Insentif Guru PAUD Babar Belum Dibayar


Insentif Guru PAUD Babar Belum Dibayar

MUNTOK - Sejumlah guru PAUD di Kabupaten Bangka Barat (Babar) mengeluh. Pasalnya, sudah enam bulan insentif mereka tidak dicairkan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Babar. Oleh karena itu, Senin (10/7) pagi ratusan guru PAUD di Babar mendatangi DPRD Babar guna menyampaikan aspirasi mereka.

Kedatangan guru PAUD di Kantor DPRD Babar diterima sejumlah anggota DPRD diantaranya Wakil Ketua H Badri Syamsu, anggota Komisi I DPRD Babar Nendar Firdaus, Sayuti Arsyad, Nola dan H Kasim. Selain itu pada Rapat Dengan Pendapat dengan ratusan guru PAUD kemarin tampak hadir pula Sekretaris Dikpora Babar Yusuf Yudono.

"Kami ingin menanyakan kenapa insentif kami terhitung dari bulan Januari hingga sekarang belum di cairkan, dan sudah terhitung sudah enam bulan tidak dicairkan? padahal kami yang mengabdi sebagai tenaga pendidik PAUD sudah bertahun-tahun," ujar Martinah yang mengaku sejak tahun 2006 mengabdi sebagai salah satu guru PAUD di Kecamatan Simpang Teritip, Senin (10/7) siang.

Selain itu, dirinya menyesalkan pencairan dana insentif guru PAUD di Kabupaten Babar pada tahun 2017 dilakukan secara tidak merata. Ia mencontohkan salah satu PAUD di Kecamatan Simpang Teritip ada sebagian guru sudah dicairkan dan ada yang belum. "Kita juga menyesalkan kenapa pencairan dananya tidak merata, ada yang sudah cair dan ada pula yang belum. Seperti PAUD Aster sana belum satu pun guru yang menerima insentif dari bulan jJanuari kemarin, "sesal Murtinah.

Hal senada disesalkan rekan Murtinah yakni Zariliana yang mengajar sejak tahun 2009 silam. Dirinya mengaku belum menerima dana insentif apapun, sejak Januari 2017 kemarin. Bahkan dirinya menuding, guru yang sudah menerima insentif pada tahun ini dikarenakan kedekatan mereka dengan kepala daerah. "Ini sangat tidak adil, sebagian guru terutama yang masih baru sudah menerima insentif, mungkin kedekatan mereka dengan petinggi petinggi di Babar ini. Sedangkan kami yang sudah lama mengajar ini belum menerima insetif apapun," sesal Zariliana.

Sementara Anggota Komisi I DPRD Babar Sayuti Arsyad mendesak Pemkab Babar untuk segera menyelesaikan persoalan ini. Menurutnya jika persoalan ini dibiarkan akan berdampak pada dunia pendidikan di Babar. "Kita minta pemda harus segera menyelesaikan masalah ini, segera cairkan insentif nya. Karena ini akan berdampak pada dunia pendidikan di Babar," tegas Sayuti Arsyad.

Menanggapi persoalan tersebut, Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Babar Yusuf Yudono menerangkan beberapa alasan yang menjadi kendala teknis yang dihadapi pihaknya untuk pencairan insentif guru guru PAUD di Babar."Kita akui memang keterlambatan pencairan dana insentif ini tidak luput dari kelalaian kami (Dikpora,red), tetapi ini bukan bentuk dari kesengajaan karena sejak proses anggaran pada bulan April lalu, kami yang ada dinas ini belum bisa mencairkan anggaran apapun. Hal itu, disebabkan masih adanya laporan-laporan yang harus segera diselesaikan kepada BPK, bahkan laporan tersebut, hingga bulan ini masih terus kami kerjakan," terang Yusuf Yudono.

Dirinya berjanji, pada semester kedua ini pihaknya akan mengupayakan agar dana insentif tersebut dapat dicairkan. "Pada sementer II ini akan segera kami selesaikan proses administrasi pencairan nya, supaya dana insentif termasuk tunjangan penghasilan guru dapat dicairkan tampa mengurangi hak rekan-rekan guru PAUD," pungkas Yusuf Yudono.(ray)





Berikan Komentar

Kamtibmas Lainnya
Beli Ikan Patin Di Warung Makan, Eh Malah Curi Handphone
Beli Ikan Patin Di Warung Makan, Eh Malah Curi Handphone
Selasa, 25 Februari 2020 16:25 WIB
TOBOALI – Jajaran Polsek Toboali berhasil membekuk seorang tersangka pencurian handphone di warung makan Pecel Lele di Jalan Sudirman Kecamatan
Cegah Radikalisme, Wakapolres Lakukan Giatkan Subuh BerJamaah
Cegah Radikalisme, Wakapolres Lakukan Giatkan Subuh BerJamaah
Rabu, 19 Februari 2020 16:34 WIB
TOBOALI - Wakapolres Bangka Selatan (Basel), Kompol Sarwo Edi Wibobo bersama anggota melaksanakan silahturahmi sholat subuh berjamaah dari Mesjid ke
DPO Pelaku Pengeroyokan Nasi Goreng Cukim Ditangkap
DPO Pelaku Pengeroyokan Nasi Goreng Cukim Ditangkap
Senin, 17 Februari 2020 07:02 WIB
TOBOALI - Tim Opsnal Polsek Toboali berhasil mengamankan ZK alias Acit (35), seorang DPO kasus penganiyaan pedagang nasi goreng, Ahmad
Gauli Anak Tirinya, Ed Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara
Gauli Anak Tirinya, Ed Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara
Sabtu, 15 Februari 2020 09:33 WIB
TOBOALI - Ed (39) warga Toboali, Kabupaten Bangka Selatan (Basel) akhirnya harus mempertanggungjawabkan perbuatan bejatnya terhadap anak dibawah umur berinisial