Pakar Sebut Saksi JPU Kasus Ahok Tak Berbobot


Pakar Sebut Saksi JPU Kasus Ahok Tak Berbobot

Pakar hukum Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Andi Syafrani menilai, keterangan sejumlah saksi yang dihadirkan dalam persidangan terdakwa perkara dugaan penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok masih jauh dari memenuhi unsur aspek pembuktian.

Selain itu, Andi menambahkan, kredibilitas saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum dalam persidangan Ahok juga patut dipertanyakan. Berdasarkan keterangan saksi, tercium unsur politis dalam perkara Ahok.

"Apalagi tidak ada satu pun orang dari Kepulauan Seribu yang ikut sebagai pelapor," kata Andi dalam keterangan tertulis, Kamis (12/1).

Ahok terjerat perkara dugaan penodaan agama imbas perkataannya mengenai Surah Al Maidah ayat 51. Dia menyampaikan hal itu pada saat kunjungan kerja ke Kepulauan Seribu.

Andi mengatakan, warga Kepulauan Seribu tidak ada yang mempermasalahkan pernyataan Ahok. Padahal seharusnya, mereka menjadi orang yang pertama kali keberatan dengan pernyataan mantan Bupati Belitung Timur itu.

"Warga di sana merasa tidak ada yang salah dengan ucapan Ahok. Ini pertanda, saksi-saksi yang dihadirkan tidak berbobot," tutur Andi.

Meski begitu, Andi menyatakan, majelis hakim yang menangani perkara Ahok, tidak bisa serta merta memerintahkan jaksa menghentikan perkara tersebut. Karena itu, saat ini merupakan kesempatan bagi jaksa untuk membuktikan dakwaan.

Sebab, majelis hakim akan tetap mendengarkan keterangan saksi-saksi dari jaksa, meski bobot kesaksiaannya rendah. Setelah itu, majelis hakim bakal memberikan kesempatan kepada Ahok untuk membela diri dengan bukti-bukti yang disiapkan.

Menurut Andi, proses hukum terhadap perkara Ahok akan terus berlanjut hingga masing-masing pihak merasa sudah cukup untuk membuktikan posisi mereka. Namun, harus diakui bahwa proses persidangan akan menyedot energi dan emosi.

"Tapi, yang paling penting adalah rasionalitas dalam pembuktian yang menyakinkan hakim, yang nanti akan jadi pertimbangan," ungkap Andi. (gil/jpnn)




Banner

Berikan Komentar

Kamtibmas Lainnya
Tak Ada Ampun! Satgas Nemangkawi Kejar KKB Papua Penembak Petugas Gugus Covid-1
Tak Ada Ampun! Satgas Nemangkawi Kejar KKB Papua Penembak Petugas Gugus Covid-1
Minggu, 24 Mei 2020 10:40 WIB
JAYAPURA - Satuan Tugas Operasi Nemangkawi masih mengejar kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang menembak dua anggota Gugus Tugas COVID-19 di
Dramatis, Pelanggar Jam Malam di Tulungagung Ditendang, Pingsan, Muntah Darah, Tewas
Dramatis, Pelanggar Jam Malam di Tulungagung Ditendang, Pingsan, Muntah Darah, Tewas
Jum'at, 15 Mei 2020 20:28 WIB
TULUNGAGUNG - Seorang sukarelawan penjaga perbatasan wilayah dalam rangka antisipasi wabah COVID-19 di Tulungagung, Jawa Timur ditangkap polisi karena menendang
Setubuhi Anak Tetangga, Pria 10 Anak di Basel Diringkus Polisi
Setubuhi Anak Tetangga, Pria 10 Anak di Basel Diringkus Polisi
Sabtu, 09 Mei 2020 23:17 WIB
TOBOALI - Mamad (58), warga Dusun Parit 2 Desa Kepoh, Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan diciduk polisi karena diduga mencabuli
Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas Mengenaskan
Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas Mengenaskan
Kamis, 07 Mei 2020 22:19 WIB
KOBA - Warga Desa Belilik Kecamatan Namang geger lantaran mendapati sesosok mayat pria dengan kondisi meninggal dunia dan bersimbah darah