Aktivitas Tambang DAS Simpang Gedong Akhirnya Ditertibkan


Aktivitas Tambang DAS Simpang Gedong Akhirnya Ditertibkan

SUNGAISELAN - Polsek Sungaiselan bersama Satpolpp dan KPHP Sungaisembulan, menertibkan aktivitas penambangan di kawasan Hutan Produksi (HP) sekaligus DAS Simpang-Gedong Desa Lampur Kecamatan Sungaiselan yang meresahkan pada Rabu (13/2) siang. 

"Ada sekitar 20 an ponton penambang yang beroperasi di Simpang Gedong Desa Lampur tersebut, lokasi mereka beraktivitas memang di kawasan DAS sekigus HP Sungaisembulan," ujar Kepala KPHP Sungaisembulan, Badariah kepada Radar Bangka, Rabu (13/2) siang.

Siang tadi sekitar pukul 11.00 WIB, lanjut Badariah, empat personil KPHP diantaranya Polhut mendatangi lokasi, setiba di lokasi HP Sungaisembulan di Simpang Gedong dimaksud, ternyata Personil Polsek Sungaiselan langsung dipimpin Kapolsek Iptu Mulya Sugiharto ditambah pihak Kecamatan dan Satpolpp tengah melakukan penertiban kepada para penambang.

"Kami membaca berita di media Radar Bangka dan laporan masyarakat, kemudian langsung menindaklanjuti hari ini. Setiba di lokasi, kami langsung bergabung dengan pihak Polsek Sungaiselan, Kecamatan dan Satpolpp melakukan penertiban sekaligus mengedukasi dan sosialisasi kepada para penambang disana untuk tidak merusak kawasan HP," ungkapnya.

Setelah diedukasi dan sosialisasi, kemudian para penambang ilegal di sana langsung diperintahkan untuk stop beroperasi, membongkar dan mengangkut peralatannya. "Jadi kawasan HP Sungaisembulan di Simpang Gedong yang juga ada kawasan DAS itu saat ini sudah steril dari aktivitas tambang pasir timah ilegal," katanya.

Sementara Kapolsek Sungaiselan Iptu Mulya Sugiharto, menambahkan, dari adanya aduan tersebut kami pihak kepolisian bersama-sama dengan Satpol PP Kecamatan Sungaiselan langsung melakukan penertiban aktifitas penambangan secara ilegal yang berada di lokasi Simpang Gedong yang berdekatan dengan sungai atau kawasan DAS.

"Dalam penertiban siang tadi, langsung saya pimpin bersama Kanit Reskrim Polsek Sungaiselan Ipda Adrian Batu Bara, kami langsung memerintahkan stop dan memberikan sosialisasi tentang hukuman bagi yang melakukan aktifitas pertambangan secara ilegal," tegas Kapolsek Iptu Mulya Sugiharto kepada Radar Bangka.

Dalam penertiban itu, dilanjutkan dengan ikut membongkar bersama-sama diikuti yang lainnya untuk membongkar ponton-ponton tersebut, sehingga lokasi tersebut steril dari aktifitas tambang pasir timah. 

"Hal ini ditegaskan juga tidak ada unsur pembiaran terhadap para penambang tersebut, kemudian apabila masih melakukan dan membandel serta tidak mengindahkan tahapan atau sosialisasi yang dilakukan bersama-sama dengan instansi terkait maka akan diproses sesuai aturan berlaku," pungkasnya. (and)





Berikan Komentar

Kamtibmas Lainnya
Tikam Lilizar, Iwan Saraf Diringkus
Tikam Lilizar, Iwan Saraf Diringkus
Rabu, 23 Oktober 2019 18:51 WIB
MUNTOK - Marwan alias Iwan Saraf (40) warga Nibung Kecamatan Puding Besar Kabupaten Bangka dibekuk tim gabungan terdiri dari Sat
Istri Pejabat Pemkab Babar Korban Jambret
Istri Pejabat Pemkab Babar Korban Jambret
Rabu, 23 Oktober 2019 15:51 WIB
MUNTOK - Sepulang mengambil uang di mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM), Sulastri (38) warga gang Campur Sari Pal 3
Tongkang Muatan Solar Diduga Ilegal Terbakar di Dermaga Perairan Tunguk Tanjung Niur
Tongkang Muatan Solar Diduga Ilegal Terbakar di Dermaga Perairan Tunguk Tanjung Niur
Selasa, 22 Oktober 2019 13:21 WIB
MUNTOK - Kapal kayu mengangkut BBM jenis solar ludes dilalap si jago merah di dermaga perairan laut Tuguk Tanjung Niur
Karyawan PT BPL Dikabarkan Tewas Terjepit Mesin
Karyawan PT BPL Dikabarkan Tewas Terjepit Mesin
Senin, 21 Oktober 2019 20:15 WIB
MUNTOK - Terungkap sudah penyebab meninggalnya Sukarmin warga Desa Kacung Kecamatan Kelapa pada tanggal 14 Oktober 2019 lalu, disebabkan laka