Cinta Segi Tiga Berujung Petaka, Begini Kronologis Kejadian


Cinta Segi Tiga Berujung Petaka, Begini Kronologis Kejadian

SUNGAILIAT - Bedasarkan keterangan polisi, kejadian sekira pukul 20.00 WIB pelaku datang kerumah saksi Zahara di desa Sempan, saat itu sudah ada korban Andre. Kemudian saksi Zahara  mempersilahkan pelaku masuk dan dukuk d rumahnya. 
Antara korban dan pelaku sempat terjadi perbincangan. Saat itu korban sempat menanyakan maksud kedatangan pelaku datang kerumah saksi Zahara dengan nada tidak senang (cemburu). 

Sekitar pukul 20.15 WIB  pelaku pergi dan pamit mau pulang. Kemudian sekira pukul 21.00 WIB  korbanpun meninggalkan rumah saksi Zahara  dan hendak pulang menuju Desa Pemali Kecamatan. Pemali, Bangka. 

Dan sekira pukul 21.15 WIB  pada saat korban melintasi  Masjid Albina Desa Sempan, korban di hadang oleh pelaku yang kemudian terjadilah perkelahian antara keduanya yang mana kemudian pelaku mengeluarkan pisau yang sudah disiapkannya dan langsung menusuk korban berkali-kali.

Melihat korban sudah berlumuran darah, pelaku melarikan diri.  Menurut keterangan saksi H. Zulfiandi bahwa korban sempat berlari kearah rumahnya dan meminta tolong dan ada menyebutkan bahwa musuhnya membawa pisau  namun saksi H. Zulfiandi merasa ketakutan tidak berani membukakan pintu. 

Kemudian karena mendengar pelaku sepertinya sudah melarikan diri kemudian saksi H. Zulfiandi keluar dan melihat keadaan korban yang sudah berlumuran darah dan meminta tolong.

Pada saat yang bersamaan datang saksi Rendi  yang melihat juga bahwa korban berteriak meminta tolong, dan tidak lama kemudian korban langsung terbaring di pinggir jalan raya yang pada saat itu saksi - saksi tidak berani menolongnya karena takut.
Kemudian sekira pukul 21.45 WIB Anggota Polsek Pemali mendatangi TKP setelah mendapat laporan dari masyarakat dan langsung bersama dengan tim INAFIS Polres Bangka melakukan olah TKP dan memastikan bahwa benar korban sudah meninggal dunia dengan luka tusukan di sekujur tubuhnya. Selanjutnya korban dibawa ke RSUD Sungailiat. 

Sementara itu, Sekitar  pukul 23.00 WIB anggota Unit Reskrim dan Unit Intelkam Polsek Pemali melakukan penangkapan yang dipimpin oleh Kapolsek Ipda Meidy Ariyanto SH dibantu oleh Tim Opsnal Polres Bangka, Sat Intelkam Polres Bangka yang dipimpin oleh Ipda Eka, serta Tim Opsnal Krimum Polda Kep Babel yang dipimpin oleh Ipda Pulungan setelah mendapatkan bahan keterangan dari saksi-saksi mengatakan bahwa diduga pelaku melarikan diri kearah Mentok Bangka Barat. 

Kemudian pada hari Minggu tanggal 12 Mei 2019 sekira pukul 01.00 wib langsung menuju ke Mentok Bangka Barat. Sekira pukul 04.00 wib pada saat melintasi Desa Mayang Kec. Simpang Teritip Kab. Bangka Barat ditemukan pelaku sedang duduk di salah satu toko kelontongan milik warga seorang diri dengan sepeda motornya di depan toko kelontong tersebut. 

Melihat hal tersebut Tim gabungan Polsek Pemali dan Unit Opsnal Polres Bangka langsung melakukan penangkapan terhadap diduga pelaku kemudian pelaku awalnya menyangkal bahwa ia sudah melakukan penusukan terhadap korban dan pelaku sempat mencoba melarikan diri dan akhirnya ditembak pada bagian kaki sebelah kanan. 

Kemudian setelah di interogasi, diduga pelaku langsung mengakui perbuatannya yang telah melakukan penusukan terhadap korban Andre dengan menggunakan Senjata Tajam jenis pisau berkali- kali pada bagian leher, dada sebelah kanan, punggung, dan kaki. Kemudian pelaku dan barang bukti langsung diamankan dan di bawa ke Polsek Pemali guna pengusutan lebih lanjut.

"Sehingga akhirnya kami terima laporan bahwa di pinggir jalan yang terletak di dekat Mesjid Albina Desa Sempan Kecamatan Pemali ditemukan seseorang penuh luka luka, baik itu leher akibat benda tajam," kata Kapolres Bangka AKBP Budi Andrianto diwakili Kabag OPS Kompol S Sophian, Mingu (12/5/2019).

Namun saat polisi tiba di lokasi kejadian (TKP) tersebut, korban sudah meningal dunia. Penyelidikan pun dilakukan polisi hingga akhirnya diketahui pelaku melarikan diri ke Bangka menggunakan sepeda motor.

Tersangka Anto Iwan ditangkap di Desa Mayang Kecamatan Simpang Teritip Kabupaten Bangka Barat, Minggu (12/5/2019) sekitar pukul 04.00 WIB di pinggir jalan.

"Korban merupakan pacar saksi (ZR), sedangkan pelaku mantan pacar saksi,"tegas Kabah Ops Polres Bangka, Kompol S Sophian. (cr15)





Berikan Komentar

Kamtibmas Lainnya
Wendy Apresiasi Kinerja Polisi Dalam Mengungkap Kasus Pembobol Counter
Wendy Apresiasi Kinerja Polisi Dalam Mengungkap Kasus Pembobol Counter
Rabu, 07 Agustus 2019 23:16 WIB
TOBOALI – Tim Gabungan Polres Basel dan jajaran Polsek Toboali berhasil melakukan penangkapan pembobol Counter Wendi Cell di Jalan Jenderal Sudirman Toboali, Rabu
Door, 3 Pelaku Pembobol Counter HP Wendy di Tembak Polisi
Door, 3 Pelaku Pembobol Counter HP Wendy di Tembak Polisi
Rabu, 07 Agustus 2019 20:37 WIB
TOBOALI – Tim Polres Basel dan jajaran Polsek Toboali menembak tiga pelaku pembobol Conuter Wendi Cell Jalan Jenderal Sudirman Toboali,
Polisi Tegaskan Tidak Ada Korban Jiwa Pada Kasus Pengancaman Menggunakan Senpi Rakitan
Polisi Tegaskan Tidak Ada Korban Jiwa Pada Kasus Pengancaman Menggunakan Senpi Rakitan
Rabu, 07 Agustus 2019 12:42 WIB
MUNTOK -- Kasus pengancaman menggunakan senjata api (senpi) rakitan baru baru yang terjadi di lokasi penambangan illegal Ti Apung Dusun
Polsek Lubukbesar Tingkatkan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat
Polsek Lubukbesar Tingkatkan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat
Selasa, 06 Agustus 2019 17:04 WIB
LUBUKBESAR - Guna meningkatkan rasa aman dan kenyamanan di lingkungan masyarakat, maka Polsek Lubukbesar menggiatkan patroli rutin terutama malam hari.