Pemuda Pendiam Gantung Diri


Pemuda Pendiam Gantung Diri

KELAPA KAMPIT - Warga Dusun Buding Desa Buding, Kecamatan Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur (Beltim) Ahad (4/3) pagi, gempar. Sesosok tubuh berjenis kelamin laki-laki yang sudah mayat ditemukan tergantung dalam sebuah rumah dua lantai.
 
Jasad pemuda berinisial ET (21) dilihat tanpa sengaja oleh tetangganya Nur Halimah (42), yang tak jauh dari rumah korban. Nur yang kaget melihat sosok mayat itu, langsung bergegas memberitahukan kepada suaminya dan tetangga serta Ketua RT setempat.

Setelah semua berkumpul, mereka bersama-sama mendatangi rumah tersebut. Sempat beberapa kali memanggil ke arah rumah, namun tidak ada jawaban sama sekali. Kemudian, mereka berinisitif memberitahu pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Kelapa Kampit.

Sumber dari pihak kepolisian menyebutkan Polsek Kelapa Kampit segera berkoordinasi dengan Unit Identifikasi Sat Reskrim Polres Beltim guna melakukan penyelidikan lebih lanjut. Setelah melakukan olah TKP, mayat korban kemudian dibawa menuju Puskesmas Kelapa Kampit, untuk dilakukan pemeriksaan.

Kapolsek Kelapa Kampit, Iptu Antoni Saputra SH, membenarkan informasi penemuan mayat laki-laki tersebut. Korban pertama kali terlihat hari Minggu pagi sekira Pukul 06.15 WIB. Ketika itu saksi membuka pintu dapur dan tidak sengaja melihat ke arah jendela sebuah rumah di lantai dua.

"Saksi melihat seseorang sudah dalam posisi tergantung. Mendapati hal itu saksi memanggil suami dan memanggil ketua RT setempat dan pergi ke rumah tersebut," kutip Belitong Ekspres dari rilis pihak Kepolisian.

Dari hasil penyelidikan Unit Identifikasi Sat Reskrim Polres Beltim didampingi Dokter Hilvana Cahyadi didapat hasil bahwa korban meninggal dengan cara bunuh diri. Hal ini diperkuat dengan beberapa bukti fisik seperti tidak terdapat unsur kekerasan pada tubuh korban, veses dan sperma korban keluar, leher korban patah dan lidah korban menjulur dan tergigit.

Beberapa keterangan lainnya tentang bagaimana korban mengakhiri hidupnya adalah rumah dalam keadaan kosong kecuali korban. Korban menjerat lehernya dengan menggunakan selang air, banyak ditemukannya kaleng bekas lem aibon dan tidak ada barang milik korban yang hilang.

Keterangan dari orangtua korban, Ruswandi alias Bugit (41) menyebutkan, anaknya ET tinggal di rumah yang beralamat di Dusun Cendil Desa Cendil Kecamatan Kelapa Kampit.

Korban selama ini memang tidak tinggal bersama orangtua dan memilih menempati rumah milik salah seorang kerabatnya. Keseharian korban adalah seorang anak yang pendiam dan jarang berkomunikasi dengan orangtuanya.

Usai dilakukan pemeriksaan di Puskesmas Kelapa Kampit, mayat korban langsung dibawa pulang oleh pihak keluarga. Keluarga juga menolak melakukan otopsi dan memilih segera menguburkan di kampung halamannya. (msi)





Berikan Komentar

Kamtibmas Lainnya
Beli Ikan Patin Di Warung Makan, Eh Malah Curi Handphone
Beli Ikan Patin Di Warung Makan, Eh Malah Curi Handphone
Selasa, 25 Februari 2020 16:25 WIB
TOBOALI – Jajaran Polsek Toboali berhasil membekuk seorang tersangka pencurian handphone di warung makan Pecel Lele di Jalan Sudirman Kecamatan
Cegah Radikalisme, Wakapolres Lakukan Giatkan Subuh BerJamaah
Cegah Radikalisme, Wakapolres Lakukan Giatkan Subuh BerJamaah
Rabu, 19 Februari 2020 16:34 WIB
TOBOALI - Wakapolres Bangka Selatan (Basel), Kompol Sarwo Edi Wibobo bersama anggota melaksanakan silahturahmi sholat subuh berjamaah dari Mesjid ke
DPO Pelaku Pengeroyokan Nasi Goreng Cukim Ditangkap
DPO Pelaku Pengeroyokan Nasi Goreng Cukim Ditangkap
Senin, 17 Februari 2020 07:02 WIB
TOBOALI - Tim Opsnal Polsek Toboali berhasil mengamankan ZK alias Acit (35), seorang DPO kasus penganiyaan pedagang nasi goreng, Ahmad
Gauli Anak Tirinya, Ed Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara
Gauli Anak Tirinya, Ed Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara
Sabtu, 15 Februari 2020 09:33 WIB
TOBOALI - Ed (39) warga Toboali, Kabupaten Bangka Selatan (Basel) akhirnya harus mempertanggungjawabkan perbuatan bejatnya terhadap anak dibawah umur berinisial