Rudal Canggih se Asean Dimiliki Indonesia
Jum'at, 04 Mei 2012 10:50 WIB | Dibaca 1.758 kali
Rudal Canggih se Asean Dimiliki Indonesia
Rudal Yakhont/P-800/Brahmos merupakan rudal buatan rusia yang hanya digunakan oleh 3 Negara saja di dunia ini yaitu Rusia,Indonesia dan India. Di India rudal ini dinamakan Brahmos, karena India sendiri mendapatkan lisensi untuk membuat rudal ini di India.
Rudal yang memiliki jarak tembak 300KM dengan kecepatan 2,5 Mach atau 2 Kali Lebih kecepatan suara. Rudal ini dapat ditembakkan di lewat Darat,Laut(Kapal Perang) dan Pesawat Tempur.namun rudal ini lebih condong diluncurkan lewat Kapal Perang ataupun di Darat, karena rudal ini sangat berat dan terbilang besar sehingga kurang cocok jika diluncurkan di pesawat tempur.
Indonesia memiliki rudal ini sejak tahun 2007 dan bulan kemarin diadakan Uji Coba Rudal Yakhont di Selat Sunda dengan sasaran nya KRI Teluk Bayur yang sudah dihapuskan dari kekuatan TNI-AL. Tidak dijelaskan berapa rudal yang dimiliki indonesia saat ini,namun jika dilihat dari perhitungan matematis bahwa rudal ini telah dipasang di 4 KRI di indonesia dan kedepan nya akan bertambah,dan setiap KRI dipasang 4 Rudal Yakhont. Untuk kawasan Asean saat ini Rudal Yakhont yang dimiliki indonesia lah yang sangat canggih di Asean untuk kelas rudal permukaan-permukaan dan permukaan-daratan. (int) 


comments powered by Disqus


EPaper Facebook twitter RSS
HET Daging Sapi Beltim Rp 160 Ribu
HET Daging Sapi Beltim Rp 160 Ribu
MANGGAR - Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Beltim) bersama perwakilan pedagang sapi sepakat menentukan Harga Eceran Tertinggi (HET) daging sapi jelang lebaran yakni Rp. 160 ribu perkilogram.
Barcelona Ingin Menjadi Facebook, Apple dan NASA
Barcelona Ingin Menjadi Facebook, Apple dan NASA
BARCELONA - Presiden Barcelona Josep Maria Bartomeu menyampaikan visinya untuk tim yang dipimpinnya. Bartomeu bertekad membawa Barca tampil dominan dalam beberapa tahun ke depan.
Moratorium CPNS Sebabkan Krisis Guru
Moratorium CPNS Sebabkan Krisis Guru
JAKARTA - Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Sulistyo mengatakan keputusan pemerintah melakukan moratorium Pegawai Negeri Sipil (PNS) menyebabkan Indonesia mengalami krisis
Mitra Radar