DPRD Babel Akan Meninjau Gunung Tajam


DPRD Babel Akan Meninjau Gunung Tajam

TANJUNGPANDAN-DPRD Provinsi Bangka Belitung akan turun langsung ke lokasi pembabatan hutan di Gunung Tajam, dalam waktu dekat ini. Mereka akan memantau langsung tempat pembalakan liar tersebut.

Tidak hanya itu, mereka akan menyeret langsung Kepala Dinas Ketuhanan Provinsi Babel dan Kabupaten Belitung, untuk turun langsung ke lokasi. Serta meminta pertanggungjawaban, terkait kasus ini.

Anggota DPRD Provinsi Bangka Belitung Edi Nasapta mengatakan, dirinya sudah mendengar adanya kabar tersebut di media massa. Dia mengaku prihatin dengan adanya pembalakan liar itu.

Menurutnya hal ini tidak boleh dibiarkan. Seluruh elemen harus bertindak. Kalau tidak, maka akan banyak terjadi pembalakan hutan di tempat-tempat lain di Provinsi Bangka Belitung. 

"Kita minta Dishut mengambil tindakatan tegas dalam hal ini, yakni menangkap para pelaku pembalakan hutan," ujar Edi Nasapta, kepada Belitong Ekspres, Selasa (13/3) kemarin.

Dia menjelaskan, pihak Polhut bisa menangkap para pelaku kerusakan hutan. Setelah itu, untuk proses dilimpahkan ke kepolisian. Sesuai Undang-undang pekerjaan polisi hutan ini setara dengan instansi keamanan lain di Indonesia. 

"Jelas mereka bisa menindak. Apalagi saat menjalankan tugas menjaga hutan, Polhut dipersenjatai lengkap. Mulai laras pendek dan panjang. Tidak hanya itu, Polhut juga bisa menyidik," jelasnya.

Kata Edi, jika pembalakan terus terjadi, khususnya di Kawasan Gunung Tajam, maka akan berdampak negatif bagi ekosistem yang ada di lokasi. Yakni beberapa hewan seperti tarsius, ular dan kupu-kupu akan punah.

Dan juga berdampak kerusakan yang merugikan warga yang tinggal di sekitaran lokasi. Seperti pada saat hujan akan terjadi longsong, banjir bandanh, dan bencana alam yang ditimbulkan kerusakan hutan.

"Maka dari itu segere hentikan pembalakan liar. Bagi pembalak, Jangan goblok jadi orang, yang bisanya menyusahkan orang lain," kata Edi dengan nada kesal, usai membaca berita adanya pembalakan ini.

Menurut Edi, seharusnya mereka menjaga dan melestarikan hutan. Dia menjelaskan, hutan tidak boleh dirusak. Namun diperbolehkan untuk dimanfaatkan. Misalnya, dibuat penangkaran lebah (madu).

"Boleh juga dijadikan tempat wisata. Namun harus dikelolah dengan baik. Dan juga hutan harus ditanami,"pungkasnya. (kin)




Banner

Berikan Komentar

Belitong Lainnya
Gubernur Erzaldi Bersama Forkopimda Babel, Sambut Kedatangan Menteri PPN/Bappenas
Gubernur Erzaldi Bersama Forkopimda Babel, Sambut Kedatangan Menteri PPN/Bappenas
Kamis, 03 September 2020 15:12 WIB
TANJUNG PANDAN - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman sambut kedatangan Menteri PPN/ Bappenas Republik Indonesia, Suharso saat tiba
Dusun Rejosari Terima Bantuan Peternakan dan Pertanian Pemprov Babel
Dusun Rejosari Terima Bantuan Peternakan dan Pertanian Pemprov Babel
Rabu, 02 September 2020 20:14 WIB
MEMBALONG - Dusun Rejosari, Kecamatan Membalong Kabupaten Belitung, Rabu (02/09/20) menerima bantuan dari Pemprov. Kepulauan Bangka Belitung (Babel).
Apresiasi Kampung Tegep Mandiri, Gubernur Erzaldi Rosman Kunjungi Desa Badau
Apresiasi Kampung Tegep Mandiri, Gubernur Erzaldi Rosman Kunjungi Desa Badau
Rabu, 02 September 2020 19:02 WIB
BADAU - Kunjungan kerja Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman dalam mempersiapkan rangkaian kunjungan kerja Menteri PPN/Bappenas Republik Indonesia
Gubernur Erzaldi Sampaikan Santunan Kepada Veteran Pejuang di Pulau Belitung
Gubernur Erzaldi Sampaikan Santunan Kepada Veteran Pejuang di Pulau Belitung
Rabu, 02 September 2020 18:41 WIB
TANJUNG PANDAN - Gubernur Erzaldi Rosman melakukan silahturahmi dengan para perintis kemerdekaan, veteran, janda pahlawan, wheradhatama, warakawuri, dan angkatan 45