Kapolda Instruksikan Kapolres Tindak Penambang di Hutan Lindung Merapen


Kapolda Instruksikan Kapolres Tindak Penambang di Hutan Lindung Merapen

PANGKALPINANG -  Dirkrimsus Polda Babel AKBP Krismayadi meminta  Kapolres Bangka Tengah (Bateng) untuk segera menindak aktivitas Tambang di Hutan Lindung (HL) dan lahan reklamasi eks Kobatin Desa Lubukbesar, Kecamatan Lubukbesar yang masih beroperasi, Kamis (20/6/2019).

"Terimakasih informasinya mas, langsung akan kita perintahkan Kapolres Bangka Tengah sesuai dengan wilayah hukumnya mengambil tindakan terkait aktivitas tambang di Merapen itu. Kalau memang sudah skala besar dan polres tidak mampu, baru kita akan membentuk timgab," ujar Dirkrimsus Polda Babel AKBP Indra Krismayadi kepada Radar Bangka, Kamis (20/6) siang.

 Bahkan, Kapolda Babel Brigjen Istiono saat dikonfirmasi via WhatsApp berjanji akan menindak aktivitas tambang tersebut. "Mesti ditindak," singkat Kapolda Istiono.

Sementara itu saat redaksi harian ini mencoba mengkonfirmasi Kapolres Bateng AKBP Edison LB Sitanggang via sellulernya terkait proses hukum pemilik tambang yang keempat pekerjanya tewas di kawasan blok 8 dusun B1 Desa Lubukbesar, sekaligus hendak mengkonfirmasi tambang di kawasan HL Merapen dan reklamasi PT Koba Tin yang masih beroperasi hingga Kamis (20/6) siang. Awak mulanya, panggilan tersambung namun tidak direspon, kemudian saat dicoba kembali dihubungi  Hp yang bersangkutan hanya dijawab operator dengan nomor yang anda tuju sedang dialihkan. 

Sementara itu Pemerhati kebijakan Publik Bateng, Lurianjaya berharap agar penegak hukum dapat bertindak tegas terhadap semua aktifitas ilegal di kawasan HL apalagi itu juga merupakan reklamasi eks tambang PT Koba Tin.

"Sangat memprihatinkan, terlebih jalan alternatif warga sampai dibabat habis pula," katanya.

Menurutnya, para cukong sampai berani berbuat illegal, pastinya karena ada permintaan timahnya. Banyak aturan yang dilanggar, mulai dari UU Minerba hingga UU Kehutanan. Hancurlah Negeri ini, jika cukong-cukong membabat habis kawasan Hutan Lindung tapi tidak ada tindakannya. Terlebih masyarakat sudah menyampaikan aspirasinya ke media sosial FB, namun belum ada tindakan juga.

 "Kami berharap penindakan jangan hanya sebatas pada penertiban, namun kolektor biji timahnya juga harus ditindak," tegas Luriyanjaya. (Redaksi/RB)




Banner

Berikan Komentar

Kamtibmas Lainnya
4 Fakta Baru Kasus John Kei, yang Terakhir Bikin Merinding
4 Fakta Baru Kasus John Kei, yang Terakhir Bikin Merinding
Selasa, 07 Juli 2020 11:35 WIB
JAKARTA - Tercatat ada 69 adegan dalam rekonstruksi kasus penyerangan oleh kelompok John Kei terhadap Nus Kei, yang digelar penyidik
Bejat! 3 Kali Anak Tuna Wicara Dinodai AC Hingga Hamil
Bejat! 3 Kali Anak Tuna Wicara Dinodai AC Hingga Hamil
Rabu, 24 Juni 2020 14:29 WIB
TOBOALI - Insial AC (37), warga Jalan Damai Kelurahan Tanjung Ketapang, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan (Basel) dibekuk Unit Perlindungan
"Coba Setubuhi" Istri Tetangga, AK Dicekok Polsek Airgegas
"Coba Setubuhi" Istri Tetangga, AK Dicekok Polsek Airgegas
Senin, 22 Juni 2020 21:29 WIB
AIRGEGAS - Nafsu melihat istri tetangga sendiri membuat pemuda inisial AK (25), warga Desa Airgegas, Kecamatan Airgegas, Kabupaten Bangka Selatan
Polisi Ungkap Pemicu Perusakan di Green Lake City Oleh Kelompok John Kei
Polisi Ungkap Pemicu Perusakan di Green Lake City Oleh Kelompok John Kei
Senin, 22 Juni 2020 13:36 WIB
JAKARTA - Wakapolres Metro Tangerang AKBP Yudhistura Midyahwan membeberkan apa yang menjadi pemicu perusakan rumah Nus Kei di Green Lake