TI Rajuk Harus Dibongkar, Pol PP Beri Tenggat Seminggu


TI Rajuk Harus Dibongkar, Pol PP Beri Tenggat Seminggu

Polisi Siap Menindak Tegas 

TANJUNGPANDAN - Plt. Kasatpol PP Belitung Alkar, mewarning para penambang liar wilayah Kabupaten Belitung untuk segera membongkar semua peralatan tambangnya. Terutama Tambang Inkonvensional (TI) Rajuk yang merambah di Daerah Aliran Sungai (DAS) Cerucuk dan Pilang. Pasalnya aktivitas tersebut dianggap sangat meresahkan masyarakat.

“Masalah TI Rajuk, ini merupakan masalah kegelisahan masyarakat. Masalah ini berawal dari musibah banjir kemarin. Menurut saya persoalan banjir, disebabkan banyaknya TI-TI liar yang berada di Aliran Sungai. Baik (DAS,red) di Desa Dukong Pilang maupun di Desa Cerucuk,” kata Alkar kepada Belitong Ekspres, Sabtu (29/7) akhir pekan lalu.

Alkar melanjutkan, berdasarkan laporan itu, pihaknya langsung menyikapi persoalan tersebut. Ditambah lagi Kepala Daerah (Bupati) sudah melontarkan sikap tegasnya di berbagai media.

“Kemarin kami sudah melakukan rapat di Kantor Camat Tanjungpandan, bersama Danramil Tanjungpandan dan Kapolsek Tanjungpandan. Dan kami sepakat untuk dirujuk ke tingkat lebih tinggi (kabupaten,red),” ujarnya.

“Kami (Satpolpp) selaku penegak Perda akan meminta bantuan kepada pihak TNI/Polri. Baik TNI AD, TNI AU, TNI AL. Tentunya kami akan bekerja sama. Di bawah komando Bapak Bupati nanti kami akan melakukan operasi besar,” imbuhnya.

Oleh kerenanya, Alkar menghimbau kepada seluruh masyarakat, bagi yang merasa mempunyai TI Rajuk di lokasi tersebut. Supaya segera membongkar semua peralatan tambangnya. Dan tidak lagi menambang di lokasi-lokasi yang dilarang lainnya.

“Kami memberi waktu satu minggu ini (ke depan) kepada mereka, untuk segera membongkar tambangnya. Dan tidak melakukan penambangan di tempat-tempat terlarang tersebut. Seandainya masih juga, itu resiko. Silahkan kalau mau ambil resiko. Kami tidak akan segan-segan (menindaknya,red). Tentunya kami sudah berkoordasi,” tandasnya

“Saya selaku Kasatpol PP (Belitung) sudah menyampaikan ini kepada Kepala Daerah. Dan Kepala Daerah telah menyetujui untuk menertibkan tambang ini dengan skala yang lebih besar. Kami tinggal mengatur rencana bagaimana caranya TI-TI rajuk di tempat tersebut bisa kami jangkau. Baik  lewat darat, laut maupun sungai-sungai,” pungkasnya.

Polisi Siap Menindak Tegas

Sementara itu, Kapolres Belitung Kapolres Belitung AKBP Sunandar menyatakan siap untuk menindak tegas siapapun yang melakukan aktivitas pertambangan ilegal di wilayah Kabupaten Belitung. Sebab aktivifitas pertambangan itu telah menyebabkan banjir dahsyat beberapa waktu lal.

"Siapapun yang berani melakukan aktivitas pertambangan Ilegal baik di Daerah Aliran Sungai (DAS) Desa Cerucuk, Pilang dan lainnya, tetap akan kami tindak sesuai aturan yang berlaku," AKBP Sunandar kepada Belitong Ekspres Minggu (30/7) kemarin.
Kapolres Belitungmengatakan, dirinya sudah memerintahkan pasukannya (Polsek Badau) untuk melakukan razia di lokasi itu. Dari hasil razia, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa alat tambang dan beberapa orang pekerja.

Dijelaskan AKBP Sunandar, tindakan polisi ke depan akan terus memantau kondisi lokasi itu. Bahkan, ia tak segan-segan untuk menindak tegas pelaku-pelaku yang nekat melakukan aktivitas pertambangan illegal di tempat tersebut.

"Kami akan terus menerus memantau. Kita juga menghimbau, kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pertambangan, di lokasi itu," ujar AKBP Sunandar.

Dalam kasus ini, polisi tidak main-main. Bahkan, saat ini Jajaran Polsek Badau sudah menetapkan tersangka kepada dua pelaku pertambangan liar yang membabi buta itu. Seperti diberitakan sebelumnya, dua orang diamankan Jajaran Polsek Sijuk, saat tim gabungan melakukan razia tambang illegal di Sungai Cerucuk, Badau, Selasa (25/7) lalu.

Selain itu, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya, satu mesin robin, satu unit mesin domping, tiga buah pipa ukuran empat DIM, satu buah selang ukuran empat DIM, satu buah papan ukuran sakhan. Dua orang tersebut masing-masing bernama Oni (47) dan Jaka (27) warga Dukong.

"Dalam kasus ini, tersangka dijerat Pasal 157 Tentang Izin Pertambangan  Junto 55 Tentang Mineral dan Batu Bara," ujar Kapolsek Badau Iptu Chandra Satria Adi Pradana. Untung, barang bukti sudah diamankan di Polsek Badau.

Terpisah, Dandim 0414/Belitung Letkol Kav Eko Saptono sangat mendukung langkah yang diambil oleh pemerintah daerah (pemda). Kodim 0414/Belitung siap mensupport  penertiban tambang ilegal di Kabupaten Belitung.

“Yang pasti kita mendukung apa yang dilakukan oleh pemda dalam upaya penertiban tambang ilegal. Tentunya kita (Kodim,red) siap membackup itu nanti,” pungkasnya.(i1s/kin)





Berikan Komentar

Belitong Lainnya
Mega Proyek Prasarana Air Baku Gunung Mentas Menuai Sorotan
Mega Proyek Prasarana Air Baku Gunung Mentas Menuai Sorotan
Jum'at, 19 Juli 2019 18:58 WIB
BELITUNG – Mega proyek prasarana Air Baku Gunung Mentas (Embung), di Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Provinsi  Kepulauan Bangka Belitung (Babel) ambruk.
Kejari Dalami Proyek Tipikor di Lingkungan Pemkab Belitong
Kejari Dalami Proyek Tipikor di Lingkungan Pemkab Belitong
Selasa, 09 Juli 2019 01:22 WIB
BELITONG - Kejari Belitung sedang mendalami dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) di lingkungan Pemkab Belitung.
Forwaka Diharapkan Menjadi Penyeimbang Berita Kejaksaan
Forwaka Diharapkan Menjadi Penyeimbang Berita Kejaksaan
Senin, 08 Juli 2019 14:08 WIB
BELITUNG - Forum Komunikasi Wartawan Kejaksaan (Forwaka) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kembali melanjutkan kunjungan silahturahmi ke Kejaksaan Negeri Belitong, Senin
Tandatangani Komitmen Akselerasi SP4N, Pemda se Babel Siap Berikan Layanan Prima
Tandatangani Komitmen Akselerasi SP4N, Pemda se Babel Siap Berikan Layanan Prima
Jum'at, 24 Mei 2019 15:41 WIB
BELITUNG - Ombudsman RI bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota se Bangka Belitung melakukan Penandatanganan Komitmen Bersama dan Sosialisasi Akselerasi Pengelolaan