Polres Bangka Barat Amankan 80 Ton Solar Ilegal Asal Muba, 10 Pelaku Turut Diamankan


Polres Bangka Barat  Amankan 80 Ton Solar Ilegal Asal Muba, 10 Pelaku Turut Diamankan

MUNTOK - Jajaran Polres Bangka Barat (Babar), pimpinan AKBP Firman Andreanto SIK, berhasil mengamankan 80 ton Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar ilegal asal Musi Banyuasin (Muba), Sumsel  di Pelabuhan Tanjungkalian, Muntok, Sabtu (16/3/2019) sekitar pukul 03.30 WIB dini hari.

Selain mengamankan 8 truk muatan solar ilegal, polisi juga meringkus 10 orang pelaku yang terdiri dari sopir truk dan kernet dari Tempat Kejadian Perkara (TKP).  

Kapolres Bangka Barat (Babar) AKBP Firman Andreanto menegaskan, rata-rata truk yang diamankan bersama sopir dan kernet berisi rata-rata  minyak solar 10 ton. " 10 pelaku yang diamankan terdiri dari dua kernet. Mereka berasal dari Sumetera Selatan (Sumsel). Total barang bukti (BB) yang kami amankan ada sekitar 80 ton minyak solar,"tegas Kapolres Kepada Radar Bangka, Minggu (17/3/2019), malam ini.

Ditegaskan Kapolres, kronologis penangkapan berawal dari laporan masyarakat tentang keberadaan 8 truk mencurigakan yang diduga bermuatan minyak masuk mengun akan kapal penumpang yang akan masuk ke Pelabuhan Tanjung Kalian, Muntok, Babar.

Mendapatkan keterangan tersebut,  Kapolres Babar langsung mengintruksikan anggota untuk melakukan razia dilokasi Pelabuhan Tanjung Kalian, Muntok. Ternyata benar adanya, saat diperiksa 8 truk muatan solar ditutup dengan terpal bermuatan solar 80 ton.

" Dari keterangan pelaku minyak berasal dari Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan (Sumsel) dan akan dibawa ke Pangkalpinang. Dan minyak tersebut berasal dari sumur rakyat. Sedangkan mobil muatan minyak dirubah sehingga tidak bakal tau dari luar,"tegasnya.

Diberitakan Radar Bangka sebelumnya : Minyak Ilegal dari Sumsel Mengalir ke Babel

AKSI penyelundupan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar dari Palembang, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), ke Provinsi Bangka Belitung (Babel), kerap terjadi. Kondisi ini tak urung membuat  Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas  Bumi (SKK Migas) dan daerah penghasil minyak di Sumsel mulai waspada.

"Saat ini Kementerian  ESDM akan membentuk Satgas baru. Satgas yang akan dibentuk melibatkan SKK Migas, TNI dan Polri. Jika telah di bentuk dalam waktu dekat, kita akan turun kelapangan,"ujar Andi Arie Humas SKK Migas perwakilan Sumsel, Senin (25/2/2019).

Andi menyesalkan adanya kasus penyelundupan minyak ilegal antar Provinsi, karena dapat merugikan masyarakat luas dan hanya menguntungkan oknum pribadi. "Jelas ini merugikan masyarakat luas dan melangar, ini tidak main-main." ungkap Andi.

Sementara Humas SKK Migas pusat, Wisnu, ketika dihubungi Redaksi RB akan segera berkoordinasi dengan SKK Migas wilayah Sumsel. Jika benar adanya minyak solar yang sempat diamankan oleh Intelmob Polda Babel tersebut merupakan minyak solar mentah asal Sumsel tentu hal tersebut menjadi wewenang SKK Migas.

"Kita akan berkoordinasi dengan SKK Migas Sumsel untuk hal ini mas. Kita berharap kedepan pengiriman minyak mentah yang diduga tidak dilengkapi surat agar tidak mudah diperjual belikan," katanya.

Selain itu salah-satu karyawan perusahaan minyak asal Amerika di Muba, PT ConocoPhillips, Danieal Kastandja mengungkapkan, jika benar yang diamankan itu merupakan minyak mentah hal itu merupakan wewenang SKK Migas, namun sebaliknya jika minyak solar sudah jadi, maka SKK Migas juga akan mengalami kendala. Akan tetapi, akan menjadi jalan masuk KPK untuk mendalami kemungkinan adanya oknum bermain.

"Itu tugas dari SKK Migas, mereka berhak mempertanyakan asal-usul minyak dan dan mengambil langkah-langkah hukum jika melangar. Namun selain itu juga peran penegak hukum dan pemerintah daerah juga sangat penting dalam menjaga SDA untuk kepentingan masyarakat luas," ujar Danieal yang juga mantan wartawan Nasional ternama di Jakarta ini.  

Disisi lain Aditya Prakosa yang juga mantan pegawai KPK bidang Migas, menyarankan agar masyarakat baik di Provinsi Sumsel maupun Babel dapat melaporkan indikasi penyelundupan minyak ilegal langsung kepada KPK melalui Wab resmi KPK.

"Silakan lapor memalui wab KPK dengan melampirkan foto dan kronologis kejadian, jika sempat bisa langsung ke Jakarta," saran Aditya.


Daerah Penghasil Minyak Mulai Waspada

Perlu diketahui, daerah penghasil minyak di Provinsi Sumsel tidaklah banyak, ada tiga kabupaten yang dikenal sebagai penghasil minyak di Bumi berjuluk Sriwijaya tersebut, seperti kabupaten Muba, Pali dan kota Prabumulih. Namun, dari letak geografis Muba dikenal cukup rawan aksi penyelundupan minyak ilegal karena terdapat sejumlah dermaga dermaga kecil yang dapat dilintasi kapal dan bisa langsung tembus ke perairan Babel.

Bahkan di Muba sendiri terdapat tiga kecamatan sebagai daerah penghasil minyak ilegal yang selama ini dikelolah masyarakat setempat, dengan cara melakukan penyulingan dari sumur-sumur tua peninggalan Belanda. Daerah itu meliputi  Desa Sungai Anggit Kecamatan Babat Toman, Kecamatan Tungkal Jaya dan Bayung Lencir.

Tak sampai disitu di Muba juga terdapat jalur pipa minyak mentah milik perusahaan yang membentang dari Bayung Lencir, Tungkaljaya, Sungaililin, Babat Supat (masuk Muba..red), hingga Betung, Durian Daun, Pangkalan Balai, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin hingga yang tembus hingga kota Palembang, Sumsel.

Bahkan tak jarang, minyak yang bersal dari pipa ini pernah dicuri oleh oknum yang tidak bertangungjawab, pencurian dilakukan  dengan cara membuka kran pipa kemudian disambung dengan selang  dan ditampung dengan mengunakan drum kemudian diangkut dengan kendaraan untuk di jual. 

Bupati Bupati Musi Banyuasin (Muba) H Dodi Reza Alex melalui Wakil Bupati (Wabup), Muba, Beni Hernedi saat dihubungi Redaksi Radar Bangka, tak menepis hal tersebut.  Dikatakan Beni, Pemkab Muba akan lebih meningkatkan kewaspadaan dalam menjaga SDA dengan cara melibatkan seluruh komponen masyarakat dan aparat penegak hukum setempat.

"Kita aka berkoordinasi dengan seluruh lapisan masyarakat dan aparat penegah hukum untuk mengantisipasi aksi penyelundupan minyak ilegal dari Sumsel ke Babel. Lebih baik sedia payung sebelum hujan,"tegas Beni.(wahyu/redaksi)





Berikan Komentar

Kamtibmas Lainnya
Tongkang Muatan Solar Diduga Ilegal Terbakar di Dermaga Perairan Tunguk Tanjung Niur
Tongkang Muatan Solar Diduga Ilegal Terbakar di Dermaga Perairan Tunguk Tanjung Niur
Selasa, 22 Oktober 2019 13:21 WIB
MUNTOK - Kapal kayu mengangkut BBM jenis solar ludes dilalap si jago merah di dermaga perairan laut Tuguk Tanjung Niur
Karyawan PT BPL Dikabarkan Tewas Terjepit Mesin
Karyawan PT BPL Dikabarkan Tewas Terjepit Mesin
Senin, 21 Oktober 2019 20:15 WIB
MUNTOK - Terungkap sudah penyebab meninggalnya Sukarmin warga Desa Kacung Kecamatan Kelapa pada tanggal 14 Oktober 2019 lalu, disebabkan laka
Kapolsek Sungaiselan Galakkan Giat Jumat Berkah Berbagi
Kapolsek Sungaiselan Galakkan Giat Jumat Berkah Berbagi
Jum'at, 18 Oktober 2019 16:00 WIB
SUNGAISELAN - Polsek Sungaiselan secara kontinyu menjalankan program unggulannya pada setiap hari Jumat, yaitu program Jumat Berkah Berbagi (JBB) kepada
Sukseskan Pelantikan Presiden, Kodim dan Polres Bateng Gelar Apel Gabungan
Sukseskan Pelantikan Presiden, Kodim dan Polres Bateng Gelar Apel Gabungan
Sabtu, 19 Oktober 2019 08:45 WIB
KOBA - Sebagai bentuk sinergitas TNI-Polri dalam pengamanan wilayah jelas pelantikan Presiden dan Wakil Republik Indonesia pada Minggu (20/10)