Harga Bawang Putih Maksimal Rp 38 Ribu, Di Babel Rp 50 Ribu/Kg


Harga Bawang Putih Maksimal Rp 38 Ribu, Di Babel Rp 50 Ribu/Kg

    BANDUNG - Melejitnya harga bawang putih sepanjang April-Mei 2017 membuat pemerintah kelimpungan. Saat itu, harga bawang putih sempat menyentuh Rp 56 ribu per kilogram. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta importir dan pedagang di pasar untuk mengikuti harga yang dipatok pemerintah, yaitu Rp 38 ribu per kilogram.

    "Kami minta kepada saudaraku, sahabatku, pedagang kecil, menengah, dan besar, tolong jangan menganggu orang yang mau beribadah di bulan suci Ramadan," kata Amran di Universitas Padjajaran, Bandung, Senin (15/5). Menurut Amran, sejauh ini tidak ada alasan harga bawang putih naik. "Stok kita lebih dari cukup. Harga bawang putih di pasar Rp 40 ribu itu pun kami anggap tinggi. Sebenarnya tidak boleh melewati Rp 38 ribu," kata Amran.

    Menteri asal Sulsel itu meminta pengusaha menjual bawang putih di pasar dengan harga Rp 38 ribu. Jika tidak, Amran mengancam akan mencabut surat izin menjual milik importir itu. "Kami akan lacak importirnya dan kami akan cabut izinnya. Barang impor tidak masuk akal harganya naik. Satgas akan menindaklanjuti jika ada kenaikan barang impor," tegas dia. 

    Sementara di Pangkalpinang, harga bawang putih sendiri mencapai Rp50.000 per kilogram. Hal ini diketahui saat tim gabungan yang terdiri atas Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Bank Indonesia, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung serta Satgas Pangan Provinsi Kepulauan Babel meninjau harga bahan pokok di salah satu pusat perbelanjaan di Babel.

    "Saat ini hanya ada beberapa komoditas yang harganya sedikit naik karena permintaan meningkat saat perayaan tradisi ruwahan," kata Kabid Perdagangan Dalam dan Luar Negeri Dinas Perdagangan dan UMKM Kota Pangkalpinang, Eka Subehi.

    Ia menerangkan, harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional terpantau relatif stabil. Harga beras Rp12.000 per kilogram, gula pasir Rp13.000, daging sapi Rp120.000, telur ayam broiler Rp20.000, bawang merah lokal Rp38.000, dan harga bawang putih Rp50.000 per kilogram. "Kenaikan harga terjadi pada daging ayam broiler, cabe merah biasa, cabe merah keriting, cabe rawit merah, cabe rawit hijau, dan bawang merah impor antara Rp1.000 hingga Rp7.500 per kilogram," ujarnya.

    Menurut Eka, harga bahan pokok di Pangkalpinang diprediksi akan bertahan hingga pada awal bulan puasa Ramadhan. 
"Kami masih mengupayakan harga gula Rp12.500 per kg dan minyak goreng kemasan sederhana Rp11.000 per liter sesuai instruksi Kemendag yang berlaku mulai 10 April hingga 10 September 2017," ujarnya.Seorang pemilik warung makan, Nur Hasanah berharap pemerintah daerah dapat berperan dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok sehingga tidak memberatkan ekonomi masyarakat menjelang bulan puasa dan Idul Fitri 1438 Hijriah.

    "Kami berharap pemerintah daerah gencar melakukan operasi pasar dan menggelar bazar sembako murah untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang puasa dan Lebaran," katanya. (Mg4/ant/rb/jpnn)







Berikan Komentar

Probis Lainnya
BEI Awasi Saham Bank Harda dan Bank Ganesha
BEI Awasi Saham Bank Harda dan Bank Ganesha
Kamis, 15 Februari 2018 08:54 WIB
JAKARTA - Saham PT Bank Harda Internasional Tbk (BBHI) dan PT Bank Ganesha Tbk (BGTG) masuk daftar unusual market activity
Ini Daftar Perbandingan Laba BNI, BRI, BTN, dan Mandiri
Ini Daftar Perbandingan Laba BNI, BRI, BTN, dan Mandiri
Kamis, 15 Februari 2018 08:50 WIB
JAKARTA -Laba perbankan pelat merah makin besar. Misalnya, BNI yang membukukan Rp 13,62 triliun atau tumbuh 20,1 persen secara year-on-year
Manjakan Pelanggan, Novotel Bangka Hadirkan February Festive
Manjakan Pelanggan, Novotel Bangka Hadirkan February Festive
Jum'at, 02 Februari 2018 14:01 WIB
PANGKALPINANG - Jaringan Hotel Accor satu ini dengan design termewah di pulau Bangka yang memiliki pelayanan khas istimewanya kepada
BI Tahan Suku Bunga, Sentimen Positif IHSG
BI Tahan Suku Bunga, Sentimen Positif IHSG
Jum'at, 19 Januari 2018 11:06 WIB
JAKARTA - Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI), Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berpeluar masih