Polisi Tangkap Kawanan Residivis Pencuri dan Penganiaya Petani Pasirgaram


Polisi Tangkap Kawanan Residivis Pencuri dan Penganiaya Petani Pasirgaram
Ist

SIMPANGKATIS - Kendati berulang-ulang kali keluar masuk penjara, ternyata tidak membuat Roy dan Rian kedua resedivis kambuhan ini jera dan bertobat. Keduanya saat ini kembali diciduk pihak kepolisian dan diamankan di Mapolsek Simpangkatis guna mempertanggungjawabkan perbuatan keduanya yang melakukan pencurian sekaligus penganiayaan terhadap korbannya Apipudin (56) di sebuah pondok kebun di Desa Pasirgaram Kecamatan Simpangkatis baru-baru ini.

Penangkapan Samsul alias Bujang alias Roy (43) warga Desa Kace Kecamatan Mendobarat, Bangka dan Rian Adinata alias Rian (22) warga Pelipur, Kota Pangkalpinang ini, bermula pada Jum'at dini hari (18/10) Roy dan Rian dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Mio 125 warna hitam BN 6098 PC dari rentalan itu sempat mampir untuk beristirahat di pondok kebun seorang petani Apipudin (56) di Desa Pasirgaram karena tidak menaruh prasangka buruk keduanya diterima oleh Apip yang tinggal seorang diri itu, saat berbincang-bincang kedua resedivis itu sembari mengawasi apa saja isi barang di dalam pondok tersebut. Tak lama berselang, kedua kawanan resedivis ini pamit pulang. Namun tak lama kemudian, kala itu jam diperkirakan hampir pukul 04.00 WIB, terdengar ketukan pintu dari luar rumah Apip. Awalnya, suara dari luar mengatakan jika meraka adalah Roy dan Rian yang tadi sempat mampir, tujuannya kembali lagi ke pondok kebun itu karena motornya kering bensin dan bermaksud meminta sedikit uang untuk membeli bensin itu.

Kembali, karena tak menaruh prasangka buruk. Akhirnya Apip pun membukakan pintu pondoknya. Disaat pintu terbuka, Roy dengan cepat menjepit leher Apip dengan tangan kiri kemudian memukul kepala dan tubuh korban dengan tangan kanan. Tak sampai disitu, sementara Rian juga turut ambil bagian dengan mengambil sebatang balok dan batang singkong kemudian dipukulkan ke bagian tubuh korban hingga akhirnya korban ambruk tak berdaya dengan sejumlah luka dan memar cukup parah. 

Setelah melihat korban tak berdaya, selanjutnya Roy dan Rian mengambil sejumlah barang berharga milik korban seperti 1 tas kecil berisikan KTP korban dengan uang Rp300ribu, 1 unit handphone merek Nokia dan 
1 unit handphone merek Oppo. Kemudian, keduanya langsung kabur meninggalkan korban tak berdaya.

Korban yang mengalami luka dan memar cukup parah itu, ringkas cerita setelah diberikan pertolongan medis. Akhirnya, pada Minggu (20/10) kasus pencurian disertai penganiayaan oleh Roy dan Rian itu dilaporkan ke Mapolsek Simpangkatis yang langsung menindaklanjuti dengan laporan kepolisian nomor LP/B-368/X/2019/BABEL/RES BATENG/SEK KATIS. Setelah melakukan olah TKP dan mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya tentang kedua pelaku curat tersebut. Hingga akhirnya tiga hari berselang pasca laporan korban, Rabu (23/10) siang pihak Polsek Simpangkatis mendapatkan informasi keberadaan pelaku Roy di sebuah kebun sawit Desa Airpetaling, Kecamatan Mendobarat, Kabupaten Bangka. Tersangka Roy pun berhasil dibekuk sekitar pukul 14.00 WIB di lokasi tersebut.

Dari Roy, seluruh informasi tentang tersangka Rian didapatkan pihak kepolisian. Hingga akhirnya pada Kamis (24/10) siang sekitar pukul 12.30 WIB, tersangka Rian berhasil dibekuk petugas saat berada di sebuah rumah kontrakan di jalan Abdullah Addari, Pelipur Pintuair, Kota Pangkalpinang. Saat diinterogasi petugas kedua pelaku ini, mengakui perbuatannya telah melakukan pencurian disertai tindakan kekerasan terhadap korban Apipudin.

Sementara itu, Kapolres Bangka Tengah (Bateng) AKBP Slamet Ady Purnomo SIK MH melalui Kapolsek Simpangkatis AKP Raden Hasir SH MH membenarkan adanya kejadian curat oleh dua pelaku yakni Samsul alias Bujang alias Roy (43) warga Kace dan Rian Adinata (22) warga Pangkalpinang itu dengan korbannya seorang petani Apipudin (56).

"Kedua pelaku Roy dan Rian, saat ini tengah menjalani proses hukum dan dari keduanya sejumlah barang bukti berhasil diamankan yakni satu unit sepeda motor Yamaha Mio BN 6098 PC, selembar Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), satu unit handphone merk oppo tipe A1K berikut kotaknya yang telah sempat dijual pelaku, kotak handphone Nokia, sehelai baju kaos, sebuah topi, sehelai jaket, sepotong balok kayu cukup panjang yang dipergunakan pelaku menganiaya korban," ujar Kapolsek Raden kepada awak media, Jumat (25/10).


Kapolsek Raden menerangkan, bahwa kedua pelaku ini merupakan resedivis kambuhan, Roy diketahui sudah 6 kali keluar masuk penjara atas kasus penipuan 5 kali dan sekalinya kasus narkoba. Kemudian Rian, pernah menjalani hukuman penjara dua kali atas kasus pencurian dengan pemberatan (curat).

"Kedua pelaku curat Roy dan Rian ini, kami kenakan pasal 363 KUHP dengan tuntutan kurungan penjara maksimal 12 tahun," pungkas Kapolsek Raden. (and)




Banner

Berikan Komentar

Kamtibmas Lainnya
Kebencian Jadi Motif Penyebaran Video Porno Mirip Syahrini
Kebencian Jadi Motif Penyebaran Video Porno Mirip Syahrini
Kamis, 28 Mei 2020 15:00 WIB
JAKARTA - Penyidik Sub Direktorat Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menyebut kebencian terhadap Syahrini menjadi motif pemilik akun Instagram @danunyinyir99
Tak Ada Ampun! Satgas Nemangkawi Kejar KKB Papua Penembak Petugas Gugus Covid-1
Tak Ada Ampun! Satgas Nemangkawi Kejar KKB Papua Penembak Petugas Gugus Covid-1
Minggu, 24 Mei 2020 10:40 WIB
JAYAPURA - Satuan Tugas Operasi Nemangkawi masih mengejar kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang menembak dua anggota Gugus Tugas COVID-19 di
Dramatis, Pelanggar Jam Malam di Tulungagung Ditendang, Pingsan, Muntah Darah, Tewas
Dramatis, Pelanggar Jam Malam di Tulungagung Ditendang, Pingsan, Muntah Darah, Tewas
Jum'at, 15 Mei 2020 20:28 WIB
TULUNGAGUNG - Seorang sukarelawan penjaga perbatasan wilayah dalam rangka antisipasi wabah COVID-19 di Tulungagung, Jawa Timur ditangkap polisi karena menendang
Setubuhi Anak Tetangga, Pria 10 Anak di Basel Diringkus Polisi
Setubuhi Anak Tetangga, Pria 10 Anak di Basel Diringkus Polisi
Sabtu, 09 Mei 2020 23:17 WIB
TOBOALI - Mamad (58), warga Dusun Parit 2 Desa Kepoh, Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan diciduk polisi karena diduga mencabuli