Kerajinan Tangan dari Bahan Akrilik


Kerajinan Tangan dari Bahan Akrilik

PANGKALPINANG - Babel merupakan salah satu daerah yang mayoritas warganya menyukai kerajinan tangan. Tentu saja kondisi ini sangat menguntungkan bagi perkembangan usaha kerajinan tangan sehingga menjadi peluang emas bagi mereka yang punya kreatifitas, salah satunya usaha kerajinan tangan dari bahan akrilik.

Bisnis kerajinan tangan dari bahan akrilik ini cukup menjanjikan bagi Apriyanti yang sudah menggeluti usaha tersebut sejak 3 tahun silam. “Awalnya saya memang hobi kerajinan tangan seperti merajut, menyulam dan berkarya untuk menciptakan sesuatu yang unik. Sewaktu saya tinggal di luar Bangka saya tertarik melihat orang menuai kerajinan tangan dari bahan akrilik ini yang membuka pikiran saya untuk menekuni kerajinan tangan,” ungkap Apriyanti saat ditemui Radar Bangka (RB), Rabu (09/01) kemarin.

Meski terbilang cukup baru dalam memulai bisnis ini, namun pernak - pernik buatannya sudah dikenali oleh masyarakat Babel. Saat ini pemasarannya sudah ke berbagai daerah seperti Sungailiat, Muntok, Koba dan Toboali. "Saya membuat pernak-pernik dari semua bahan akrilik yang hasilnya menjadi tempat hiasan air mineral, tempat tissue, tas, dompet, vas bunga, bunga hias, gantungan hp, cangkingan telur dan pernak-pernik lainnya," ujarnya. 

Selain itu, Apriyanti juga membuka kesempatan untuk Anda yang ingin belajar membuat pernak - pernik dari bahan akrilik dan menekuni kerajinan tangan ini. “Saya menerima siapapun yang ingin belajar untuk menekuni kerajinan tangan ini tanpa dipungut biaya. Untuk bahannya pun tersedia lengkap di galery kami,” jelasnya.

Menurutnya, bisnis pernak-pernik ini cukup menguntungkan karena selain bahan bakunya gampang dicari, harganya pun cukup murah berkisar dari Rp 5 ribuan untuk jenis bros dan pot bunga dari harga Rp 175 ribu hingga Rp 250 ribu. "Kerajinan tangan ini sangat cocok untuk ibu-ibu rumah tangga karena bisa dikerjakan dirumah dan cara pengerjaannya pun cukup santai," tuturnya. 

Memasuki perayaan Imlek yang tidak lama lagi, Apriyanti menerima banyak pesanan bunga mihwa yang disenangi oleh kaum Tionghoa. Selain itu, Ia juga menerima pesanan souvenir pernikahan seperti bros, gantungan hp, cangkingan telur yang ditawarkan dengan harga Rp 4 ribuan. “Untuk pesanan kita bisa selesaikan dalam waktu 1 minggu, namun untuk pesanan souvenir pernikahan bisa mencapai 1 bulan pengerjaannya," tandasnya.

Setiap menjelang perayaan hari besar, Apriyanti mengakui bahwa usaha yang Ia geluguti ini cukup menjanjikan. Tak heran omset yang didapat setiap perayaan hari besar meningkat hingga 50 persen. Dengan usaha yang dibangunnya selama tiga tahun ini, Apriyanti mampu membantu perekonomian keluarganya. “Alhamulillah hasil saya ini dapat membantu biaya sekolah anak-anak dan Saya bangga dapat menyalurkan kerajinan ini dengan mereka yang berusaha menekuninya,” ujar Ibu berparas manis ini. 

Meski begitu, kedepannya Apriyanti berharap untuk terus mengembangkan usahanya. Pasalnya saat ini hanya di wilayah Bangka saja pemasarannya dan itu pun dari pelanggan dan pengrajin di sini. "Saya pun berharap untuk pemasarannya tidak hanya wilayah Bangka saja, tapi seluruh Indonesia," pungkasnya.

Nah, bagi Anda yang tertarik dengan kerajinan tangan ini, segera kunjungi Galery Pernak - Pernik Akrilik di Jl. Mentok/Perumnas Timah No. 16 (Depan Gg. Hayati) Kace Timur atau menghubungi 087774939419. (eza)





Berikan Komentar

Probis Lainnya
IKM Pangan Mendominasi Usaha di Babel
IKM Pangan Mendominasi Usaha di Babel
Sabtu, 22 Juli 2017 17:10 WIB
PANGKALPINANG - Industri kecil dan menengah pangan mendominasi usaha di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung karena daerah itu memiliki potensi pangan
BI Perkirakan Banjir Sebabkan Ekonomi Menurun
BI Perkirakan Banjir Sebabkan Ekonomi Menurun
Sabtu, 22 Juli 2017 17:05 WIB
PANGKALPINANG - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Bayu Martanto memperkirakan musibah banjir dan kondisi cuaca
Belanja Pemerintah Pusat Mencapai Rp 1.343 Triliun
Belanja Pemerintah Pusat Mencapai Rp 1.343 Triliun
Sabtu, 22 Juli 2017 15:28 WIB
JAKARTA - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akhirnya memberi angin segar terkait usulan pemerintah pada RAPBN 2017
Jualan Siomay, Imam Si Mahasiswa Ulet Punya Omzet Rp 60 Juta per Bulan
Jualan Siomay, Imam Si Mahasiswa Ulet Punya Omzet Rp 60 Juta per Bulan
Kamis, 20 Juli 2017 19:35 WIB
JAKARTA - Muhammad Imam Fauzi merupakan bukti nyata bahwa mahasiswa juga bisa menghasilkan omzet fantastis.