Keseriusan Polisi Tertibkan TI Rajuk Dipertanyakan


Keseriusan Polisi Tertibkan TI Rajuk Dipertanyakan

KOBA - Sebagian warga di Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mempertanyakan keseriusan pihak kepolisian dalam menertibkan tambang inkovensional (TI) di kawasan Marbuk, Kenari dan Punguk.

"Kegiatan penambangan ilegal di kawasan tersebut sudah berulang-ulang, ditertibkan tapi kemudian tidak lama marak lagi kami mempertanyakan keseriusan polisi dalam menindak pelaku tambang," kata Don, seorang warga setempat, Selasa (30/1).

Ia mengatakan, aktivitas penambangan bijih timah ilegal di tiga kawasan tersebut jelas-jelas mendapat penolakan keras mayoritas masyarakat terutama warga di Kelurahan Berok karena lokasi tambang tidak jauh dari pemukiman penduduk.

"Memang sudah beberapa kali ditertibkan, tetapi kembali marak dan sama sekali tidak diindahkan imbauan aparat kepolisian dan ini ada apa sebenarnya," katanya.

Sementara Yan, warga yang lainnya mengaku pelaku tambang ilegal di kawasan Marbuk, Kenari dan Punguk kebanyakan masyarakat dari luar daerah yang merusak dan mengeruk hasil bumi tanpa memikirkan dampaknya.

"Sebelumnya warga sempat berencana akan mendatangi ramai-ramai lokasi tambang namun dengan berbagai pertimbangan dan khawatir terjadi konflik maka diserahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum," katanya.

Namun situasinya tidak berubah. Dia berharap kawasan tersebut bersih dari tambang bijih timah ilegal malah semakin marak saja yang seolah imbauan aparat keamanan tidak diindahkan.

"Saya berharap tidak ada oknum yang bermain dalam kegiatan penambangan ilegal di kawasan terlarang ini agar semuanya bersih, sehingga kami tidak lagi melihat hari ini ditertibkan lalu seminggu kemudian ditambang lagi dan marak lagi," ujarnya.

Sementara sebelumnya Wakapolres Bangka Tengah, Kompol Efendi Sugianto menegaskan tidak ada anggotanya yang ikut pasang badan atau masuk dalam lingkaran permainan tambang bijih timah ilegal.

Sugianto bahkan siap menindak tegas anggotanya apabila kedapatan dan terbukti terlibat tambang ilegal namun dirinya mengharapkan tidak ada fitnah yang membawa-bawa institusi kepolisian.

Ketua DPRD Bangka Tengah, Algafry Rahman baru-baru ini sempat mengatakan aktivitas penambangan di Marbuk, Punguk dan Kenari harus diselesaikan secara arif dan bijak dengan cara duduk bersama para pemangku kepentingan.

Dia mengatakan jika kondisi demikian terus dibiarkan maka dikhawatirkan terjadi konflik sosial di masyarakat. Menurut dia, persoalan itu ibarat benang kusut yang harus diselesaikan dengan lebih hati-hati, arif dan bijaksana sehingga tidak ada yang dirugikan. (ant/dev)





Berikan Komentar

Koba Lainnya
Disperindagkop UKM Bateng Raih Penghargaan Pasar Tertib Ukur
Disperindagkop UKM Bateng Raih Penghargaan Pasar Tertib Ukur
Jum'at, 20 Desember 2019 19:15 WIB
KOBA - Di penghujung tahun 2019 ini, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) kembali meraih penghargaan melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi,
Dinas Perikanan Bateng Sampaikan Program Unggulan ke Kementerian Kelautan Perikanan
Dinas Perikanan Bateng Sampaikan Program Unggulan ke Kementerian Kelautan Perikanan
Rabu, 18 Desember 2019 15:05 WIB
KOBA - Guna menyampaikan beberapa program unggulan Kabupaten Bangka Tengah (Bateng), maka Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bateng, Taufik bersama beberapa
Kontraktor Siap Bertanggungjawab Perbaiki Pasar Rakyat Koba
Kontraktor Siap Bertanggungjawab Perbaiki Pasar Rakyat Koba
Rabu, 18 Desember 2019 17:30 WIB
KOBA - Pihak Kontraktor Pembangunan Pasar Rakyat Koba tahun 2017, melalui pengawas lapangan yakni Iwang mengaku pihaknya siap bertanggungjawab memperbaiki
Hj Iriani Ibnu Hadiri Lomba Masak di Desa Tanjungpura
Hj Iriani Ibnu Hadiri Lomba Masak di Desa Tanjungpura
Rabu, 18 Desember 2019 17:00 WIB
SUNGAISELAN - Ketua TP PKK Kabupaten Bangka Tengah (Bateng), Hj Iriani Melita Ibnu Saleh, menghadiri acara lomba memasak nasi goreng