Holding BUMN Tambang, PT Timah Klaim Tak Berpengaruh


Holding BUMN Tambang, PT Timah Klaim Tak Berpengaruh

JAKARTA - Pemerintah menunjuk PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) untuk menjadi induk holding BUMN tambang. Sementara PT Timah Tbk (TINS), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menjadi anggotanya.
Ketiga anggota holding BUMN tambang yang sahamnya tercatat di pasar modal itu status BUMN-nya juga luntur.

Sebab seluruh saham seri B milik pemerintah dialihkan ke Inalum. Kendati begitu manajemen tidak mempersoalkan hal tersebut. Seperti yang disampaikan oleh Sekretaris Perusahaan Timah, Amin Haris yang memandang pembentukan holding akan mempererat kerjasama antar BUMN, khususnya di bidang Sumber Daya Manusia (SDM).

"Dampak bagi Timah sendiri untuk saat ini tidak berpengaruh, tapi ke depannya SDM kami akan lebih bisa berkolaborasi dengan BUMN tambang lain," tuturnya, Minggu (19/11).

Amin mengatakan dengan masuk dalam satu holding, maka pihaknya bisa saja bertukar SDM dengan BUMN tambang lainnya sesuai dengan kebutuhan. "Seperti Antam di mana kami mempunyai SDM yang expert di bidang metalurgy. Demikian juga nanti kami juga akan saling membutuhkan SDM dari BUMN lain, misalnya untuk tambang undeground yang dimiliki Antam. Sehingga kami bisa lebih bersinergi. Itu salah satunya," imbuhnya.

Selain itu, tambah Amin, nantinya pembukuan dari 3 BUMN akan dikonsolidasikan ke induk. Nah dengan begitu asetnya akan terkonsolidasi juga sehingga akan lebih mudah untuk mencari pembiayaan. "Akan lebih meningkatkan kemampuan finansial, sehingga lewat penguatan balance sheet dapat meningkatkan akses pendanaan," tukasnya. 

Sementara, Ketua Komsisi XI DPR, Melchias Markus Mekeng Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) merasa tidak ada komunikasi dari pemerintah terkait hal tersebut. "Kita belum pernah tahu, cuma dengar di media saja," tuturnya.

Kata Mekeng, seharusnya pemerintah terlebih dahulu memberikan penjelasan kepada DPR sebagai mitra kerja terkait pembentukan Holding Tambang tersebut. Sebab dia merasa ada ketidakjelasan mengenai pola pembentukan holding tersebut.

"Holding itu ada 2, operasional holding atau investment holding? kalau investment satu holding melakukan investasi ke perusahaan lain. Kalau operasional holding langsung masuk ke dalam, holdingnya punya business activity," terangnya.

Menurutnya hal itu harus dijelaskan terperinci oleh pemerintah. Sebab jika ternyata ada aset BUMN tersebut yang lepas maka harus berdasarkan sepengetahuan DPR terlebih dahulu.

"BUMN ini kan milik negara yang diwakili departemen keuangan kepemilikan sahamnya, jangan sampai lepas. Melepas kepemilikan harus pesetujuan DPR dan arus kasnya harus jelas ke negara. Itu kita enggak pernah tahu," imbuhnya.

Pemerintah juga diminta menjelaskan tujuan dari pembentukan holding BUMN tambang. Meskipun menurut Mekeng ada sisi positifnya, holding akan membuat BUMN tambang memiliki aset yang besar sehingga untuk mencari pendanaan lebih mudah.

Kendati begitu pihaknya berencana akan memanggil Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Menurut Mekeng, Menkeu selaku Bendahara Negara wajib menjelaskan perihal tersebut. "Nanti kita coba panggil Menkeu sebagai ulitmate share holder. Dia harus jelaskan struktur holding di BUMN tambang," tegasnya.(dna/dtk)







Berikan Komentar

Probis Lainnya
BEI Awasi Saham Bank Harda dan Bank Ganesha
BEI Awasi Saham Bank Harda dan Bank Ganesha
Kamis, 15 Februari 2018 08:54 WIB
JAKARTA - Saham PT Bank Harda Internasional Tbk (BBHI) dan PT Bank Ganesha Tbk (BGTG) masuk daftar unusual market activity
Ini Daftar Perbandingan Laba BNI, BRI, BTN, dan Mandiri
Ini Daftar Perbandingan Laba BNI, BRI, BTN, dan Mandiri
Kamis, 15 Februari 2018 08:50 WIB
JAKARTA -Laba perbankan pelat merah makin besar. Misalnya, BNI yang membukukan Rp 13,62 triliun atau tumbuh 20,1 persen secara year-on-year
Manjakan Pelanggan, Novotel Bangka Hadirkan February Festive
Manjakan Pelanggan, Novotel Bangka Hadirkan February Festive
Jum'at, 02 Februari 2018 14:01 WIB
PANGKALPINANG - Jaringan Hotel Accor satu ini dengan design termewah di pulau Bangka yang memiliki pelayanan khas istimewanya kepada
BI Tahan Suku Bunga, Sentimen Positif IHSG
BI Tahan Suku Bunga, Sentimen Positif IHSG
Jum'at, 19 Januari 2018 11:06 WIB
JAKARTA - Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI), Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berpeluar masih