Perbatasan Belilik-Penyak Dihantam TI Rajuk


Perbatasan Belilik-Penyak Dihantam TI Rajuk

Nama Kapolres Bateng Dicatut

    
    NAMANG-Masyarakat desa Belilik Kecamatan Namang Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) menolak keras beroperasinya TI rajuk di kawasan Beberek yang diduga dilakukan warga Penyak. Menyikapi keluhan warganya tersebut,Kades beserta perangkat desa Belilik langsung meninjau lokasi dan menyurati pemdes Penyak untuk menyampaikan teguran kepada warganya guna menghentikan penambangan.

    Kades Belilik, H Muldari mengaku, diperkirakan TI rajuk tersebut beroperasi mencapai kedalaman 30-40 meter dan berlangsung sejak lama."Baru-baru ini saya bersama perangkat desa Belilik lainnya langsung meninjau lokasi Beberek melalui jalur air yang tempuh dengan speedboat selama 2 jam lebih. Setibanya di lokasi, ternyata memang benar ada aktivitas TI rajuk sebagaimana yang dilaporkan warga sebelumnya,"ujar H Muldari kepada RB, Selasa (6/9) kemarin.

    Lanjutnya, saat meninjau lokasi tersebut pihaknya mendapati setidaknya ada 37 unit TI rajuk dan separuh diantaranya tengah beroperasi. Saat ditanyakan kepada para perkerja TI, bahwa ponton-ponton TI tersebut adalah milik warga desa Penyak."Setelah mendokumentasikan aktivitas TI, kemudian kami dari perangkat desa Belilik pun langsung pulang,"imbuhnya.

    Kemudian, sesuai dengan kesepakatan warga dan pemdes Belilik, pihaknya melayangkan surat kepada Kades Penyak terkait aktivitas warganya yang menambang di Beberak hingga Sekunyit agar menghentian aktivitas tersebut. Selain itu, mereka juga melaporkan kepada Babinsa, Babinkamtibmas Belilik, pihak Kecamatan Namang. "Hingga akhirnya pada Minggu (4/9) siang kemarin, dilakukanlah mediasi antara Pemdes Belilik Kecamatan Namang dengan pihak Pemdes Penyak Kecamatan Koba difasilitasi oleh Camat Namang, Camat Koba, Kapolsek Namang dan Kapolsek Koba serta aparatur desa Belilik dan Penyak,"ungkapnya.

    Diungkapkan Kades, selain penambangan TI, saat pihak aparat desa Belilik menyisir wilayah desa melalui jalur air, ternyata pihaknya juga mendapati aktifitas penebangan liar hutan kayu gelam di perbatasan wilayah Pal Empat Kurau oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.  "Tentunya, saya selaku Kades Belilik hendak menyelamatkan aset desa yang ada. Sebagai Kades, saya tidak berhak melarang siapa saja baik itu warga desa Belilik ataupun warga luar desa untuk memenuhi hajat hidupnya namun tentunya jangan sampai merusak lingkungan dengan aktifitas ilegal,"tandas Muldari.

    Sementara Ketua BPD Belilik, Andri,menegaskan penambangan di lahan desa tersebut bahkan disinyalir ada penerimaan berupa fee. Bahkan kata dia, parahnya lagi ada oknum yang tidak bertanggungjawab mengaku-ngaku Kapolres Bateng yang menghubungi kades mereka terkait penyelesaian kisruh penambangan ilegal tersebut dengan nomor 081381947788.

    Namun, saat dihubungi Kades Belilik pada Senin (5/9) karena gelagat mencurigakan yang mengandung unsur penipuan mengatasnamakan pejabat Kepolisian. Muldari, Kades Belilik pun memastikan nomor tersebut tidak benar setelah mendapat [emberitahuan dari pihak Polsek Namang dan Koba. "Karena saya merasa curiga dengan oknum yang mengaku-ngaku Pak Kapolres Bateng jadi saya konfirmasi kebenarannya kepada Pak Kapolsek dan ternyata itu adalah oknum yang mencatut nama Kapolres yang entah tujuannya apa Pak,"ungkap H Muldari.

    Sementara menindaklanjuti kasus pencatutan nama tersebut, Kapolres Bateng AKBP Frenky Yusandhy SIK MA mengungkapkan,dirinya telah menerima laporan dari jajarannya terkait ada oknum yang tidak bertanggung jawab menghubungi Kades Belilik itu."Kemudian pihak Polres Bateng saat ini tengah on proses terhadap kasus pencatutan nama tersebut, kita pun menghimbaukan agar masyarakat tidak mempercayai bilamana ada oknum yang menghubungi via handphone dengan mengatasnamakan pejabat daerah ataupun kepolisian," tegas Kapolres Bateng, Selasa (6/9) kemarin.

    Sedangkan terkait batas wilayah yang terjadi antara desa Belilik Kecamatan Namang dengan desa Penyak, pihaknya menyerahkan kepada Pemkab Bateng agar dilakukan mediasi. Untuk menjaga kamtibmas pihaknya melalui jajaran yakni Polsek Koba dan Polsek Namang melakukan pengawalan terhadap proses mediasi yang dilakukan Minggu (4/9) siang. "Kita berharap, agar situasi kamtibmas tetap terjaga aman dan kondusif ?tanpa menimbulkan gesekan sosial. Kita pun optimis, jika permasalahan batas wilayah desa tersebut bisa diatasi dengan bijak oleh keduabelah pihak," tandas AKBP. Frenky Yusandhy.

    Sementara Camat Namang, Risaldi Adhari membenarkan adanya upaya mediasi yang dilakukan pihak dua Kecamatan yakni Namang dan Kona berikut Polsek Namang juga Koba terhadap permasalahan aktifitas TI di Beberek tersebut. "Mediasi dilakukan di tempat ngopi Tung Tau Pangkalanbaru pada Minggu (4/9) siang kemarin, pada kesempatan tersebut kita menghimbau agar areal yang ada aktifitas TI di Beberek tersebut dicek kembali oleh kedua belah pihak dengan berdasarkan titik koordinas GPS maupun peta desa oleh pihak Pemdes Belilik dan Penyak,"ungkap Risaldi kepada RB, Selasa (6/9) kemarin.

Setelah nantinya dicek bersama-sama ke lokasi terkait batas desa Penyak dan Belilik tersebut juga disarankan melibatkan pihak Bappeda untuk lebih memastikan, kemudian ditindaklanjuti dengan pemasangan plang batas-batas desa agar lebih jelas dan tidak saling klaim. Diharapkan agar peninjauan dilakukan secepatnya, kemudian dipasangkan plang batas-batas desa Belilik maupun Penyak.

"Selain itu, kita menghimbaukan agar Kades Belilik mencabut terlebih dahulu surat yang dilayangkan ke Kades Penyak sebelumnya, karena pihak Penyak belum mengetahui pasti batas wilayah desa. Nantinya, kalau sudah ada kejelasan yang konkrit. Hendaknya, batas-batas wilayah dipasangi plang batas desa," pungkas Risaldi.(and)




Banner

Berikan Komentar

Koba Lainnya
Ibnu Saleh dan Wagub Abdul Fatah Hadiri Peletakan Batu Pertama Asrama Ponpes Nurul Falah Air Mesu
Ibnu Saleh dan Wagub Abdul Fatah Hadiri Peletakan Batu Pertama Asrama Ponpes Nurul Falah Air Mesu
Jum'at, 10 Juli 2020 20:19 WIB
PANGKALANBARU – Bersama Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Drs. H. Abdul Fatah, M.Si, Bupati Bangka Tengah, Dr. Ir. H. Ibnu
Bupati Ibnu Saleh Serahkan Sertifikat Tanah Program PTSL Kepada Masyarakat
Bupati Ibnu Saleh Serahkan Sertifikat Tanah Program PTSL Kepada Masyarakat
Jum'at, 10 Juli 2020 20:17 WIB
PANGKALANBARU - Masyarakat Kelurahan Dul Kecamatan Pangkalan Baru tampak bahagia saat mendapatkan sertifikat tanah dari program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap
Kampung Tegap Mandiri Strategi Polri dan Pemerintah Jaga Ketahanan Pangan Nasional di Masa Pandemi COVID-19
Kampung Tegap Mandiri Strategi Polri dan Pemerintah Jaga Ketahanan Pangan Nasional di Masa Pandemi COVID-19
Jum'at, 10 Juli 2020 20:15 WIB
NAMANG - COVID-19 merupakan bencana multiaspek, selain menyebabkan krisis kesehatan, turut mempengaruhi perekonomian bahkan menganggu rantai pasokan pangan secara nasional
Pemkab Bateng, Polda dan Korem Kompak Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional
Pemkab Bateng, Polda dan Korem Kompak Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional
Jum'at, 10 Juli 2020 20:12 WIB
KOBA - Bupati Bangka Tengah, Dr. Ir. H. Ibnu Saleh, MM., menghadiri acara Penanaman Bibit Padi dan Pelepasan Benih Ikan