Polisi Periksa 5 Saksi Terkait Penikaman di Basel


Polisi Periksa 5 Saksi Terkait Penikaman di Basel

Ciri-ciri Tersangka Belum Jelas

    TOBOALI - Lima orang saksi diperiksa pihak kepolisian atas tewasnya Saputra Sahirin alias Putra (14). "Untuk sementara masih penyelidikan. Kita sudah periksa lima saksi," ujar Kasat Reskrim AKP Rio Reza Parindra dikonfirmasi Radar Bangka via seluler, Senin (20/3). Putra tewas ditikam oleh orang tak dikenal, Sabtu (18/3) malam saat menonton hiburan musik di Kelurahan Tanjung Ketapang, Toboali.

    Korban tewas bersimbah darah dengan luka dibagian punggung, bagian kepala dan bagian samping punggung. Menurut Kasat Reskrim, kelima saksi ini diduga yang mengetahui kejadian dan melihat setelah kejadian tersebut. Saat ditanya apa akan ada saksi tambahan, Rio mengatakan kemungkinan itu ada. "Kalau saksi lain mungkin ada lagi yang mau kita periksa. Tapi kita dalami dulu yang lima  ini dulu. Mungkin bisa mengerucutkan lebih enak," tambah Rio.

    Rio menambahkan polisi masih kesulitan untuk mencari pelaku pembacok remaja asal Sukadamai, Kabupaten Basel itu yang merupakan anak bungsu dari pasangan Sahirin dan Nur Aida. Korban dibunuh secara sadis oleh tersangka pada Sabtu (18/3) malam saat menonton hiburan musik di Kelurahan Tanjung Ketapang, Toboali.

    "Kami belum mengantongi identitas pelaku. Ciri - ciri tersangka pun belum tergambar jelas. Kita masih mencari tahu apakah korban dengan tersangka saling kenal atau tidak. Intinya anggota masih dalam pencarian untuk itu kita minta waktu dan sabar biar terungkap semu kasusnya,” tukasnya.

    Seperti diberitakan sebelumnya, peristiwa pembunuhan sadis itu menggegerkan warga Kelurahan Tanjung Ketapang, Toboali. Korban tewas bersimbah darah dengan luka dibagian punggung, bagian kepala dan bagian samping punggung. Belum diketahui motif penusukan sehingga korban meninggal dunia di tempat kejadian. Korban malam itu ditemani rekannya Nanda Suprianto (20), warga Rawamangun. Beruntungnya Nanda masih bisa terselamatkan karena dibawa warga ke Pusyandik.

    Keluarga korban minta kepolisian segera menangkap tersangka penusukan. Ayah korban, Sahirin (50) mengatakan penganiayaan berat yang merenggut nyawa anak bungsunya saat ini belum diketahui pelakunya. Sahirin mengaku tidak tahu apa motif penganiayaan.

    "Ini mesti diusut sesuai dengan prosedur hukum. Anak saya ini tidak pernah berbuat yang aneh-aneh kepada temannya apalagi dengan orangtuanya. Kami minta pelakunya ini harus secepatnya ditangkap. Dan harapan kami bagi hiburan musik ke depanya harus diperketat agar tidak ada lagi kejadian-kejadian seperti ini,” ujarnya. (bim)





Berikan Komentar

Kamtibmas Lainnya
DPO Pelaku Pengeroyokan Nasi Goreng Cukim Ditangkap
DPO Pelaku Pengeroyokan Nasi Goreng Cukim Ditangkap
Senin, 17 Februari 2020 07:02 WIB
TOBOALI - Tim Opsnal Polsek Toboali berhasil mengamankan ZK alias Acit (35), seorang DPO kasus penganiyaan pedagang nasi goreng, Ahmad
Gauli Anak Tirinya, Ed Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara
Gauli Anak Tirinya, Ed Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara
Sabtu, 15 Februari 2020 09:33 WIB
TOBOALI - Ed (39) warga Toboali, Kabupaten Bangka Selatan (Basel) akhirnya harus mempertanggungjawabkan perbuatan bejatnya terhadap anak dibawah umur berinisial
Beraksi di Basel, Residivis Curat di Dor Polisi
Beraksi di Basel, Residivis Curat di Dor Polisi
Selasa, 04 Februari 2020 12:05 WIB
TOBOALI - Tim gabungan Opsnal Polsek Toboali, Polres Basel dan Reskrim Polresta Pangkalpinang berhasil meringkus residivis pencurian, Dika (30)
Cek Situasi Keamanan Terkini, Kapolres Basel Sambangi Desa
Cek Situasi Keamanan Terkini, Kapolres Basel Sambangi Desa
Kamis, 30 Januari 2020 20:22 WIB
TOBOALI - Dalam rangka pendekatan Polri dengan tokoh masyarakat di wilayah hukum Polres Bangka Selatan, Kapolres Bangka Selatan, AKBP S.