Rudal Canggih se Asean Dimiliki Indonesia
Jum'at, 04 Mei 2012 03:50 WIB | Dibaca 1.014 kali
Rudal Canggih se Asean Dimiliki Indonesia
Rudal Yakhont/P-800/Brahmos merupakan rudal buatan rusia yang hanya digunakan oleh 3 Negara saja di dunia ini yaitu Rusia,Indonesia dan India. Di India rudal ini dinamakan Brahmos, karena India sendiri mendapatkan lisensi untuk membuat rudal ini di India.
Rudal yang memiliki jarak tembak 300KM dengan kecepatan 2,5 Mach atau 2 Kali Lebih kecepatan suara. Rudal ini dapat ditembakkan di lewat Darat,Laut(Kapal Perang) dan Pesawat Tempur.namun rudal ini lebih condong diluncurkan lewat Kapal Perang ataupun di Darat, karena rudal ini sangat berat dan terbilang besar sehingga kurang cocok jika diluncurkan di pesawat tempur.
Indonesia memiliki rudal ini sejak tahun 2007 dan bulan kemarin diadakan Uji Coba Rudal Yakhont di Selat Sunda dengan sasaran nya KRI Teluk Bayur yang sudah dihapuskan dari kekuatan TNI-AL. Tidak dijelaskan berapa rudal yang dimiliki indonesia saat ini,namun jika dilihat dari perhitungan matematis bahwa rudal ini telah dipasang di 4 KRI di indonesia dan kedepan nya akan bertambah,dan setiap KRI dipasang 4 Rudal Yakhont. Untuk kawasan Asean saat ini Rudal Yakhont yang dimiliki indonesia lah yang sangat canggih di Asean untuk kelas rudal permukaan-permukaan dan permukaan-daratan. (int) 


comments powered by Disqus


EPaper Facebook twitter RSS
Bank Sumsel Babel Layani Penukaran Uang Riyal
Bank Sumsel Babel Layani Penukaran Uang Riyal
PANGKALPINANG - Untuk memudahkan nasabah yang ingin beribadah haji tahun ini, Bank Sumsel Babel siap melayani penukaran uang Riyal, baik pecahan 1, 5, 10, 20, 100, 200 maupun 500 real.
Sterling Bakal Dapat Kontrak Baru
Sterling Bakal Dapat Kontrak Baru
LIVERPOOL-Brendan Rodgers berencana mengapresiasi performa Raheem Sterling dengan kenaikan nilai kontrak di awal musim Premier League musim ini. Namun, manajer The Reds itu menyatakan harus berhati-hati membuat klausul kontrak agar pas dengan usia Sterling.
Bateng Kekurangan Buku Paket
"Jumlah buku paket untuk guru dan siswa masih kurang dari Kementerian Pendidikan Nasional dan kami diperbolehkan untuk memperbanyak,"
Mitra Radar