Persepktif
Saran dan Kritik Implementasi Kurikulum 2013
Oleh Oleh : Benni Sinaga Dosen STIE IBMI Sekjen Komunitas Air Mata Guru (KAMG)Rabu, 27 Maret 2013 04:09 WIB | Dibaca 438 kali
Saran dan Kritik Implementasi Kurikulum 2013
Perubahan kurikulum memang baik, tapi perubahan itu harus didukung dengan fakta-fakta dan kondisi yang menyatakan kurikulum harus di ganti. Sebelum kurikulum baru di cetuskan harus ada evaluasi dari kurikulum sebelumnya agar kita bisa melihat dibagian mana yang harus kita rubah, dan apakah perubahan itu mengharuskan kurikulumnya diganti atau hanya perbaikan kurikulum sebelumnya saja. 

Perubahan kurikulum sekarang kelihatannya tergesa-gesa dan kurangnya persiapan. dikhawatirkan perubahan kurikulum ini mengandung unsur politis yang hanya mementingkan pribadi atau kelompok tertentu. Perubahan kurikulum mengakibatkan berubahnya buku pegangan siswa dan guru, hal ini mengakibatkan perubahan buku yang menyeluruh. Perubahan kurikulum ini melahirkan bisnis buku baru yang sangat menjanjikan dengan keuntungan yang sangat besar.

Katanya pemerintah akan menyalurkan buku ke setiap pelosok daerah, yang menjadi pertanyaan “kapan buku itu akan di salurkan?, bagaimana pengawasan terhadap penyaluran buku itu? dan apakah pemerintah bisa menjamin setiap siswa bisa mendapatkan buku tanpa harus mengeluarkan uang?” . salah satu elemen penting dalam implementasi adalah guru.

Oleh karena itu, guru harus dipersiapkan dengan matang untuk memahami konsep kurikulum yang akan diterapkan pada anak didik. Masalahnya, untuk memahami kurikulum yang baru diperlukan waktu yang lama sebelum diimplementasikan dalam aktivitas belajar mengajar. Apakah guru indonesia siap untuk mengimplementasikan kurikulum baru di tahun 2013?.

Kenapa Harus Kurikulum yang di Ubah?

Perubahan kurikulum 2013 yang pada saat ini melewati masa uji public terkesan reaktif dan terburu. Reaktif karena perubahan ini dianggap sebagai jawaban atas terjadinya tindakan kriminal di sekolah seperti tawuran pelajar dan kabar yang beredar perubahan ini terkait dengan keberatan yang disampaikan oleh wapres Boediono ketika melihat cucunya yang akan pergi ke sekolah harus menyandang tas yang beratnya beberapa kilogram. Terburu-buru karena proses penyiapan kurikulum sampai dengan implementasinya memakan waktu lebih kurang hanya 9 bulan.

Permasalahan pendidikan saat ini bukan hanya kurikulum, kurikulum hanya secuil dari masalah pendidikan. Masalah pendidikan banyak diantaranya kualitas guru, sarana dan prasarana pendidikan, implementasi anggaran pendidikan, politisasi pendidikan, pemerataan pendidikan dan lain-lain. Pemerintah perlu melihat yang urgen untuk perbaikan pendidikan nasional. Mengubah kurikulum bukan solusi yang tepat untuk perbaikan pendidikan saat ini.

Beberapa dasar Kritik terhadap kurikulum 2013 antara lain:
  1. Kebijakan kurikulum 2013 adalah cara pemerintah untuk mempertahankan Ujian Nasional (UN) dikarenakan pembuatan buku yang seragam seluruh indonesia. Dalam sistem pendidikan pemerintah mendukung keberagaman tetapi membuat keseragaman yaitu dengan pembuatan buku yang seragam.
  2. Kebijakan kurikulum 2013 membuat sistem pendidikan kita seperti pabrik dalam artian guru hanya boneka saja dan bekerja seperti mesin karena tidak perlu membuat RPP lagi, terkesan guru dimanja
  3. Kurikulum 2013 terkesan pemaksaan, karena harus dilaksanakan tahun 2013 ini tanpa kajian yang mendalam dan uji yang benar-benar mengindonesia
  4. Kurikulum 2013 kurang relevan dalam perbaikan pendidikan dan kurang relevan kepada guru sebagai tenaga professional
  5. Kurikulum 2013 tidak menghargai gaya guru mengajar dan metode pengajaran, karena pelaku kurikulum bukan pemerintah tetapi guru, karena gurulah yang tahu apa yang seharusnya di ajarkan
  6. Kurikulum 2013 produk pemerintah atau produk luar negeri, dalam artian siapa yang berkepentingan dalam kurikulum 2013 ini?
  7. Tidak benar dalam efektivitas mengajar pada kurikulum KTSP tidak efektivitas tidak membangun pembentukan karakter darimana dasar pemikirannya justru KTSP lebih efektif karena di beri ruang kebebasan berekpresi bagi guru.
  8. Nampak jelas bahwa partisipasi guru dalam pengembangan kebijakan tidak diikutsertakan sehingga informasi yang didapatkan tidak akurat, sehingga tidak sesuai dengan hasil yang sebenarnya

Implementasi Kurikulum 2013 dan Kesiapan Guru

Yang menjadi masalah dalam implementasi kurikulum adalah bagaimana persiapan guru, guru merupakan ujung tombak dari komponen pendidikan. Guru masih banyak tidak tahu apa tujuan kurikulum dibentuk padahal kita tahu bahwa tujuan kurikulum adalah sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan nasional, persoalan yang lain terjadi di lapangan, justru banyak guru tak proaktif dengan informasi dan perkembangan kurikulum. Sangat sedikit guru yang memperbaharui pengetahuannya.

Itulah yang menyebabkan, tak sedikit guru yang takut dengan isu perubahan kurikulum. Tak pelak, mereka pesimis dengan arah perubahan yang diusung kurikulum 2013. Melihat persolan di atas ada beberapa saran untuk perbaikan guru Dalam implementasi kurikulum 2013 ada Empat kompetensi yang seharusnya dikuasai guru, yakni manajemen kelas, evaluasi belajar mengajar, metode mengajar, dan upaya pengembangan karakter.

Kurikulum 2013 sudah ditetapkan dan akan berlangsung, namun antusiasme guru untuk mengetahui masih kurang. Dalam peningkatan dan pengembangan kurikulum guru harus pelajari kurikulum 2013 sebab, tantangan kita hari ini, , bukan sekadar melatih guru tentang kurikulum dan mencetak guru yang pintar melainkan bagaimana para guru yang pintar ini bisa menularkan keterampilannya sehingga guru lain turut pintar.

Mentranstormasi ilmu ke guru lain menjadi salah satu persoalan yang saat ini dihadapi guru-guru kita. Banyak guru pintar tapi tak tergerak hati untuk menularkan ilmu dan pengetahuannya pada guru lain.(**)


comments powered by Disqus


EPaper Facebook twitter RSS
Wedding Package Bumi Asih Hanya Rp 30 juta
Wedding Package Bumi Asih Hanya Rp 30 juta
PANGKALPINANG - Ingin membuat hari pernikahan Anda berkesan istimewa? Paket pernikahan Hotel Bumi Asih Pangkalpinang dapat menjadi pilihan tepat Anda dalam merencanakan pernikahan.
Bagi Minute Play saat Lawan Elche
Bagi Minute Play saat Lawan Elche
VALENCIA - Bukan kalah atau menang yang menjadi target timnas senior Indonesia selama menjalani rangkaian tur Spanyol. Alfred Riedl selaku pelatih timnas senior hanya ingin melakukan evaluasi dalam laga uji coba di Negeri Matador tersebut.
Kembali Bersekolah
Kembali Bersekolah
Kembali Bersekolah - Siti Aisyah Pulungan (8) mencium ayahnya Muhammad Nawawi Pulungan (54) yang dirawat di RS Pirngadi pada hari pertama ia kembali bersekolah di Medan, Sumut, Jumat (21/3). Sejak setahun terakhir Aisyah tidak ke sekolah karena merawat ayahnya yang sakit di atas becak. (ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi)
Mitra Radar