Warisan Erzaldi untuk Ibnu


Warisan Erzaldi untuk Ibnu

TERPILIHNYA Bupati Bangka Tengah Erzaldi menjadi Gubernur Kepuluan Bangka Belitung ternyata meninggalkan sejumlah warisan prestasi sekaligus janji politik kepada sang suksesornya Ibnu Saleh yang baru saja dilantik menjadi Bupati Bangka Tengah.

    Tak dapat dipungkiri, selama enam setengah tahun memimpin Bangka Tengah,  Erzaldi mampu menghadirkan pelayanan publik (publik service) yang cepat, inovatif dan transparan. Erzaldi juga mampu mendisiplinkan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang “liar” dengan menerapkan mekanisme reward and punisment yang cukup ketat. Dengan segala pendekatan (approach) dan improvisasinya, Erzaldi mampu merubah jalanya roda pemerintahan dan budaya kerja birokrasi, sehingga lebih efektif dan efisien.

    Selain itu menurut penulis, jiwa kepemimpinan  Erzaldi juga mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Bangka Tengah. Pelayanan kesehatan baik ditingkat RSUD, Puskesmas Kecamatan dan bahkan Pustu di tingkat Desa/Kelurahan semakin baik, ini ditandai dengan pembangunan sarana dan prasarana kesehatan yang cukup masif. 

    Erzaldi juga melakukan terobosan yang tidak biasa di bidang pendidikan. Jauh sebelum pemerintah pusat mewacanakan sekolah lima hari,  Erzaldi sudah terlebih dahulu  menerapkan hal tersebut kepada siswa SMA/SMK di Bangka Tengah. Walaupun sempat mendapat kritikan, akan tetap hal ini menunjukan ada usaha perbaikan dari sistem pendidikan di Bangka Tengah.

    Sebagai warga Bangka Tengah, penulis juga merasakan ada perbaikan di sektor pariwisata selama Bangka Tengah dipimpin oleh Erzaldi. Walaupun belum secara signifikan memberikan dampak ekonomis bagi masayarakat, tetapi  hadirnya Pantai Kembang Kemilau,  Pantai Terentang, Pulau Ketawai, Pantai Gusung, wisata hutan pelawan, hutan magrove Desa Kurau Barat sebagai destinasi wisata baru menandakan keseriusan Erzaldi membangun sektor ini.Penghargaan dibidang UMKM, Kabupaten Layak Anak dan meningkatnya jumlah RTH adalah bukti kongkrit lainnya akan keberhasilan Erzaldi dan menjadi warisan positif yang akan dilanjutkan oleh Ibnu Saleh.

    Namun, selain mewariskan kisah kesuksesan, Erzaldi juga mewariskan pekerjaan rumah (PR) dan janji politik bagi Ibnu Saleh untuk dituntaskan. Penulis mau mengingatkan Ibnu Saleh akan janji politik sewaktu kampanye pilkada tahun 2015. Erzaldi-Ibnu Saleh menjanjikan beberapa janji politik. Seperti membuka lapangan pekerjaan baru sebar 10 ribu, mengratiskan biaya pendidikan sampai tingkat SMA sederajat, membangun pembangkit listrik, mengratiskan biaya berobat dan bahkan menjanjikan kesejahteraan bagi masyarakat Bangka Tengah. 

    Sebagi suksesor, Ibnu Saleh harus membuktikan beberapa janji politik itu. Jujur saja, sampai saat ini penulis masih pesimis janji politik membuka 10 ribu lapngan pekerjaan baru  dapat benar-benar terwujud. Menurut penulis ini adalah PR terberat bagi Ibnu Saleh. Makin susutnya lahan pertanian ditambah kerusakan lahan akibat galian tambang serta minimnya investasi masuk ke Bangka Tengah adalah beberapa  faktor penghambat Ibnu Salah merealisasi janji tersebut. 

    Disisi lainnya masyarakat yang mengangur atau rawan penganguran  bukan semakin berkurang justru semakin bertamah. Samahalnya dengan angka kemiskinan yang semakin meningkat. Hal ini terlihat dari  menurunnya daya beli masyarakat beberapa tahun terakhir. Pada umumnya masyarakat Bangka Tengah secara ekonomi tergantung pada dua sektor utama pertama, pertambangan dan yang kedua pertanian. 

    Kalau Ibnu Saleh masih mengandalkan dua sektor ini untuk menamba lapangan pekerjaan baru, maka rasanya sangat sulit. Dibidang pertanian  semakin sulit  karena semakin menyempitnya lahan pertanian akibat kebijakan Hutan Tanaman Industri dan kerusakan akibat penambangan. Dibidang pertambangan akan sulit karena deposit timah terus berkurang dari tahun ketahun. Untuk itu kalau tidak ada investasi dibidang industri dan pariwisata makarasanya mustahil target 10 ribu lapangan pekerjaan baru akan terwujud. Tak sampai disitu PR dibidang ekonomi ini akan ditambah dengan tugas meningkatkan harga komuditas utama pertanian seperti lada, karet dan kepala sawit.

    Untuk janji pendidikan gratis, saya rasa masih bisa dihendel oleh Ibnu Saleh. Untuk SD-SMP memang sudah digratiskan dan untuk tingkat SMA Se-derajat kewenangannya sekarang ada di pemerintah provinsi sesuai amanat UU 23 Tahun 2014 tentang Pemda. Untuk itu janji ini akan bisa terealisasi dengan catatan Erzaldi sebagai gubernur dapat betul-betul mengratiskan biaya pendidikan sampai tingkat SMA Se-derajat.

    Sama halnya dengan janji membangun pembangkit listrik yang direncanakan dibangun di Kecamatan Lubuk Besar. Ibnu Saleh nampaknya bisa menarik napas panjang karena kewenangan ESDM memang tidak lagi menjadi kewenangan kabupaten/kota sebagaimana diatur dalam UU 23 Tahun 2014 tentang Pemda. Untuk itu seolah janji itu gugur dengan sendirinya. Beruntung sekali ya, pak.

    Biasanya, janji mengratiskan biaya berobat memang menjadi hal paling menari bagi konstituen. Namun, untuk janji satu ini mudah diberikan sulit untuk diwujudkan. Masih banyak masyarakat Bangka Tengah yang harus menanggung beban biaya pengobatan dikalah sakit. Jangankan hal semacam itu, sekedar mendaftar untuk dapat mengakses pelayanan kesehatan di RSUD Bangka Tengah pun harus membayar.

Mensejahterakan masyarakat memang tugas dari kepala daerah. Namun, janji mensejahterakan ini sangat absurd, seabsurd kata sejahtera itu sendiri. Namun karena janji ini sudah terlanjur dilafaskan maka suka tidak suka Ibnu Saleh harus mensejahterakan perut (ekonomi) , hati (keamanan) , jasmani (kesehatan) dan otak (pendidikan) masyarakat Bangka Tengah secara keseluruahan. 

    Untuk itu warisan prestasi dan hutang politik  yang di tiggalkan Erzaldi bisa mejadi tekanan sekaligus tantangan bagi Ibnu Saleh. Ekspektasi masyarakat yang besar harusnya menjadi motivasi tersendiri bagi Ibnu Saleh. Dan Ibnu Saleh harus membuktikan itu semua, jika tidak mau disebut Bupati pemberi harapan palsu (PHP). Saya ikut mensyukuri atas  pelatikan bapak sebagai Bupati Bangka Tengah. Semoga sukses. (**)







Berikan Komentar

Perspektif Lainnya
ICDX, Diantara Pro dan Kontra
ICDX, Diantara Pro dan Kontra
Senin, 21 Agustus 2017 07:27 WIB
Meski sudah ada sejak 2013, keberadaan Bursa Komoditas dan Derivatif Indonesia (Indonesia Commodity and Derivatives Exchange/ ICDX) ternyata masih menuai
Potret 72 Tahun Indonesia Merdeka
Potret 72 Tahun Indonesia Merdeka
Senin, 21 Agustus 2017 04:18 WIB
BEBERAPA bulan terakhir, Indonesia ditimpa oleh berbagai masalah krusial, yang membuat pemerintah belum dapat mengantarkan negara ini ke arah yang
Tiga Tantangan Dasawarsa Kelima
Tiga Tantangan Dasawarsa Kelima
Jum'at, 11 Agustus 2017 01:53 WIB
TIGA perkembangan mengemuka seiring dengan perjalanan ASEAN memasuki dasawarsa kelima. Selain mengemukakan konfigurasi aktual, ketiganya mengetengahkan tantangan yang tidak mudah.
Negara Maritim, tapi Garam Langka
Negara Maritim, tapi Garam Langka
Kamis, 03 Agustus 2017 03:26 WIB
BEBERAPA pekan ini kita dibuat kebingungan dengan adanya pemberitaan garam yang langka dan harga melonjak. Kondisi tersebut terjadi di semua