Polda Babel Terima Hasil Tangkapan Bakamla RI, Satu KIP dan Empat Kapal Muatan Solar


Polda Babel Terima Hasil Tangkapan Bakamla RI, Satu KIP dan Empat Kapal Muatan Solar

Nama Kombes Pol M Zainul Dicatut

PANGKALPINANG - Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI telah menyerahkan hasil tangkapan berupa Kapal Induk Produksi (KIP) dan empat kapal muatan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar kepada penyidik Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolair) Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

KIP dan empat kapal muatan BBM jenis solar tersebut sebelumnya telah diamankan oleh Bakamla RI di perairan laut Belinyu, Kabupaten Bangka pada, Minggu (18/08/2019) lalu.

Direktur Polisi Perairan dan Udara Polda Bangka Belitung, Kombes Pol Mochamad Zainul, SIK. MH mengatakan, serahterima barang bukti (BB) telah dilakukan secara internal bersama Bakamla RI. 

"Ya sudah dilakukan secara internal bersama Bakamla RI,” ujar M Zainul, saat ditemui Radar Bangka diruang kerjanya, Senin (26/8/2019).

Menurutnya, saat ini penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait guna mendalami dugaan pelangaran yang dilakukan KIP dan empat perusahan yang menyuplai BBM tersebut.

"Tindak lanjutnya masih dilakukan pemeriksaan. Kita masih mendalami lagi hasil pemeriksaan dari Bakamla. Sampai saat ini belum ada yang ditetapkan tersangka, masih didalami semuanya," ujarnya.

Bahkan dia tak menepis jika KIP HS yang ditangkap ole Kapal Patroli Bakamla RI, diduga telah melangar undang-undang Minerba karena diduga telah menambang timah diluar koordinat yang telah ditentukan dalam Izin Usaha Penambangan (IUP). 

Sementara untuk empat kapal pengangkut BBM jenis solar yang menyuplai ke KIP tersebut, diduga melanggar undang-undang Migas, karena dugaan sementara membeli dan menjual BBM jenis solar ilegal yang berasal dari minyak kubangan Jambi. Kualitas solar yang dijual itu diduga tidak sesuai dengan standar Pertamina.

"Tapi itu masih dugaan, perlu didalami lagi. Prosesnya masih panjang, Dan kita juga harus membuktikan lebih dulu surat-surat yang dimiliki," tegasnya.

Informasi yang diterima Redaksi Radar Bangka, KIP yang ditangkap Kapal Patroli Bakamla tersebut yaitu KIP HS, sedangkan empat kapal muatan minyak solar yang ditangkap diduga milik perusahaan PT CPE, PT HLP, PT RP, dan PT OPE. "Itu masih dugaan maka perlu kita dalami lagi,”tandasnya. 

Nama Kombes Pol M Zainul Dicatut
KABAR penangkapan KIP dan kapal pengangkut BBM solar itu diduga dimanfaatkan oleh orang tak bertanggungjawab untuk mengambil keuntungan. Orang yang mengaku sebagai Kombes Pol M. Zainul, SIK. MH, Direktur Polisi Peraian Dan Udara Polda Babel, dikabarkan menghubungi pemilik atau pengurus kapal-kapal yang ditangkap oleh Kapal Patroli Bakamla untuk meminta sejumlah uang, dengan iming-iming penyelesaian kasusnya.

Untuk itu Kombes Pol M. Zainul, SIK. MH menghimbau kepada pihak terkait, agar tidak mudah percaya jika ada orang atau siapapun yang mengatasnamakan dirinya untuk meminta uang, apalagi dengan iming-iming bisa menyelesaikan kasus.

"Saya menghimbau, agar jangan percaya kalau ada yang ngaku-ngaku Dir Polair meminta uang untuk menyelesaikan kasus. Kalau ada yang minta uang atas nama saya, agar konfirmasi langsung ke saya, atau ke Subdit Gakkum Polair," kata Dia.

Menurut mantan Kapolres Bangka Tengah ini, penyidik Subdit Gakkum Direktorat Polairud akan menindaklanjuti tangkapan Bakamla itu sesuai mekanisme dan peraturan yang berlaku.

"Kami akan proses sesuai mekanisme dan peraturan yang berlaku. Semuanya kami periksa, penyerahan dari Bakamla itu akan kami dalami lagi," demikian Kombes Pol M. Zainul.

Diberikatakan sebelumnya, Kepala Badan Keamanan Laut Republik Indonesia, melalui Sekretaris Utama Laksmana Madya S. Iriawan, MM, menggelar Press Realese terkait penangkapan satu unit Kapal Isap Produksi (KIP) Harapan Selamat, dan empat kapal milik pengusahan minyak masing-masing SPOB Rezki Ifah, SPOB Tisya 9, MT Anugerah Dewi 15 dan MT Bima Andalan, yang ditangkap Kapal Patroli KN Bintang Laut – 401 milik Bakamla di perairan laut Belinyu, Bangka Belitung, belum lama ini.

Dalam Press realese yang digelar di Pelabuhan Umum Belinyu, Jum’at (23/08/2019 siang, dihadiri Waka Polda Babel, Kombes Pol Slamet Hadi Supraptoyo, Direktur Polisi Perairan dan Udara Polda Babel Kombes Pol Mochamad Zainul, SIK. MH, sejumlah pejabat Bakamla, dan pihak terkait lainnya.

Sekretaris Utama Badan Keamanan Laut RI, Laksmana Muda S. Iriawan, MM menyatakan, kelima kapal tersebut diamankan pada hari Minggu tanggal 18 Agustus 2019 (informasi sebelumnya, Senin 19 Agustus), diperairan laut Belinyu, Bangka Belitung. Pihaknya sudah melakukan penyidikan awal, kemudian menyerahkan penanganan selanjutnya kepada Polda Bangka Belitung.

"Tertangkap pada tanggal 18 Agustus 2019, hari Minggu, sehari setelah hari kemerdekaan. Jadi initinya kita menangkap lima kapal. Yang pertama adalah kapal timah, yang empat adalah kapal BBM, yang diduga melakukan kegiatan illegal di perairan Bangka Belitung ini. Adapun kesalahan-kesalahannya, yang pertama mengenai SIUP, kedua transfer BBM di tengah laut.

Kemudian kualitas minyak, kalau dilihat tidak sesuai dengan (minyak dari) Pertamina. Kemudian perizinan kapal sendiri tidak terdaftar di Pertamina, dan pertambangan tanpa izin,” ungkap Laksda S. Iriawan.

Pada kesempatan itu, Wakapolda Babel Kombes Pol Slamet Hadi Supraptoyo, memastikan bakal menindak-lanjuti kasus lima kapal tangkapan Kapal Patroli Bakamla RI di perairan Babel tersebut.

"Kita akan melakukan proses penyidikan sesuai undang-undang yang berlaku. Tentunya perkembangannya nanti akan kita sampaikan pada kalian," katanya. (wah/rom)




Banner

Berikan Komentar

Kamtibmas Lainnya
4 Fakta Baru Kasus John Kei, yang Terakhir Bikin Merinding
4 Fakta Baru Kasus John Kei, yang Terakhir Bikin Merinding
Selasa, 07 Juli 2020 11:35 WIB
JAKARTA - Tercatat ada 69 adegan dalam rekonstruksi kasus penyerangan oleh kelompok John Kei terhadap Nus Kei, yang digelar penyidik
Bejat! 3 Kali Anak Tuna Wicara Dinodai AC Hingga Hamil
Bejat! 3 Kali Anak Tuna Wicara Dinodai AC Hingga Hamil
Rabu, 24 Juni 2020 14:29 WIB
TOBOALI - Insial AC (37), warga Jalan Damai Kelurahan Tanjung Ketapang, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan (Basel) dibekuk Unit Perlindungan
"Coba Setubuhi" Istri Tetangga, AK Dicekok Polsek Airgegas
"Coba Setubuhi" Istri Tetangga, AK Dicekok Polsek Airgegas
Senin, 22 Juni 2020 21:29 WIB
AIRGEGAS - Nafsu melihat istri tetangga sendiri membuat pemuda inisial AK (25), warga Desa Airgegas, Kecamatan Airgegas, Kabupaten Bangka Selatan
Polisi Ungkap Pemicu Perusakan di Green Lake City Oleh Kelompok John Kei
Polisi Ungkap Pemicu Perusakan di Green Lake City Oleh Kelompok John Kei
Senin, 22 Juni 2020 13:36 WIB
JAKARTA - Wakapolres Metro Tangerang AKBP Yudhistura Midyahwan membeberkan apa yang menjadi pemicu perusakan rumah Nus Kei di Green Lake