Meriahnya Acara Maras Taun di Selat Nasik


Meriahnya Acara Maras Taun di Selat Nasik

Sajikan Atraksi Seni dan Budaya dan Lepat Gede 1,7 Meter

    SELATNASIK - Acara Maras Taun di Desa Selat Nasik, Minggu (16/4) kemarin berlangsung khidmat dan penuh kemeriahan. Soalnya selamat kampong di Pulau Mendanau tahun 2017 ini menyajikan, berbagai antraksi seni dan budaya. Mulai dari Tarian Sepen, Seni Baruga, Ritual Selamatan Maras Taun, Mandik Besimbor dan lainnya.

    Lantas ada pula lepat gede yang berukuran sekitar 1,7 meter. Acara ini bertema, ”Mari kita lestarikan budaya Maras Taun yang kental akan filosofi tentang rasa syukur kebersamaan, kekeluargaan dan kegotong-royongan.”

    Bupati Belitung Sahani Saleh mengatakan Maras Taun merupakan salah satu bagian dari Budaya Belitung untuk mengucapkan rasa syukur terhadap kehidupan yang telah dijalani dalam satu tahun. Acara ini biasanya digelar setelah panen raya.

    “Ini kan berkaitan dengan budaya adat istiadat, jadi apa pun konsekuensinya harus tetap dilestarikan. Upaya-upaya pelestarian ini kedepannya akan lebih kita fokuskan, salah satunya melalui upaya pembinaan, sehingga seni budaya yang telah dimiliki ini bisa dikembangkan lebih jauh,” katanya kepada Belitong Ekspres. 

    Sanem sapaan akrab Bupati menjelaskan, kehadiran seni dan budaya sangat penting. Terutama untuk menunjang sektor pariwisata. Untuk itu, ke depan hal tersebut akan dikembangkan.

    “Kalau budaya dikaitkan dengan pariwisata, yah otomatis, itu kan pada akhirnya. Maka dari itu, ini harus dikemas dulu. Tujuannya untuk menambah nilai jual sektor pariwisata kita yang ada di sini (Selat Nasik),” ujarnya.

    Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Selat Nasik Joni Yarsyah mengatakan, acara ini untuk melestarikan adat dan budaya. Agar tidak tenggelam dan sirna oleh adanya  budaya bangsa lain.

    “Mengingat Pulau Mendanau ini adalah salah satu daerah tujuan wisata yang perlu dikembangkan. Maka dalam kesempatan ini, kami menghimbau sekaligus mengajak segenap masyarakat dan pemerintah setempat untuk bersama-sama menjaga kelestarian bumi Pulau Mendanau ini,“ ucapnya.

    Dilanjutkannya, acara ini bukan hanya untuk mengingat petani padi saja, akan tetapi semua petani maupun nelayan laut dan darat yang tergabung didalamnya. Dan juga untuk menampilkan adat dan seni budaya yang ada di desanya maupun seni budaya Belitung.(i1s)




Banner

Berikan Komentar

Belitong Lainnya
Gubernur Erzaldi Bersama Forkopimda Babel, Sambut Kedatangan Menteri PPN/Bappenas
Gubernur Erzaldi Bersama Forkopimda Babel, Sambut Kedatangan Menteri PPN/Bappenas
Kamis, 03 September 2020 15:12 WIB
TANJUNG PANDAN - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman sambut kedatangan Menteri PPN/ Bappenas Republik Indonesia, Suharso saat tiba
Dusun Rejosari Terima Bantuan Peternakan dan Pertanian Pemprov Babel
Dusun Rejosari Terima Bantuan Peternakan dan Pertanian Pemprov Babel
Rabu, 02 September 2020 20:14 WIB
MEMBALONG - Dusun Rejosari, Kecamatan Membalong Kabupaten Belitung, Rabu (02/09/20) menerima bantuan dari Pemprov. Kepulauan Bangka Belitung (Babel).
Apresiasi Kampung Tegep Mandiri, Gubernur Erzaldi Rosman Kunjungi Desa Badau
Apresiasi Kampung Tegep Mandiri, Gubernur Erzaldi Rosman Kunjungi Desa Badau
Rabu, 02 September 2020 19:02 WIB
BADAU - Kunjungan kerja Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman dalam mempersiapkan rangkaian kunjungan kerja Menteri PPN/Bappenas Republik Indonesia
Gubernur Erzaldi Sampaikan Santunan Kepada Veteran Pejuang di Pulau Belitung
Gubernur Erzaldi Sampaikan Santunan Kepada Veteran Pejuang di Pulau Belitung
Rabu, 02 September 2020 18:41 WIB
TANJUNG PANDAN - Gubernur Erzaldi Rosman melakukan silahturahmi dengan para perintis kemerdekaan, veteran, janda pahlawan, wheradhatama, warakawuri, dan angkatan 45