jumlah pecandu narkoba yang telah di rehabilitasi dan beberapa point lainnya.

"Kita sekarang berusaha melengkapi secara detail data-data itu.Kita akan jemput bola terjun ke masyarakat, mendata ke pihak puskesmas dan rumah sakit tentang adanya masyarakat positif narkoba, karena terkadang pihak tenaga medis tidak melaporkan data itu ke kita.Kita turut kerjasama dengan aparat kepolisian meminta data itu, baik di tingkat polres maupun polsek se bateng," kata Zaidan.

Zaidan optimis, dengan telah berupaya maksimal mengumpulkan data yang diperlukan dalam syarat pada saat pengusulan langsung ke BNN dengan persetujuan KemenPAN RB ditargetkan pada tahun 2019 Bateng telah memilki BNK sendiri yang sudah vertikalisasi. (dev)





Berikan Komentar

Koba Lainnya
Wow, Investasi di Bateng Capai Rp 1,3 Triliun
Wow, Investasi di Bateng Capai Rp 1,3 Triliun
Kamis, 25 Februari 2021 20:46 WIB
KOBA - Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) melalui Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu, Dan Tenaga Kerja
Komisi I dan III DPRD Babar Kunker ke Bateng
Komisi I dan III DPRD Babar Kunker ke Bateng
Rabu, 24 Februari 2021 21:51 WIB
KOBA – Komisi I dan III DPRD Kabupaten Bangka Barat (Babar) melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah
Dinas Pendidikan Bateng Butuh 378 PPPK
Dinas Pendidikan Bateng Butuh 378 PPPK
Kamis, 18 Februari 2021 13:12 WIB
KOBA - Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) melalui Dinas Pendidikan Bateng akan melakukan pengangkatan Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK)
Lama Buron, Akhirnya Pencuri HP di Belilik Ditangkap
Lama Buron, Akhirnya Pencuri HP di Belilik Ditangkap
Rabu, 10 Februari 2021 16:01 WIB
KOBA - Setelah 6 bulan buron, Tim Unit Reskrim Polsek Namang dibantu Tim Tupai Polres Bangka Tengah (Bateng) berhasil meringkus