Sakit Tak Kunjung Sembuh, AN Nekat Gantung Diri


Sakit Tak Kunjung Sembuh, AN Nekat Gantung Diri

MUNTOK - AN (44) bapak empat anak, warga Jalan Skip, Pal 2 Kelurahan Sungai Daeng Kecamatan Muntok Kabupaten Bangka Barat (Babar) nekat mengakhiri hidup dengan cara mengantung diri di kusen dapur rumah, Minggu (3/2/2019), sekiatr pukul 15.00 WIB.

Aksi nekat korban ini dipicu akibat tak mampu menahan sakit maag dan asam lambung yang dideritanya. Meskipun sudah berupaya dilakukan pengobatan namun takkunjung sembuh. Lantaran putus asa korban mengambil jalan pintas dengan cara bunuh diri.


Jenazah korban pertama kali diketahui Yen Yi (31) istri korban, yang saat itu baru pulang kerumah dan bermaksud hendak mengambil air minum kedapur. Alangkah kagetnya Yen Yi saat melihat tubuh suaminya tergantung dengan kondisi sudah tak bernyawa.

Tek pelak, Yen Yi yang saat itu kaget langsung berteriak minta tolong, warga sekitar rumah yang mendengat teriakan langsung mendatangi asal suara. Jenazah korban yang saat itu masih tergantung langsung diturunkan warga setelah diminta oleh pihak keluarga korban.

Kapolres Babar AKBP Firman Andreanto SIk melalui Kapolsek Muntok, Iptu Christo mengatakan, aksi bunuh diri tersebut sudah direncanakan oleh AN  dan baru diketahui istri korban yang bernama Yen Yi (31)  saat hendak mengambil Air minum ke dapur, selanjutnya Yen Yi sempat memanggil tetangganya untuk menurunkan korban, namun korban sudah meninggal dunia.

"Menurut keterangan istri korban korban pernah mengeluh sakit maag dan asam lambung yang sudah lama dideritanya semenjak masih bujangan dan sudah sering berobat akan tetapi tidak kunjung sembuh. Diduga korban meninggal dunia karena depresi penyakit yang tak kunjung sembuh" ungkap Kapolsek, Senin (4/2) pagi.

"Pagi itu (3/2/2019-red) sekira pukul 09.30 wib istri dan empat orang anaknya, disuruh korban pergi bermain ke tempat ibunya korban.  Alasanya korban ingin istirahat/tidur biar tidak mengganggu. diduga korban sudah merencanakan aksinya ini" tambah Kapolsek.

Terpisah salah satu pegawai yang bekerja di tokoh milik korban mengatakan bahwa korban sempat mengeluh susah tidur. 

"Saat itu pada hari Jumat (1/2/2019-red ) dia masih ketokoh dan ia sempat bilang ke saya kalau susah tidur, jadi saya bilang coba minum obat tidur. Hari ini dapat kabar seperti ini,, kami nggak menyangka ia melakukan ini," Ucap pegawai korban saat berbincang dengan RB di rumah duka.(oma)





Berikan Komentar

Kamtibmas Lainnya
Beli Ikan Patin Di Warung Makan, Eh Malah Curi Handphone
Beli Ikan Patin Di Warung Makan, Eh Malah Curi Handphone
Selasa, 25 Februari 2020 16:25 WIB
TOBOALI – Jajaran Polsek Toboali berhasil membekuk seorang tersangka pencurian handphone di warung makan Pecel Lele di Jalan Sudirman Kecamatan
Cegah Radikalisme, Wakapolres Lakukan Giatkan Subuh BerJamaah
Cegah Radikalisme, Wakapolres Lakukan Giatkan Subuh BerJamaah
Rabu, 19 Februari 2020 16:34 WIB
TOBOALI - Wakapolres Bangka Selatan (Basel), Kompol Sarwo Edi Wibobo bersama anggota melaksanakan silahturahmi sholat subuh berjamaah dari Mesjid ke
DPO Pelaku Pengeroyokan Nasi Goreng Cukim Ditangkap
DPO Pelaku Pengeroyokan Nasi Goreng Cukim Ditangkap
Senin, 17 Februari 2020 07:02 WIB
TOBOALI - Tim Opsnal Polsek Toboali berhasil mengamankan ZK alias Acit (35), seorang DPO kasus penganiyaan pedagang nasi goreng, Ahmad
Gauli Anak Tirinya, Ed Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara
Gauli Anak Tirinya, Ed Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara
Sabtu, 15 Februari 2020 09:33 WIB
TOBOALI - Ed (39) warga Toboali, Kabupaten Bangka Selatan (Basel) akhirnya harus mempertanggungjawabkan perbuatan bejatnya terhadap anak dibawah umur berinisial