Pengerukan Kolong PL Terkesan Terbengkalai


Pengerukan Kolong PL Terkesan Terbengkalai

    PANGKALANBARU - Pengerjaan normalisasi pengerukan kolong PL di Desa Beluluk Kecamatan Pangkalanbaru, Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) terkesan terbengkalai. Dengan nilai kontrak Rp1,5 miliar, normalisasi yang seharusnya mulai dikerjakan pada Juli 2016 faktanya hingga kini belum dikerjakan lantaran ditenggarai proses pembebasan lahan warga diseputaran kolong tersebut yang belum ada titik temu.

    Berdasarkan informasi, pengerjaan normalisasi kolong PL bersumber dari APBD Bateng tahun 2016 oleh CV Adi Mitra. Dari keterangan masyarakat sekitar, benar bahwa hingga kini belum ada realisasi pekerjaan pengerukan di kolong tersebut. Bahkan masyarakat terkesan tidak tahu jika kolong air PL di Desa Beluluk tersebut akan dilakukan pengerukan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bateng.

    Menyikapi permasalahan tersebut, Kepala Dinas PU Bateng Hasan Basri melalui Kasi Pengelolaan Sungai Pantai dan Danau, Mohammad Yudhi Sabara menjelaskan, bahwa pada Maret 2016 lalu pihaknya pernah melakukan sosialisasi dan pemberitahuan sebelumnya terkait adanya pengerjaan kolong PL tersebut. "Kami pun sudah pernah melakukan mobilisiasi peralatan ponton, peninjauan ke lapangan dengan pihak ketiga termasuk camat dan kades," ujar Yudhi kepada Radar Bangka, Rabu (7/9) kemarin.

    Ia menerangkan, secara umum pengerjaan proyek kolong PL tersebut sudah tidak ada masalah lagi, karena hari ini (kemarin) juga sudah mulai masuk material batu, kemudian ponton pada Kamis (8/9) besok. Kendati limit waktu pengerjaan hanya sampai dengan Desember 2016, namun CV. Adi Mitra sebagai pemenang tender pun telah menyanggupi dapat menyelesaikan proyek pengerukan kolong seluas 1,37 hektare tepat waktu yakni pemasangan talud dan pendalaman kolong kemudian hasil tanah galiannya ditumpuk di sekitar kolong. "Tentunya fungsi pengerukan kolong PL ini nantinya sebagai sumber air bersih untuk seputaran desa Beluluk dan Kampung Dul," tukasnya.

    Lebih jauh, ia mengatakan, bahwa sebetulnya kendati belum ada titik temu pembebasan lahan tiga warga di dekat kolong tersebut namun proyek tetap bisa berjalan. Hanya saja, untuk menghemat tenaga dan biaya semulanya ditargetkan pada pertengahan Agustus 2016 masalah ganti rugi lahan itu sudah kelar keseluruhannya. "Saat ini masih menunggu titik final dari negosiasi harga pembebasan lahan milik ketiga warga. Namun, untuk realisasi pengerjaan proyek akan segera dilaksanakan dalam satu atau dua hari kedepan," kata Yudhi.

    Sebelumnya Kades Beluluk Atjek Fatoni membenarkan, jika di sekitaran kolong air PL tersebut ada 3 orang pemilik tanah yang meminta ganti rugi pembebasan lahan yakni Andi, Yadi kuasa Dr Puji dan Darsono memberi kuasa kepada Ayung. Kemudian, beberapa waktu lalu dilakukan pertemuan atau mediasi di kantor Camat Pangkalanbaru namun hingga kini dirinya selaku Kades Beluluk tidak mengetahui apakah sudah ada titik terang atau belumnya. "Jadi kendala pekerjaan itu belum dilaksanakan dikarenakan masih ada persoalan pembebasan lahan disekitar kolong air PL itu," ujar Toni.

    Ditegaskan Toni-sapaannya, pasca pertemuan mediasi pertama di kantor Kecamatan Pangkalanbaru termasuk diajak meninjau kolong air PL tersebut, selanjutnya dirinya selaku Kades tidak pernah lagi dilibatkan lagi. "Jadi saat ini, untuk persoalan proyek kolong PL itu saya tidak tahu sudah sejauh mana," ujarnya.

    Sementara mengenai apakah ada sosialisasi dari Dinas PU Bateng terhadap masyarakat setempat kalau kolong air PL itu akan dilakukan normalisasi, Toni menjawab sosialisasi kepada masyarakat langsung tidak ada, namun dirinya sebelumnya pernah disampaikan secara lisan oleh Kadis PU Bateng Hasan Basri agar jikalau ada masyarakat yang membuat surat tanah di seputaran kolong agar jangan direkomendasikan lagi karena ada pengerjaan proyek pengerukan kolong PL tersebut. "Kala itu pak Hasan Basri sempat berpesan, agar saya tidak lagi merekomendasi surat tanah dikarenakan di sepuatarn kolong air PL akan dilakukan pengerukan," jelas Toni.(and)




Banner

Berikan Komentar

Koba Lainnya
KNPI: Resentralisasi UU Minerba Membelakangi Spirit Otonomi Daerah Dan Demokrasi
KNPI: Resentralisasi UU Minerba Membelakangi Spirit Otonomi Daerah Dan Demokrasi
Minggu, 05 Juli 2020 23:19 WIB
RADARBANGKA.CO.ID - Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sepriyandi menyatakan, sektor pertambangan yang
Hendak Mudik ke Kampung Halaman, Satu Warga Bateng Positif Covid-19
Hendak Mudik ke Kampung Halaman, Satu Warga Bateng Positif Covid-19
Minggu, 05 Juli 2020 22:17 WIB
KOBA - Seorang warga Bangka Tengah batal mudik saat niat ingin pulang ke kampung halaman Sulawesi Selatan (Sulsel) ketika di
Mahmud Korban Tenggelam di Sungai Pangkal Raya Ditemukan Meninggal Dunia
Mahmud Korban Tenggelam di Sungai Pangkal Raya Ditemukan Meninggal Dunia
Minggu, 05 Juli 2020 22:12 WIB
SUNGAISELAN - Setelah dilakukan pencarian kurang kurang lebih 22 jam lamanya sejak dinyatakan hilang tenggelam, korban Mahmud (16) warga Pangkal
Terus Bertambah, Tiga Warga Bangka Tengah Dinyatakan Positif Covid-19
Terus Bertambah, Tiga Warga Bangka Tengah Dinyatakan Positif Covid-19
Minggu, 05 Juli 2020 11:38 WIB
KOBA - Bertambahnya kembali pasien positif Covid-19 di Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) menjadi deretan penambahan kasus terkonfirmasi positif dan terus