Dukung Pelaksanaan Perda Penyanggah Harga Karet, Petani Karet : DPRD Babel Luar Biasa


Dukung Pelaksanaan Perda Penyanggah Harga Karet, Petani Karet : DPRD Babel Luar Biasa

    PANGKALPINANG - Para petani karet di wilayah Kabupaten Bangka, Jumat (6/1) pekan kemarin mendadak ingin menemui Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Didit Srigusjaya. Dalam pertemuan ruang Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Babel, tampak hadir puluhan perwakilan petani karet untuk beberapa desa di Bangka yang diterima oleh Sekretaris DPRD Syaifuddin beserta staf. Para petani tersebut hadir guna mempertanyakan tindal lanjut perda penyanggah hargat karet yang disahkan pada Jumat, 30 Desember 2016.

    Supardi, salah satu perwakilan petani mengaku selalu koordinasi dengan seluruh petani. Ia mengatakan, kehadiran perda tentang penyanggah harga karet ini sangat luar biasa, niat yang sangat baik dari wakil rakyat di DPRD untuk membantu masyarakat kecil khusus para petani karet.

    "Pertanian ini sudah menjadi ikon Babel. Oleh karena itu, niat baik untuk membantu petani dengan perda ini jangan sampai berhenti disini saja, tapi terus ditindaklanjuti hingga tercapai harapan untuk membantu kesejahteraan petani," kata Supardi.

    Sementara Irwan, selaku Ketua BPD Desa Zed membeberkan kesulitan para petani yang terkena imbas merosotnya harga karet menyebabkan sebagian para petani banting stir alias beralih profesi menjadi kuli bangunan. "Jadi sekarang ini apapun  dilakukan oleh petani demi keluarga. Ya banting stir karena harga petani tidak jadi andalan," ungkap Irwan.

    Oleh karena itu, lanjut Irwan, para petani berharap agar perda yang disahkan ini dapar membantu kesulitan para petani ini. Khususnya di Kecamatan Mendo Barat, diakuinya, rata-rata mata pencarian masyarakatnya ada petani karet. "Karet jadi andalan kami pak. Jadi kami sangat berharap perda ini terus diperjuangan untuk kesejahteran petani," kata Irwan. Disisi lain, para petani juga mempertanyakan sistem pelaksanaan perda penyanggah karet. Petani ingin ke depan pelaksanaan sistemnya menggunakan kolektor lokal, bukan kolektor besar yang dikhawatirkan dapat menyengsarakan petani.

    Menanggapi aspirasi petani, Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya menyatakan perda ini akan terus ditindaklanjut pihaknya bersama eksekutif dengan melakukan kajian untuk sistem jalannya perda. "Perda ini ada atas keresahan para petani, alhamdulillah sudah disahkan pekan kemarin. Kami berharap adanya perda ini dapat membatasi harga karet sehingga petani karet punya persen terhadap harga karet," jelasnya.

    Didit juga mengaku belum tahu kondisi karet di wilayah Bangka. Namun berdasarkan informasi diterimanya dari petani karet di Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) harga karet sudah di angka Rp7.000. Meski demikian, kata Didit, pihaknya akan terus memperjuangkan perda ini hingga sesuai dengan harapan petani karet. "Ini kepentingan besar masyarakat, khususnya petani karet maka akan terus kita perjuangkan," tutupnya.(Setyo Budi/Humas DPRD Babel)







Berikan Komentar

Radar Ceremony Lainnya
DPRD Bangka Lakukan Pelantikan PAW
DPRD Bangka Lakukan Pelantikan PAW
Selasa, 17 Januari 2017 13:23 WIB
SUNGAILIAT - DPRD Kabupaten Bangka melaksanakan pelantikan Pergantian Antar Waktu (PAW) antara Anggota DPRD Kabupaten Bangka dari Partai
PT Timah Reklamasi Tambang di Desa Bencah
PT Timah Reklamasi Tambang di Desa Bencah
Kamis, 22 Desember 2016 18:32 WIB
AIRGEGAS – PT Timah Tbk melakukan reklamasi di lokasi eks tambang Air Kuning Desa Bencah Kecamatan Airgegas Rabu (21/12) sore.
Akreditasi Puskesmas Sekar Biru untuk Mendukung Pelaksanaan JKN dan Jamkesda
Akreditasi Puskesmas Sekar Biru untuk Mendukung Pelaksanaan JKN dan Jamkesda
Selasa, 15 November 2016 13:03 WIB
PARITTIGA - Puskesmas Sekar Biru, Kecamatan Parit Tiga, Kabupaten Bangka Barat (Babar) siap menuju akreditasi. Tim
Mega Ajak Rustam-Irwansyah Ziarah ke Makam Bung Karno
Mega Ajak Rustam-Irwansyah Ziarah ke Makam Bung Karno
Selasa, 11 Oktober 2016 16:16 WIB
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memboyong Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bangka Belitung (Balongub-cawagub)