Penjahat Kelamin Divonis 9 Tahun Penjara


Penjahat Kelamin Divonis 9 Tahun Penjara

SUNGAILIAT - Raut wajah lelaki muda itu seolah-olah tak menunjukkan rasa cemas atau pun pucat ketika sebuah palu terdengar cukup keras diketukan di meja hijau ketika itu di penghujung persidangan, Rabu (15/11/201) siang di ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat.

Majelis hakim yang diketuai Dewi Sulistiarini SH bersama dua orang anggotanya Arief Kadarmo SH dan Enro Walesa SH siang itu akhirnya menjatuhkan vonis hukuman 9 tahun 6 bulan kurungan penjara terhadap terpidana kasus pencabulan anak di bawah umur, Nurahman (20) warga Desa Beluluk, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah.
    
Dalam putusan majelis hakim pengadilan setempat terpidana (Nurahman) dinyatakan terbukti melakukan perbuatan tindak asusila terhadap bunga (10) warga Desa Beluluk, Kecamatan Pangkalan Baru.
    
"Apakah saudara menerima putusan ini," tanya majelis hakim di hadapan terpidana dan penasihat hukumnya saat itu.
    
Spontan mendengar pertanyaan majelis hakim saat itu penasihat hukum terpidana (Nurahman) pun mengatakan jika pihaknya 'pikir-pikir' terkait putusan majelis hakim tersebut.

Hal serupa diungkapkan oleh jaksa penuntut umum (JPU) asal Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bangka Tengah, Firman SH di hadapan majelis hakim padahal sebelumnya terpidana sempat dituntut 11 tahun atau sanksi hukuman kurungan penjara.
    
Meski begitu terkait putusan majelis hakim tersebut JPU itu menilai putusan tersebut cukup representatif dikenakan terhadap terpidana (Nurahman).
    
"Sudah cukup relevan karena putusan itu sudah dua pertiga dari tuntutan kita sebelumnya 11 tahun," kata JPU itu kepada wartawan ditemui di gedung PN Sungailiat usai sidang putusan perkara cabul itu.
    
Ketika disinggung wartawan soal terpidana (Nurahman) disebut-sebut oleh pihak keluarga mengalami gangguan 'keterbelakangan mental' namun hal tersebut dibantah oleh JPU itu.
    
"Sempat kami minta bukti di persidangan atau bukti-bukti jika terdakwa itu (Nurahman--red) mengalami cacat mental namun pihak keluarga terdakwa maupun penasihat hukumnya justru tak bisa menunjukkan bahwa yang bersangkutan mengalami cacat mental," terangnya.
    
Tak cuma itu bahkan pihaknya pun sebelumnya sempat menawarkan kepada pihak keluarga terdakwa maupun penasihat hukum terdakwa bahkan pihak kepolisian pun ditegaskanya justru sebelumnya telah melakukan pemeriksaan secara psikologi terhadap terdakwa (Nurahman) di rumah sakit jiwa (RSJ).
    
"Polisi sudah melakukan pemeriksaan saat BAP itu dan sudah di rumah sakit jiwa (RSJ--red)," tegasnya seraya menambahkan jika hasil pemeriksaan oleh pihak kepolisian terkait dugaan keterbelakangan mental menurutnya tidak ditemukan bukti jika terdakwa mengalami keterbelakangan mental.
    
Begitu pula saat disinggung kembali seputar awal penanganan perkara kasus pencabulan tersebut oleh pihak Polsek Pangkalan Baru dalam perkara itu tak saja Nurahman awalnya ditetapkan sebagai tersangka, akan tetapi ada tersangka atau pelaku lainnya.

"Iya ada dua pelaku. Yang satunya anak-anak. Nah kalau anak-anak sesuai undang-undang namanya sesuai tindakan jadi dikembalikan kepada orang tuanya," katanya.(net)




Banner

Berikan Komentar

Kamtibmas Lainnya
Polsek Simpang Rimba Ringkus Penadang Barang Curian
Polsek Simpang Rimba Ringkus Penadang Barang Curian
Senin, 01 Juni 2020 11:21 WIB
TOBOALI – Polsek Simpang Rimba berhasil meringkus Her alias Wan (39), penadah barang curian kantor Desa Bangka Kota. Pelaku diamankan
Kebencian Jadi Motif Penyebaran Video Porno Mirip Syahrini
Kebencian Jadi Motif Penyebaran Video Porno Mirip Syahrini
Kamis, 28 Mei 2020 15:00 WIB
JAKARTA - Penyidik Sub Direktorat Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menyebut kebencian terhadap Syahrini menjadi motif pemilik akun Instagram @danunyinyir99
Tak Ada Ampun! Satgas Nemangkawi Kejar KKB Papua Penembak Petugas Gugus Covid-1
Tak Ada Ampun! Satgas Nemangkawi Kejar KKB Papua Penembak Petugas Gugus Covid-1
Minggu, 24 Mei 2020 10:40 WIB
JAYAPURA - Satuan Tugas Operasi Nemangkawi masih mengejar kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang menembak dua anggota Gugus Tugas COVID-19 di
Dramatis, Pelanggar Jam Malam di Tulungagung Ditendang, Pingsan, Muntah Darah, Tewas
Dramatis, Pelanggar Jam Malam di Tulungagung Ditendang, Pingsan, Muntah Darah, Tewas
Jum'at, 15 Mei 2020 20:28 WIB
TULUNGAGUNG - Seorang sukarelawan penjaga perbatasan wilayah dalam rangka antisipasi wabah COVID-19 di Tulungagung, Jawa Timur ditangkap polisi karena menendang