Siap Cegah Paham Radikalisme


Siap Cegah Paham Radikalisme

MANGGAR - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Belitung Timur bersama organisasi masyarakat (Ormas) NU, Muhammadiyah, FKUB, GP Anshor dan Pemuda Muhammadiyah menggelar silaturahim bersama Satgas Radikalisme Polda Kepulauan Bangka Belitung, Ahad (26/11) di kediaman pengurus MUI.

Pertemuan tersebut membahas ancaman dan bahaya paham radikal yang dapat menimbulkan perpecahan di antara masyarakat.  "Dari hasil pertemuan bahwa MUI bersama ormas NU dan Muhammadiyah sepakat bersama Polda, kita akan mencegah radikalisme, dan kekerasan yang terkait dengan isu ISIS," ungkap Ketua MUI Kabupaten Beltim, H. Suyatno Taslim.

Meski demikian, Suyatno menyatakan bahwa hingga saat ini situasi di wilayah Kabupaten Beltim relatif aman dari ancaman radikalisme. Namun antisipasi ulama yang berhimpun di MUI maupun Ormas tetap melakukan deteksi setiap saat.

"Alhamdulillah sampai saat ini di Beltim belum ada dan mudah-mudahan sampai nanti tidak akan ada. Akan tetapi ulama di Beltim memiliki kerisauan luar biasa tentang minuman keras," katanya.

Menurut Suyatno, minuman keras atau disebut Khmar adalah induk segala kejahatan. Penjualan minuman keras menyebabkan dampak perilaku negatif bagi generasi muda. Karenanya para ulama berharap aparat penegak hukum membantu menghentikan peredaran minuman keras di Beltim.

"Karena khmar adalah induk segala kejahatan. Maka kami berharap dengan hadirnya Polda, pertama stop peredaran miras di Beltim karena dampak yang telah dirasakan hingga saat ini sudah banyak korbannya baik usia sekolah maupun yang berumah tangga," kata Suyatno.

Dikatakannya, penegak hukum dapat melakukan penghentian peredaran minuman keras dengan cara memeriksa perizinan penjual. Jika tidak lengkap atau tanpa kepemilikan izin, aparat penegak hukum tidak perlu ragu-ragu melakukan penindakan.

"Masalah kafe yang beredar dan merebak di Beltim manakala tidak memiliki izin dan lain sebagainya. Atau sudah terindikasi prostitusi kemudian ada miras, perjudian maka sepakat bagaimana kafe ditutup. Apabila ada untuk segera ditutup karena bisa memicu yang tadinya rukun menjadi tidak rukun lagi," ujarnya.

"Maka dari itu kesimpulan kami berharap penegak hukum bisa bersama ulama menegakkan aturan di Beltim kearah lebih baik," imbuhnya.

Sementara itu, salah seorang pama Satgas Radikalisme Polda Bangka Belitung Ipda Marwan menyatakan komitmen kepolisian dalam mencegah perkembangan radikalisme sangat kuat. Silaturahmi dengan berbagai ormas si seluruh Kabupaten/Kota dianggap penting karena ancaman harus diantisipasi sedini mungkin.

"Kami dari Polda Satgas radikalisme memerangi adanya masuk kelompok atau individu yang melakukan tindakan radikalisme memecah belah, jangan sampai terjadi di wilayah Beltim. Makanya peran serta tokoh masyarakat, tokoh agama di Kabupaten Beltim untuk berpartisipasi mendukung program kita, sekaligus nawacira presiden," kata Ipda Marwan.

Komunikasi dianggap penting agar semua pemangku kepentingan saling bersinergi dalam mencegah potensi kerawanan di tengah masyarakat. Ormas juga berperan memberi masukan, saran dan pendapat ketika ditemukan kegiatan atau paham yang menyimpang.

"Tindakan kami dengan saling komunikasi karena masyarakat sebagai ujung tombak yang sudah mengerti potensi kerawanan. Harapan kami mereka selalu berkomunikasi dengan kita. Memberi informasi, saran dan masukan jangan sampai ada orang asing yang tidak kita kenal menyusup di beberapa wilayah yang tidak jauh dari pantauan. Semoga terjalin komunikasi dapat tercipta aman dan damai," ulasnya.(msi)





Berikan Komentar

Belitong Lainnya
Mega Proyek Prasarana Air Baku Gunung Mentas Menuai Sorotan
Mega Proyek Prasarana Air Baku Gunung Mentas Menuai Sorotan
Jum'at, 19 Juli 2019 18:58 WIB
BELITUNG – Mega proyek prasarana Air Baku Gunung Mentas (Embung), di Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Provinsi  Kepulauan Bangka Belitung (Babel) ambruk.
Kejari Dalami Proyek Tipikor di Lingkungan Pemkab Belitong
Kejari Dalami Proyek Tipikor di Lingkungan Pemkab Belitong
Selasa, 09 Juli 2019 01:22 WIB
BELITONG - Kejari Belitung sedang mendalami dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) di lingkungan Pemkab Belitung.
Forwaka Diharapkan Menjadi Penyeimbang Berita Kejaksaan
Forwaka Diharapkan Menjadi Penyeimbang Berita Kejaksaan
Senin, 08 Juli 2019 14:08 WIB
BELITUNG - Forum Komunikasi Wartawan Kejaksaan (Forwaka) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kembali melanjutkan kunjungan silahturahmi ke Kejaksaan Negeri Belitong, Senin
Tandatangani Komitmen Akselerasi SP4N, Pemda se Babel Siap Berikan Layanan Prima
Tandatangani Komitmen Akselerasi SP4N, Pemda se Babel Siap Berikan Layanan Prima
Jum'at, 24 Mei 2019 15:41 WIB
BELITUNG - Ombudsman RI bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota se Bangka Belitung melakukan Penandatanganan Komitmen Bersama dan Sosialisasi Akselerasi Pengelolaan