Muspika Sepakat Tutup THM


Muspika Sepakat Tutup THM

GANTUNG - Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Gantung dan masyarakat sepakat menutup seluruh kafe remang-remang alias Tempat Hiburan Malam (THM) berkedok warung kopi. Kebanyakan dari warkop 'jadi-jadian' itu berada di sepanjang jalan kawasan Danau Nujau, Desa Gantung.

Kesepakatan dicapai setelah rapat koordinasi yang digelar di ruang serba guna Kantor Kecamatan Gantung, Kamis (1/3) kemarin. Hadir pula Wakil Bupati Beltim Burhanudin sekaligus memberikan arahan dan ajakan kepada masyarakat agar bersatu mengatasi penyakit masyarakat di wilayahnya masing-masing.

"Kesepakatan dari masyarakat intinya seluruh kafe remang-remang atau warkop yang mengarah ke remang-remang semuanya mereka (masyarakat) ingin ditutup," ujar Camat Gantung, Khairil Anwar seusai rapat kepada wartawan.

Menurut Camat, kesepakatan itu akan dilanjutkan dengan langkah Pemerintah Desa melakukan pantauan bersama-sama aparat di Kecamatan Gantung. Kemudian, hasil pantauan akan dilaporkan secara berjenjang ke Kabupaten untuk diambil tindakan tegas.

Dikatakan Khairil, pantauan juga bertujuan memilah mana saja warung kopi yang benar-benar berjualan sesuai peruntukkan atau sebaliknya menyalahi aturan. Jika kedapatan melakukan aktifitas diluar dari izin bahkan mengarah pada prostitusi, maka tidak ada negosiasi selain pembongkaran.

"Kalau izin warkop di Kecamatan Gantung semuanya ada 83 buah. Kalau yang disalahgunakan mungkin bisa setengahnya, itu plus minus karena tidak bisa semua kita pantau. Khususnya warkop dalam kawasan kota tidak (relatif tidak menimbulkan permasalahan). Tapi kalau mengarah ke pemukiman penduduk di Danau Nujau, ada indikasi (tak sesuai peruntukkan)," kata Khairil.

Ia menambahkan, pantauan juga melibatkan masyarakat secara langsung. Hal ini penting mengingat keseriusan penertiban kafe remang-remang berkedok warkop telah lama meresahkan masyarakat.

"Pelibatan masyarakat akan melibatkan tokoh-tokoh dalam tim yang ada di Desa dan Kecamatan. Sebenarnya fenomena ini sejak lama sudah ada kurang lebih 4-5 tahun terakhir. Paling marak itu di tahun 2013," sebut Khairil.

"Kalau persoalan minol, saya tidak terlalu mau memperpanjang tapi intinya yang namanya penyakit masyarakat tetap kita harus berantas. Saya tidak mau merekayasa data, karena itu berkaitan dengan data. Pokoknya selama berkaitan dengan aktifitas remang-remang semua harus ditertibkan," pungkasnya. (msi)





Berikan Komentar

Belitong Lainnya
Satu Pasien Positif COVID-19 diisolasi di RSUD Belitung
Satu Pasien Positif COVID-19 diisolasi di RSUD Belitung
Senin, 30 Maret 2020 19:25 WIB
BELITUNG - Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menjadi daerah terbaru yang mulai terinfeksi virus corona (Covid – 19).Hal tersebut
Mega Proyek Prasarana Air Baku Gunung Mentas Menuai Sorotan
Mega Proyek Prasarana Air Baku Gunung Mentas Menuai Sorotan
Jum'at, 19 Juli 2019 18:58 WIB
BELITUNG – Mega proyek prasarana Air Baku Gunung Mentas (Embung), di Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Provinsi  Kepulauan Bangka Belitung (Babel) ambruk.
Kejari Dalami Proyek Tipikor di Lingkungan Pemkab Belitong
Kejari Dalami Proyek Tipikor di Lingkungan Pemkab Belitong
Selasa, 09 Juli 2019 01:22 WIB
BELITONG - Kejari Belitung sedang mendalami dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) di lingkungan Pemkab Belitung.
Forwaka Diharapkan Menjadi Penyeimbang Berita Kejaksaan
Forwaka Diharapkan Menjadi Penyeimbang Berita Kejaksaan
Senin, 08 Juli 2019 14:08 WIB
BELITUNG - Forum Komunikasi Wartawan Kejaksaan (Forwaka) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kembali melanjutkan kunjungan silahturahmi ke Kejaksaan Negeri Belitong, Senin