Pemda Telah Berupaya Selesaikan Problema Koba Tin


 Pemda Telah Berupaya Selesaikan Problema Koba Tin

 KOBA - DPRD Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengharapkan permasalahan mengenai aset dan segala bentuk permasalahan yang ada di eks PT Koba Tin segera direalisasikan utnuk diselesaikan oleh pihak terdekat pemerintah daerah. 

Pasalnya, jika hal ini terus berlangsung tanpa ada kejelasan problema penjarahan terhadap aset-aset perusahaan kian marak dan lambat laun aset itu akan habis. "Agar lebih optimal, sebaiknya aset itu diserahkan kepada Pemda karena tidak mungkin dibawa ke Jakarta," ujar Ketua DPRD Bateng, Algafry Rahman kepada sejumlah awak media, Rabu (7/2).

Sepengetahuan pihaknya, hingga saat ini proses serah terima aset milik eks PT Koba Tin belumpernah dilakukan sehingga kondisinya Pemda Bateng belum bisa berbuat banyak untuk menyelesaikan persoalan di lapangan.

Saat disinggung mengenai apakah pemerintah daerah ada rencana atau sudah melakukan pendataan terkait aset, pemerintah belum dapat juga melakukan hal itu karena terkait data-data tersebut ada di pihak Koba Tin dan dirinya meyakini Kementerian ESDM telah mendapatkan data aset perusahaan asing tersebut. 

Pemda Bateng sudah dari dulu meminta pelimpahan aset akibat banyaknya penjarahan oleh oknum di masyarakat agar aset tidak bertabur liar, hilang melalui Negara, melibatkan Pemda untuk dapat dimanfaatkan karena izin itu ada di Kementerian ESDM. "Saya rasa semuanya sudah proaktif mencari solusi permasalahan itu, tinggal mereka (ESDM, red) yang mengambil sikap tegas, mereka memiliki kuasa itu," katanya. 

Politisi Golkar itu mengungkapkan, pada pertemuan terakhir dirinya saat berkunjung ke Kementerian ESDM pada akhir tahun 2017 kemarin, didapati jawaban aset yang ada saat ini murni masih milik eks PT Koba Tin saat mempertanyakan berkaitan dengan aset-aset yang tertinggal. 

Namun yang jadi pertanyaan peta permasalahan itu tidak ada ujung pangkalnya, dengan alasan ESDM tidak mencoba untuk mengadakan audiensi dengan Koba Tin agar dapat memperpanjang tempo waktu dalam penjualan aset untuk membayar hutang mitra dan karyawan. 

"Saya pikir Koba Tin akan nurut, kalau dibiarkan begini, aset yang juga ada termasuk lokasi tambang ketika digarap masyarakat, masyarakat lagi yang disalahkan, harus dijelaskan semua agar ada kejelasan, coba ESDM ambil sikap mau diapakan," jelasnya.(dev) 




Banner

Berikan Komentar

Kamtibmas Lainnya
Tak Ada Ampun! Satgas Nemangkawi Kejar KKB Papua Penembak Petugas Gugus Covid-1
Tak Ada Ampun! Satgas Nemangkawi Kejar KKB Papua Penembak Petugas Gugus Covid-1
Minggu, 24 Mei 2020 10:40 WIB
JAYAPURA - Satuan Tugas Operasi Nemangkawi masih mengejar kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang menembak dua anggota Gugus Tugas COVID-19 di
Dramatis, Pelanggar Jam Malam di Tulungagung Ditendang, Pingsan, Muntah Darah, Tewas
Dramatis, Pelanggar Jam Malam di Tulungagung Ditendang, Pingsan, Muntah Darah, Tewas
Jum'at, 15 Mei 2020 20:28 WIB
TULUNGAGUNG - Seorang sukarelawan penjaga perbatasan wilayah dalam rangka antisipasi wabah COVID-19 di Tulungagung, Jawa Timur ditangkap polisi karena menendang
Setubuhi Anak Tetangga, Pria 10 Anak di Basel Diringkus Polisi
Setubuhi Anak Tetangga, Pria 10 Anak di Basel Diringkus Polisi
Sabtu, 09 Mei 2020 23:17 WIB
TOBOALI - Mamad (58), warga Dusun Parit 2 Desa Kepoh, Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan diciduk polisi karena diduga mencabuli
Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas Mengenaskan
Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas Mengenaskan
Kamis, 07 Mei 2020 22:19 WIB
KOBA - Warga Desa Belilik Kecamatan Namang geger lantaran mendapati sesosok mayat pria dengan kondisi meninggal dunia dan bersimbah darah