Oknum Guru Cabul Divonis 7 Tahun Penjara


Oknum Guru Cabul Divonis 7 Tahun Penjara

TOBOALI – Oknum guru WP (30) divonis 7 tahun penjara, denda Rp1miliar lantaran melakukan perbuatan asusika terhadap anak dibawah umur RN (15) berdasarkan dari Pengadilan Negeri Sungailiat melalui putusan nomor: 380/Pid.Sus/2017/PN.Slg tanggal 23 Oktober 2017. Hal tersebut disampaikan Kasi Pidum Kejari Basel Dwi Nanda Saputra,SH, MH.

Dalam putusan terdakwa dianggap bersalah melanggar pidana dalam Pasal 82 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Sesuai tuntutan Jaksa dan putusan terdakwa dijerat dengan pidana penjara selama 7 tahun denda sebesar Rp 1 miliar.

“Hal ini tnetu kita sangat sayangkan karna tenaga pendidik sampai melakukan hal demikian dan harusnya menjadi panutan.Kedepan saya sarankan agar diadakan psikotes kejiwaan secara rutin kepada pendidik, baik yang lama maupun yang akan direkrut untuk melihat kejiwaan guru agar hal serupa tidak terjadi lagi dan lebih termonitor,” ujar Kasi Pidum Kejari Basel Dwi Nanda Saputra kepada wartawan, Rabu (4/4).

Terpisah, Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Basel Sumadi dikonfirmasi Radar Bangka menegaskan pihaknya memberikan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Yang pasti ada saksinya setelah menerima putusan ikrah putusan tersebut secara tertulis karna sejak Januari 2018 sampai sekarang kami belum ada menerimnya.Saksinya berlaku termasuk sanksi pemecatan kalau memang sudah sesuai dengan aturan yang ada,” tegas Sumadi.

Seperti diketahui, jajaran Polres Basel membekuk seorang oknum guru berinisial WP karena diduga telah melakukan persetubuhan dan pencabulan kepada korban Rn (15), siswi SMP di Toboali. Oknum guru cabul tersebut ditangkap setelah korban bersama keluarganya melaporkan kasus yang dialami Rn ke kantor polisi, Rabu (1/3/2016) lalu.

Setelah mendapat laporan tersebut, tim Polres Basel menyelidiki keberadaan pelaku. Tersangka pencabulan dan persetubuhan Wp ketika dilakukan pemeriksaan oleh penyidik Polres Basel.Setelah informasi lengkap, petugas berhasil membekuk tersangka tanpa perlawanan saat sedang berada di rumah orangtuanya di Kelurahan Teladan, Toboali.

Selanjutnya pelaku beserta 2 unit handphone milik pelaku 1 unit HP merk Advan tab warna putih dan 1 unit HP merk Nokia warna hitam dibawa ke Mapolres Basel guna dilakukan Penyidikan lebih lanjut, dikarenakan Pelaku sempat mengancam korban akan menyebarkan foto vulgar milik korban menggunakan jasa media sosial.

Setelah melakukan pencabulan Wp juga sempat memberikan uang sebesar Rp 100 ribu, sambil mengatakan itu untuk belanja. Kemudian diambil korban lalu pulang ke rumahnya menggunakan sepeda motor.Dari hasilan laporan korban RN (15) terungkap bahwa tersangka sudah melakukan dua kali pencabulan dan satu kali persetubuhan terhadap korban yang masih di bawah umur ini. (bim)




Banner

Berikan Komentar

Kamtibmas Lainnya
Setiap Hari Wanita Ini Harus Melayani Nafsu Bejat Anak Majikan
Setiap Hari Wanita Ini Harus Melayani Nafsu Bejat Anak Majikan
Selasa, 02 Juni 2020 12:42 WIB
CIANJUR - Niat bekerja menjadi pembantu rumah tangga di Bahrain, Timur Tengah untuk membantu perekonomian suami, tenaga kerja wanita (TKW)
Polsek Simpang Rimba Ringkus Penadang Barang Curian
Polsek Simpang Rimba Ringkus Penadang Barang Curian
Senin, 01 Juni 2020 11:21 WIB
TOBOALI – Polsek Simpang Rimba berhasil meringkus Her alias Wan (39), penadah barang curian kantor Desa Bangka Kota. Pelaku diamankan
Kebencian Jadi Motif Penyebaran Video Porno Mirip Syahrini
Kebencian Jadi Motif Penyebaran Video Porno Mirip Syahrini
Kamis, 28 Mei 2020 15:00 WIB
JAKARTA - Penyidik Sub Direktorat Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menyebut kebencian terhadap Syahrini menjadi motif pemilik akun Instagram @danunyinyir99
Tak Ada Ampun! Satgas Nemangkawi Kejar KKB Papua Penembak Petugas Gugus Covid-1
Tak Ada Ampun! Satgas Nemangkawi Kejar KKB Papua Penembak Petugas Gugus Covid-1
Minggu, 24 Mei 2020 10:40 WIB
JAYAPURA - Satuan Tugas Operasi Nemangkawi masih mengejar kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang menembak dua anggota Gugus Tugas COVID-19 di