Pemerintah Akan Cabut Regulasi Hambat Investasi Pariwisata


Pemerintah Akan Cabut Regulasi Hambat Investasi Pariwisata

MEDAN - Pemerintah sedang melakukan evaluasi dan akan mencabut atau menghapus semua regulasi yang menghambat investasi di sektor pariwisata. "Sejalan dengan program peningkatkan pendapatan pariwisata, maka Pemerintah melakukan inventarisasi dan mengevaluasi semua regulasi sektor itu," ujar Sekretariat Deputi Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata, Kementerian Pariwisata, Komang Mahawira, Kamis (23/11).

Dia mengatakan itu usai menjadi pembicara mewakili Menteri Pariwisata di acara Investasi Bisnis Pariwisata yang digelar Kompas. Menurut Komang, hasil inventarisasi dan evaluasi yang dilakukan Pemerintah dengan kementerian terkait itu ditargetkan selesai tahun 2017 ini juga. "Nantinya semua regulasi yang dinilai menghambat investasi di sektor pariwisata akan dicabut atau dihapus," katanya.

Dia tidak menyebutkan berapa jumlah deregulasi terkait sektor pariwisata. "Saat ini semua deregulasi sedang diinventarisasi dan dievaluasi," katanya. Selain melakukan evaluasi dan mencabut regulasi yang menghambat, pemerintah akan mengeluarkan kebijakan yang mendukung investasi di sektor pariwisata itu. "Semua perizinan harus disederhanakan dan investornya harus mendapat kepastian hukum berusaha agar investasi di sektor pariwisata bisa didorong," katanya.

Bahkan untuk meningkatkan keamanan secara menyeluruh di sektor pariwisata, Kementerian Pariwisata akan melakukan penandatanganan nota kesepahaman soal pengamanan/perlindungan di sektor tersebut bersama Polri. "MoU (memorandum of understanding) dengan Polri itu merupakan salah satu agenda yang direncanakan dilakukan dalam Rakernas Pariwisata Keempat pada 6 Desember," ujarnya.

Dia menegaskan, kerja sama dengan Polri soal keamanan itu adalah secara lebih meluas, seperti pemberian informasi. "Pemerintah Pusat berharap pemerintah kabupaten/kota menjalankan komitmen untuk meningkatkan pendapatan dari pariwisata," katanya. Komitmen dinilai perlu dijalankan karena perizinan semua ada di daerah sesuai era otonomi daerah.

Komang mengakui, masih banyak kepala daerah yang belum menjalankan komitmen tersebut dan itu sebenarnya merugikan pemerintah kabupaten/kota itu sendiri. Dengan tidak memberi kemudahan perizinan dan membenahi serta mempromosikan sektor pariwisatanya, maka pendapatan pariwisatanya tidak berkembang. Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Sumut Solahuddin Nasution mengaku belum maksimalnya pemerintah kabupaten/kota di Sumut mengelola pariwisatanya.

Termasuk, kata dia, dalam menyangkut proses perizinan pariwisata yang masih birokratif dan sarat dengan biaya tinggi. Birokrasi dan tidak adanya kepastian hukum itu terindikasi dengan masih minimnya investasi di sektor pariwisata. "Belum lagi pemkab/pemkot yang seakan tidak peduli dengan objek wisatanya sehingga sering mendapat protes para wisatawan," ujar Solahuddin yang juga pemilik Cipta Tour and Travel itu.(ant/rb)







Berikan Komentar

Probis Lainnya
​Keluarga Besar Novotel Rayakan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1439 H
​Keluarga Besar Novotel Rayakan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1439 H
Selasa, 17 April 2018 22:33 WIB
BANGKA TENGAH - Terdengar Hadroh, Sholawat dan Asmaul Husna yang dibawakan dengan merdu oleh kelompok Majelis Taklim dari Pondok Pesantren
Smartphone Satelit Pertama Di Dunia dengan OS Android
Smartphone Satelit Pertama Di Dunia dengan OS Android
Senin, 16 April 2018 01:32 WIB
Pernahkan Anda mendengar tentang ponsel satelit? Istilah ini memang masih asing dan jika Anda penasaran dengan smartphone satelit, Thuraya adalah
PT Timah Investasikan 26 Juta Dolar di Nigeria
PT Timah Investasikan 26 Juta Dolar di Nigeria
Jum'at, 13 April 2018 09:40 WIB
PANGKALPINANG - PT Timah Tbk akan menginvestasikan 26 juta dolar Amerika Serikat atau setara Rp356,2 miliar untuk merealisasikan ekspansi perusahaan
Harga Emas Hari Ini Naik Tajam!
Harga Emas Hari Ini Naik Tajam!
Kamis, 12 April 2018 15:39 WIB
JAKARTA - Harga emas Antam mengalami kenaikan cukup tajam pada perdagangan hari ini, Kamis (12/4). Antam butik Pulogadung, Jakarta, membuka