Likuiditas Perbankan Mengetat, BI Anggap Masih Aman


Likuiditas Perbankan Mengetat, BI Anggap Masih Aman

Bank Indonesia (BI) menilai, likuiditas perbankan masih aman. Padahal, likuiditas perbankan mengetat akhir tahun ini. Beberapa faktor menjadi penyebab. Salah satunya adalah peningkatan kebutuhan dana dari wajib pajak (WP) untuk membayar pajak.

Likuiditas terimbas pencairan deposito untuk membayar tebusan amnesti pajak. Pada pelaksanaan amnesti pajak periode pertama, BI sempat menyuntikkan dana ke perbankan sebesar Rp 35 triliun melalui lelang surat berharga jangka pendek. Yaitu Term Repo 7 hari dan Foreign Exchange (FX) Swap 1 bulan.

Tujuannya adalah melonggarkan likuiditas bank dan pasar uang antarbank (PUAB). Pada saat itu, nominal Term Repo 7 hari yang dimenangkan bank sebesar Rp 32,95 triliun.

Sedangkan Forex Swap USD 230 juta atau sekitar Rp 2,97 triliun. Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara menilai, saat ini BI belum perlu menginjeksi likuiditas. ’’BI pasti tambah likuiditas ke sistem jika ada keketatan di PUAB,’’ katanya kemarin (27/12).

Menurut dia, likuiditas saat ini masih diyakini aman dengan potensi masuknya dana repatriasi. Hingga kemarin pukul 15.30, dana repatriasi yang masuk tercatat Rp 141 triliun atau 14,1 persen dari target Rp 1.000 triliun.

Sedangkan uang tebusan mencapai Rp 104 triliun atau 63,03 persen dari target Rp 165 triliun. Menurut Mirza, bank sebetulnya sedang berjaga-jaga untuk pemenuhan kebutuhan likuiditas.

Padahal, hingga akhir tahun, Mirza meyakini likuiditas masih mencukupi. ’’Likuiditas aman,’’ tegasnya. Data Jakarta Interbank Offered Rate (JIBOR) mengungkapkan, rata-rata suku bunga PUAB overnight kemarin 4,23 persen. Angka itu memang naik tipis dibanding pada 1 November 2016 sebesar 4,22 persen.

Namun, angka itu lebih rendah dibanding saat BI melakukan injeksi Rp 35 triliun pada 27 September sebesar 5,38 persen. Suku bunga PUAB tersebut juga cukup rendah jika dibandingkan saat UU Pengampunan Pajak disahkan pada 1 Juli 2016.

Saat itu, suku bunga PUAB overnight masih sebesar 4,9 persen. Aktivitas pinjam-meminjam antarbank saat ini masih ditentukan oleh suku bunga PUAB.

Suku bunga PUAB yang rendah akan memengaruhi kondisi likuiditas perbankan. Jika suku bunga PUAB overnight masih terbilang rendah, likuiditas bank bisa lebih longgar. (rin/c17/noe)







Berikan Komentar

Probis Lainnya
Harga Bawang Putih Maksimal Rp 38 Ribu, Di Babel Rp 50 Ribu/Kg
Harga Bawang Putih Maksimal Rp 38 Ribu, Di Babel Rp 50 Ribu/Kg
Selasa, 16 Mei 2017 18:53 WIB
BANDUNG - Melejitnya harga bawang putih sepanjang April-Mei 2017 membuat pemerintah kelimpungan. Saat itu, harga bawang putih sempat menyentuh Rp
Tarif Listrik Dinaikkan, Pemerintah Hemat Rp 22 Triliun
Tarif Listrik Dinaikkan, Pemerintah Hemat Rp 22 Triliun
Senin, 08 Mei 2017 05:11 WIB
JAKARTA - PLN tahun ini sudah tiga kali menaikkan tarif dasar listrik kelompok daya 900 VA. Yakni, pada 1 Januari,
Bateng Pantau Harga Sembako
Bateng Pantau Harga Sembako
Senin, 08 Mei 2017 05:04 WIB
KOBA - Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah menurunkan tim khusus untuk memantau harga sembilan bahan kebutuhan pokok menjelang Ramadhan.
Stok dan Harga Sembako Aman
Stok dan Harga Sembako Aman
Rabu, 05 April 2017 09:42 WIB
JAKARTA - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita memastikan ketersediaan kebutuhan pokok saat Ramadan dan Idulfitri 1438 akan mencukupi.