Menperin Minta Industri Mamin Hasilkan Inovasi Produk


Menperin Minta Industri Mamin Hasilkan Inovasi Produk

UNTUK kesekian kalinya Kementerian Perindustrian menggelar pameran industri makanan dan minuman (mamin).
Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahunnya sebagai wahana pendorong bagi para pengusaha di bidang industri makanan dan minuman untuk memperkenalkan produk, kualitas, dan citra merek serta memperoleh berbagai masukan atau keinginan dari konsumen.

Salah satu produsen terbesar GarudaFood Group memanfaatkan even ini untuk mengenalkan produk barunya ke konsumen yakni Gery Saluut Malkist Coconut, kategori cracker 4 in 1 (Four in One).

Diharapkan produk ini bisa memenuhi kebutuhan konsumen pecinta kelapa di Indonesia dengan segmentasi target usia dewasa yakni 17-25 tahun.

Johannes Setiadharma, direktur GarudaFood Group mengungkapkan, produk terbaru ini mengangkat tema ‘World of Happiness’ dalam menciptakan produk inovatif dengan berbagai macam varian rasa yang diambil dari penghasil rasa terbaik tiap negara.
Juga mewakili cita rasa khas Indonesia yaitu rasa kelapa merupakan preferensi rasa yang familiar di konsumen Indonesia, terlebih lagi karena dikenal sebagai buah tropis.

"Kami optimistis penjualan bisa mencapai target tumbuh sebesar 15 persen di tahun ini, melihat dari kondisi pasar di industri makanan dan minuman yang cukup baik dan terus mengalami peningkatan tiap tahunnya," ujar Johannes di Kantor Kemenperin, Selasa (10/19).

Sementara, Menperin Airlangga Hartarto menyatakan, industri makanan dan minuman nasional perlu lebih memperluas pangsa ekspor baik pasar tradisional maupun pasar baru dalam upaya mendongkrak kinerjanya.

Selain itu, dibutuhkan juga terobosan inovasi produk yang dihasilkan sehingga bisa diminati konsumen dalam negeri dan mancanegara.

Dikatakan, Indonesia dengan jumlah penduduk 258,7 juta orang merupakan pangsa pasar yang sangat menjanjikan. Apabila para pelaku industri makanan dan minuman bisa memanfaatkan potensi pasar tersebut, Industri akan tumbuh dengan baik.

Hal ini terlihat dari pertumbuhan industri makanan dan minuman sebesar 7,19 persen pada trtiwulan II 2017 dengan triwulan I tahun 2017 sebesar 8,15 persen.

"Industri makanan dan minuman juga mempunyai peranan kontribusinya terhadap produk Domestik (PDB) industri non migas, di mana peran subsektor industri makanan dan minuman yang terbesar dari subsektor lainnya yaitu sebesar 34,42 persen pada triwulan II 2017," bebernya. (esy/jpnn)







Berikan Komentar

Probis Lainnya
BEI Awasi Saham Bank Harda dan Bank Ganesha
BEI Awasi Saham Bank Harda dan Bank Ganesha
Kamis, 15 Februari 2018 08:54 WIB
JAKARTA - Saham PT Bank Harda Internasional Tbk (BBHI) dan PT Bank Ganesha Tbk (BGTG) masuk daftar unusual market activity
Ini Daftar Perbandingan Laba BNI, BRI, BTN, dan Mandiri
Ini Daftar Perbandingan Laba BNI, BRI, BTN, dan Mandiri
Kamis, 15 Februari 2018 08:50 WIB
JAKARTA -Laba perbankan pelat merah makin besar. Misalnya, BNI yang membukukan Rp 13,62 triliun atau tumbuh 20,1 persen secara year-on-year
Manjakan Pelanggan, Novotel Bangka Hadirkan February Festive
Manjakan Pelanggan, Novotel Bangka Hadirkan February Festive
Jum'at, 02 Februari 2018 14:01 WIB
PANGKALPINANG - Jaringan Hotel Accor satu ini dengan design termewah di pulau Bangka yang memiliki pelayanan khas istimewanya kepada
BI Tahan Suku Bunga, Sentimen Positif IHSG
BI Tahan Suku Bunga, Sentimen Positif IHSG
Jum'at, 19 Januari 2018 11:06 WIB
JAKARTA - Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI), Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berpeluar masih