Bikin Resah, Empat Nelayan Basel Diancam Dua Pria Bersebo Dengan Senjata Api


Bikin Resah, Empat Nelayan Basel Diancam Dua Pria Bersebo Dengan Senjata Api

TOBOALI - Pengancaman kepada 4 nelayan Toboali yang tergabung dalam nelayan Batu Perahu yang sedang mencari ikan terjadi pada Sabtu(12/1), malam. Pelaku berjumlah 2 orang ini menggunakan kapal speed menghampiri 2 kapal nelayan diperairan Mempunai, Tanjung Gusung Toboali.

Ketua Nelayan Batu Perahu, Joni Zuhri membenarkan peristiwa yang terjadi sekitar pukul 22.00 wib dan 23.00 wib itu. Dari keterangan nelayan, pelaku datang menggunakan sebo. 

"Naik ke kapal nelayan satu orang menggunakan sebo memegang senpi.Yang satunya lagi menunggu di speed,"kata Joni kepada Radar Bangka, Minggu(13/1).

Pelaku sempat menembakan 1 kali ke udara kemudian mendatangi lagi nelayan yang mencari ikan diperairan Mempunai,Tanjung Gusung. Pelaku memaksa nelayan untuk tidak melaut sebelum masalah trawl selesai.

"Dengan kejadian ini tidak menyurutkan kami untuk demo besok (Senin,14/1) ke Polda terkait maraknya trawls diperairan Bangka Selatan dan kami minta untuk segera ditindak tegas,"jelasnya.

Hal serupa disampaikan salah satu nelayan yang diancam oleh pelaku. Dijelaskannya ia bersama rekannya turun kelaut sekitar pukul 21.00 wib dengan jarak 4 mil dari pantai. Entah tiba - tiba, ia kaget sudah ada 1 orang naik diatas kapalnya.

"Habis menjala ikan, saya langsung tidur lalu sekitar pukul 22,  saya dibanguni oleh orang sambil berkata kalau ngak bangun saya tembak. Pelaku nanya dari mana dan menyuruh tarik jaring dan meminta jangan kelaut sebelum masalah trawl selesai,"ujarnya.

Menurutnya sebelum meninggal kapal,pelaku menembakan pistolnya sekali ke udara sembari mengatakan bahwa pelaku mendatangi nelayan bukan untuk merampok.

"Saya kira itu pistol mainan, dia nembak keatas pas berada disamping saya. Dia minta disampaikan ke teman - teman kita didarat untuk tidak melaut sampai masalah trawls selesai,"bebernya.

Mendapat informasi adanya ancaman tersebut, Kapolres Basel AKBP Aris Sulistyono langsung mengunjungi kelompok nelayan yang berada di Batu Perahu.Didampingi Wakapolres dan Danpos AL Toboali, Kapolres berjanji akan segera menindaklanjuti keluhan nelayan atas ancaman tersebut.

"Ada tim terpadu yang diketuai oleh Bapak Gubernur yang didalamnya ada Polri, TNI AL dan DKP. Persoalan ini akan disikapi dan mohon kerjasamanya.Saya harapkan jangan ada yang melakukan kegiatan yang merugikan kita,"ucapnya.

Ditegaskan perwira melati dua dipundaknya ini bahwa pihaknya akan melakukan patroli pengamanan terhadap kegiatan nelayan dilaut. Menurut Kapolres, tujuan patroli ini agar kegiatan nelayan berjalan dengan lancar. 

"Akan kita lakukan patroli pengamanan bersama unsur terkait dimana wilayahnya atau area yang dominan,"tegas Aris.

Menanggapi hal tersebut, Joni meminta agar segera ditindaklanjuti." Mohon untuk ditindaklanjuti dan kami tidak motif apa. Dan kami yakin ditanggapi dengan serius dan kami serahkan kepolisian untuk menyikapi masalah ini,"pintanya.(bim)





Berikan Komentar

Kamtibmas Lainnya
Tragedi Maut Merawang, Domi Tewas Bersimbah Darah
Tragedi Maut Merawang, Domi Tewas Bersimbah Darah
Sabtu, 23 Februari 2019 08:09 WIB
MERAWANG - Seorang pria diketahui bernama Domi diketemukan tewas mengenaskan di rumah kontrakan di Desa Balunijuk, Kecamatan Merawang, Bangka pada
Vega R Vs Suzuki Ertiga Adu Kambing, Kakek 70 Tahun Tewas Ditempat
Vega R Vs Suzuki Ertiga Adu Kambing, Kakek 70 Tahun Tewas Ditempat
Jum'at, 22 Februari 2019 21:47 WIB
MUNTOK - Tabrakan ala adu kambing antara sepeda motor Yamaha Vega R dengan mobil Suzuki Ertiga terjadi di Jalan
Polsek Lubukbesar Ajak Masyarakat Hidup Bersih Sehat
Polsek Lubukbesar Ajak Masyarakat Hidup Bersih Sehat
Kamis, 21 Februari 2019 20:07 WIB
LUBUKBESAR - Momentum Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang jatuh pada 21 Februari, maka Polsek Lubukbesar mengajak masyarakat untuk membiasakan
Dua Siswi Madrasah Tenggelam, Kemenag Bangka Tengah Belum Terima Laporan
Dua Siswi Madrasah Tenggelam, Kemenag Bangka Tengah Belum Terima Laporan
Selasa, 19 Februari 2019 14:45 WIB
KOBA - Kemenag Kabupaten Bangka Tengah hingga Senin (18/2) siang, menegaskan belum menerima laporan dari pihak madrasah Pontren Darurrohmah Lubukbesar