Home >

Air PDAM Diserap Kelapa Sawit


Air PDAM Diserap Kelapa Sawit

SUNGAILIAT (radarbangka.co.id) - Perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Bangka, mengurangi ketersediaan sumber air baku di kawasan kolong penampungan PDAM Tirta Bangka karena daya serap tanaman sawit terhadap air cukup tinggi.
"Saat ini, kawasan kolong penampungan air PDAM dikelilingi ribuan hektar sawit sehingga ketersediaan air menyusut berkisar 10 hingga 15 centi meter dan diperkirakan penyusutan berlanjut hingga musim hujan tiba," ujar Kabag Teknik PDAM Tirta Bangka, Suratin, Kamis (4/8).
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil kajian Bappeda Kabupaten Bangka, satu batang pohon sawit mampu menyerap 25 liter air per hari sehingga berdampak terhadap ketersediaan air di kolong penampungan PDAM yang mengandalkan air hujan atau tadah hujan.
"Kami memiliki tiga kolong penampungan air baku yang disekitarnya terbentang ribuan hektar kebun sawit sperti di kolong Merawang, Pemali dan Belinyu yang merupakan bekas penambangan bijih timah milik PT Timah yang tidak lagi dikelola," ujarnya.
Ia mengatakan, penyusutan air juga diperparah maraknya penebangan hutan di kawasan kolong penampungan air baku sehingga daya serap air semakin berkurang.
Menurut dia, apabila tidak ada tindakan dan upaya dari pemerintah daerah untuk mencegah dengan tidak memberikan izin perkebunan sawit dan penebangan hutan liar di kawasan penampungan air diperkirakan ketersediaan bersih akan habis.
Berdasarkan analisis Universitas Bangka Belitung (UBB), ketersediaan air di kawasan kolong penampungan selama 20 tahun.
"Namun apabila perkebunan sawit terus bertambah dan maraknya penebangan hutan liar di kawasan penampungan air tentu ketersediaan air semakin cepat habis," ujarnya.
Ia mengatakan, untuk mengantisipasi penyusutan air yang lebih parah, pihaknya melakukan penghijauan di kawasan penambungan air yang sudah mengalami kerusakan karena perkebunan berpindah-pindah dan aktivitas penambangan bijih timah.
"Dalam dua tahun terakhir, sekitar 10 ribu berbagai jenis bibit pohon ditanami di kawasan hutan yang rusak agar pohon ini bisa menyerap air dan ketersediaan air akan semakin lama," ujarnya.
Untuk itu, kata dia, diharapkan pemerintah daerah melalui instansi terkait untuk menindak tegas pelaku penebangan hutan dan penambangan bijih timah serta tidak memberikan izin perkebunan sawit kepada pengusaha di kawasan penampungan air bersih.
"Kami mengharapkan sekali, pemerintah dan aparat untuk menindak tegas agar ketersediaan air bersih masyarakat terus telayani dengan baik," ujarnya. (ant/rb)




Berikan Komentar

Lainnya
Serangannya Ibarat Boling, dan Gadis di Bawah Truk..Oh Dia Melindasnya
Serangannya Ibarat Boling, dan Gadis di Bawah Truk..Oh Dia Melindasnya
Jum'at, 15 Juli 2016 15:11 WIB
NICE - Data korban dari tragedi serangan truk di Nice, Prancis, Kamis (14/7) malam terus bertambah. Terakhir, setidaknya 84 orang
Serangan Truk di Prancis: Anaknya Terkapar...Berdarah
Serangan Truk di Prancis: Anaknya Terkapar...Berdarah
Jum'at, 15 Juli 2016 15:09 WIB
NICE - Serangan truk yang menabrak kerumunan orang yang sedang merayakan Bastille Day di Nice, Prancis, Kamis (14/7) malam waktu
Menang atau Kalah
Menang atau Kalah
Selasa, 28 Juni 2016 18:57 WIB
"Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya, ia meninggalkan syahwat dan makannya karena aku, maka Aku yang akan
Weew... Pekerjaan Bergaji Rp 5,4 Miliar Ini Sepi Peminat
Weew... Pekerjaan Bergaji Rp 5,4 Miliar Ini Sepi Peminat
Rabu, 02 Maret 2016 07:42 WIB
SELANDIA BARU - Mendapat gaji melimpah tentu menjadi impian semua pekerja. Namun, hal itu tidak berlaku bagi sebuah pekerjaan di