Penambang TI Ilegal Terus Membandel, Masyarakat Nelayan Desa Bebura Lapor Ke DPRD Babel


Penambang TI Ilegal Terus Membandel, Masyarakat Nelayan Desa Bebura Lapor Ke DPRD Babel

PANGKALPINANG - Masyarakat Desa Bebura, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka mendatangi Gedung DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terkait penolakan aktivitas pertambangan (TI) ilegal di wilayah tangkap nelayan, Rabu (18/9/2019).

Kasi Pelayanan Desa Bebura, Samsuri mengatakan, pertambangan ilegal di wilayah itu sampai saat ini masih tetap beroperasi meski satu tahun lalu sudah ada perjanjian antara para penambang dan nelayan untuk menghentikan aktivitas pertambangan.

"Kemarin kurang lebih satu bulan yang lalu, kita sempat mendapat laporan dari para nelayan, mungkin ada juga nelayan yang hadir ke perangkat desa, jadi kami langsung turun, melihat kejadian itu, kita kan tahap pencegahan, jangan sampai ditambang," kata Samsuri.

Ia mengungkapkan, pada saat turun ke lokasi, pihaknya sudah melakukan teguran kepada para penambang. Namun dijelaskannya, teguran tersebut hanya dianggap angin lalu.

"Tapi kelihatannya pas ditegur, tiga hari berhenti setelah itu lanjut lagi, bahkan lebih banyak, kemudian seminggu lagi, kita ada lagi pencegahan,  kenyataannya sampai sekarang masih ditambang juga," ungkapnya.

Selain melakukan teguran, diterangkan dia, pihaknya juga sudah melakukan berbagai upaya untuk menghentikan aktivitas pertambangan di wilayah itu.

"Terakhir kemarin Bu Kades termasuk OPD itu sempat juga ke Polda, kemudian diarahkan ke Polair. Jadi kelihatannya disitu, kita dari masyarakat Desa Beburah ini masih buntu, belum ada jalan tembusnya," terangnya.

"Kita sudah berupaya melaporkan ke Bupati, Kapolsek, juga kita pernah juga membuat surat dari masyarakat tembusan langsung ke gubernur. Jadi kelihatannya sekarang, tidak ada lagi hukum kelihatannya," timpalnya.

Oleh karena itu, ia berharap, DPRD Babel dapat menindaklanjuti aspirasi mereka dan segera menghentikan aktivitas pertambangan yang telah lama meresahkan masyarakat nelayan.

"Penambang ini beroperasi sejak 2008, penambang ini ada orang lokal juga, ada orang luar juga, kemana lagi kami harus mengadu, jadi kami minta tolong kepada Pak Dewan, untuk mengatasi hal tersebut," harapnya. (mon)




Banner

Berikan Komentar

Kamtibmas Lainnya
Karyawan PT Timah Tbk Nekat Mencuri Logam Timah Terancam 4 Tahun Penjara
Karyawan PT Timah Tbk Nekat Mencuri Logam Timah Terancam 4 Tahun Penjara
Jum'at, 25 September 2020 16:53 WIB
MUNTOK - Inisial AN (36), nekat mencuri barang milik perusahaan negara tempat dia bekerja demi mencari tambahan ekonomi. Atas perbuatannya,
 Nah Lho! Pasutri Pengedar Sabu di Toboali Ditangkap Polisi
Nah Lho! Pasutri Pengedar Sabu di Toboali Ditangkap Polisi
Selasa, 22 September 2020 18:44 WIB
TOBOALI - Pasangan suami istri di Kota Toboali, Kabupaten Bangka Selatan (Basel) ditangkap petugas Kepolisian, Senin (21/9/2020) malam. Mereka diduga
Sempat Kabur, Pelaku Pembacok Tukang Koperasi di Desa Sekar Biru Diringkus Polisi
Sempat Kabur, Pelaku Pembacok Tukang Koperasi di Desa Sekar Biru Diringkus Polisi
Senin, 21 September 2020 16:41 WIB
MUNTOK – Tim Unit Reskrim Polsek Jebus berhasil menangkap pelaku pembacokan tukang koperasi, Haryanto (40) yang sempat kabur usai melakukan
Para Tahanan Polres Bangka Barat Mulai Rutin Shalat 5 Waktu
Para Tahanan Polres Bangka Barat Mulai Rutin Shalat 5 Waktu
Kamis, 17 September 2020 16:12 WIB
MUNTOK – Kasat Tahti, Aiptu Andi Hidayat sizin Kapolres Bangka Barat AKBP, Fedriansah mengajak secara rutin para tahanan untuk