Kasus Pembunuhan Pasutri di Bukit Mangkol Masih Misteri


Kasus Pembunuhan Pasutri di Bukit Mangkol Masih Misteri

KOBA - Minimnya saksi, dan alat bukti dalam mengungkap kasus pembunuhan pasutri di bukit Mangkol Kecamatan Simpangketis pada pekan kedua bulan November 2016 membuat pihak kepolisian Polres Bateng belum bisa mengungkap peristiwa naas tersebut.
    Berbagai spekulasi terus bermunculan atas terjadinya pembunuhan Iswandi alias Andi (28) dan istrinya Aliska (29) dengan luka tusukan sebanyak 30 liang dari keduanya tersebut.
    "Ada dua kemungkinan terjadinya peristiwa tersebut.Alat bukti sekarang dan gelar perkara, yang memungkinkan pembunuhan suami ke istri, setalah itu suami bunuh diri, tapi masih ada yang janggal, kami terus lakukan pengungkapan," kata Kapolres Bateng, AKBP Frenky Yusandhy kepada wartawan, Senin (5/6) kemarin.
    Kematian sadis keduanya cukup menjadi perhatian publik. Namun hingaa saat ini, peristiwa yang menimpa pasutri tersebut sudah memasuki bulan ketujuh pada Juni 2017 ini. Belum diketahui pasti apa penyebab dan siapa dalang pelaku pembunuhan dibaliknya yang mana tim kepolisian terus melakukan pendalaman.
    Sementara Kasi Pidum Kejari Bateng, Dede Muhammad Yasin menjelaskan terkait pembunuhan bukit mangkol tersebut belum juga terungkap, ada barang bukti, namun pihaknya belum menerima SPDP.Kalau penyidik buat seperindik buat KUHP harus mengeluarkan surat pemulaian penyelidikan, karena tidak ditemukan dua alat bukti dan itu tidak bisa juga.
    "Kasus pembunuhan di Mangkol pada saat ini kami katakan Kejari Koba belum menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) karena jika sudah ada surat tersebut maka sudah ada tersangkanya," ungkapnya.
    Ia menerangkan, dalam peristiwa ini SP3 bisa di buka kalau sebelumnya di SP3 kan karena ada tindak pidananya, dua nyawa manusia hilang.Cuma untuk membawa perkara ketahap lebih tinggi harus ada alat bukti dan keyakinan hakim.
    "Tindak pidana ada pada kematian tersebut, hal itu disebabkan karena hilangnya dua nyawa. Menurutnya, walau kasus tersebut SP3 tetap dapat dibuka kembali jika menemukan alat bukti baru," terangnya.
    Terpisah, Kasat Reskrim Polres Bateng, AKP Syamsul Bagja menegaskan pihaknya terus berupaya melakukan penyelidikan, masyarakat masih tertutup juga, sehingga untuk mengarah kesiapa dan bagaimana kita belum mendapat gambaran pasti.Namun akan tetap melakukan penyelidikan dengan sabar walau sepertinya masyarakat agak terkesan tertutup atas peristiwa itu.
    "Sudah ada beberapa barang bukti yang dipegang. Namun dari barang bukti tersebut belum menemukan titik terang.Menurut saya,hal ini diduga adanya pembunuhan karena dilihat dari olah TKP dilapangan. Akan tetapi perlu pembuktian untuk memastikan hal tersebut.Kalau disebut profesional tidak terlalu, kalau sekiranya sudah direncanakan mungkin, diduga pembunuhan, luka di korban, jaraknya dirasakan kalau bunuh diri masih jauh. Belum ada bukti baru, pelan-pelan, harus sabar," kata Syamsul.
    Untuk sementara ini, kasus yang bisa dianggap kasus tunggakan ini masih dilakukan oleh tim penyelidik
dari Polres Bateng dan melibatkan Polda Babel saja.Namun pihaknya meyakini kasus ini akan menemui titik terang dan berhasil terungkap.
    "Ada yang diperiksa polda dan kita ada, keterangan ada, tapi belum ada yang mengarah. Kita optimis bakal terungkap, kita tetap melakukan penyelidikan dan berusaha untuk mengungkap, siapa sebenarnya yang menjadi pelakunya dan motifinya seperti apa pula," cetusnya. (cr3)





Berikan Komentar

Kamtibmas Lainnya
Cegah Radikalisme, Wakapolres Lakukan Giatkan Subuh BerJamaah
Cegah Radikalisme, Wakapolres Lakukan Giatkan Subuh BerJamaah
Rabu, 19 Februari 2020 16:34 WIB
TOBOALI - Wakapolres Bangka Selatan (Basel), Kompol Sarwo Edi Wibobo bersama anggota melaksanakan silahturahmi sholat subuh berjamaah dari Mesjid ke
DPO Pelaku Pengeroyokan Nasi Goreng Cukim Ditangkap
DPO Pelaku Pengeroyokan Nasi Goreng Cukim Ditangkap
Senin, 17 Februari 2020 07:02 WIB
TOBOALI - Tim Opsnal Polsek Toboali berhasil mengamankan ZK alias Acit (35), seorang DPO kasus penganiyaan pedagang nasi goreng, Ahmad
Gauli Anak Tirinya, Ed Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara
Gauli Anak Tirinya, Ed Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara
Sabtu, 15 Februari 2020 09:33 WIB
TOBOALI - Ed (39) warga Toboali, Kabupaten Bangka Selatan (Basel) akhirnya harus mempertanggungjawabkan perbuatan bejatnya terhadap anak dibawah umur berinisial
Beraksi di Basel, Residivis Curat di Dor Polisi
Beraksi di Basel, Residivis Curat di Dor Polisi
Selasa, 04 Februari 2020 12:05 WIB
TOBOALI - Tim gabungan Opsnal Polsek Toboali, Polres Basel dan Reskrim Polresta Pangkalpinang berhasil meringkus residivis pencurian, Dika (30)