Reklamasi Lahan Akibat Tambang Timah (Penanggulangan Lahan dengan Teknik Agroforestry)
Oleh Ricca Affressia Rabu, 25 Mei 2011 05:22 WIB | Dibaca 658 kali
Reklamasi Lahan Akibat Tambang Timah  (Penanggulangan Lahan dengan Teknik Agroforestry)
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan salah satu daerah penghasil timah, dimana kegiatan penambangan timah tersebut selalu menyisakan tanah dan vegetasi yang tergradasi sehingga rusak dan juga menyisakan limbah-limbah yang bersifat toksik terutama beberapa logam berat seperti Pb, Cu dan Zn di perairan kolong. Limbah tersebut sangat mempengaruhi kualitas air dan pencemaran. 

Penambangan timah secara ilegal oleh masyarakat semakin banyak, mengakibatkan banyaknya lahan yang rusak setelah penambangan. Tanah-tanah bekas galian timah ini menjadi tanah tandus akibat tidak adanya usaha untuk mengembalikan bekas-bekas tanah setelah penggalian. Kualitas air yang dulunya bagus, sekarang menjadi tercemar akibat limbah tailing. Jika kondisi ini terus berlanjut, maka lahan-lahan yang berpotensi sebagai lahan pertanian akan berangsur-angsur menjadi lahan tandus yang gersang. Usaha untuk mengurangi dampak negatif dari penambangan timah ini secara efisien dan berkelanjutan dapat dilakukan, antara lain melalui reklamasi lahan, yang dilanjutkan dengan menerapkan pola tanam yang menggunakan jenis-jenis komoditas yang sesuaitetapi juga mempunyai nilai komersial yang layak dikembangkan. Tujuan dari pemanfaatan lahan bekas galian timah adalah untuk memperbaiki struktur tanah yang labil dan tidak produktif, mengurangi erosi permukaan, memperbaiki iklim tanah, dan meningkatkan kondisi lahan kearah yang lebih produktif.

Reklamasi adalah suatu usaha memperbaiki atau memulihkan kembali lahan dan vegetasi dalam kawasan hutan yang rusak sebagai akibat kegiatan usaha pertambangan dan energi agar dapat berfungsi secara optimal sesuai dengan peruntukannya. Istilah lain yang berkaitan dengan reklamasi yaitu rehabilitasi lahan dan revegetasi. Rehabilitasi lahan adalah usaha memperbaiki, memulihkan kembali dan meningkatkan kondisi lahan yang rusak (kritis), agar dapat berfungsi secara optimal, baik sebagai unsur produksi, media pengatur tata air maupun sebagai unsur perlindungan alam lingkungan. Revegetasi merupakan suatu usaha atau kegiatan penanaman kembali lahan bekas tambang. 

Dalam reklamasi lahan akibat penambangan harus melihat dari empat aspek, yaitu aspek teknis, ekonomi, sosial/lingkungan, dan kelembagaan. Aspek teknis dapat dilihat dari sifat fisik dan sifat kimia tanah, aspek lingkungan dilihat dari dampak penambangan timah terhadap sosial masyarakat, asppek ekonomi dari produktivitas lahannya. Sedangkan aspek kelembagaan dilihat dari fungsi dan peran masing-masin institusi dalam pelaksanaan kegiatan reklamasi lahan.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam reklamasi lahan menggunakan teknik Agroforestry harus dapat memenuhi persyaratan teknis, ekonomi dan social,seperti pemilihan tanaman (sesuai dengan sifat tanah dan iklim), jarak tanam, biaya dan dampak sosial ekonomi.

Menurut Lahjie (1992), Agroforestry merupakan bentuk usaha tani yang memadukan prinsip pertanian dan kehutanan. Agroforestry merupakan pencampuran antara tanaman perkebunan, pertanian, dan kehutanan. Komuditas pertanian yang bisa ditanam yaitu jagung (Zea mays), Kacang tanah (Arachis hypogeae) Untuk tanaman pertanian ditanaman sebagai tanaman sela yang menggunakan tanaman legum atau kacang-kacangan mengandung nitrogen lebih tinggi. Karena daun tanaman legum dapat digunakan sebagai pupuk hijau atau diproses menjadi kompos. Daun tanaman legum sebagai pupuk hijau dapat digunakan secara langsung. Selain daunnya dapat digunakan sebagai pupuk hijau atau bahan kompos tanaman legum juga dapat mengikat nitrogen dari udara. Bintil-bintil akar dari tanaman legum mempunyai kandungan nitrogen yang cukup tinggi. Di dalam bintil akar ini hidup bakteri yang mampu menambat N2 dari udara. Karenanya bintil akar pada tanaman legum dapat dipandang sebagai “pabrik” nitrogen alami dan mampu memperbaiki sifat fisik dan kimia tanah. Tanaman perkebunan yaitu Kopi (Coffeaspp), Kelapa (Cocos nucifera), Alpukat (Persea Americana). Tanaman kehutanan yaitu Sengon (Paraserianthes falcataria) dan Jati (Tectona grandis).  

Dalam sistem agroforestry terdapat interaksi ekologis dan ekonomis antara komponen-komponen yang berbeda. Agroforestry ditujukan untuk memaksimalkan penggunaan energi matahari, meminimalkan hilangnya unsur hara di dalam sistem, mengoptimalkan efesiensi penggunaan air dan meminimalkan runoff serta erosi.

Kegagalan reklamasi lahan kritis selama ini disebabkan karena pelaksanaan dalam skala besar yang luas areal dan jumlah bibit yang sangat banyak sehingga membutuhkan tenaga kerja yang banyak, mulai dari penyiapan lahan, penyediaan bibit, penanaman dan pemeliharaan. Sehingga dalam pelaksanaan dilapangan dan pemeliharaanya kurang intensif. Selain itu pelaksanaan reklamasi dan penghijauan pada umumnya dilakukan dengan penanaman langsung dilahan kritis yang sudah miskin unsure hara , yang akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tidak optimal. (**) 
 
Penulis adalah Anggota ISBA Yogyakarta


comments powered by Disqus


EPaper Facebook twitter RSS
Lia Furniture Elektronik, Bisa Cash & Kredit
Lia Furniture Elektronik, Bisa Cash & Kredit
PANGKALPINANG - Sukses mengembangkan usahanya sejak 6 tahun silam, Marliani, pemilik galeri Lia Furniture & Elektronik kini melengkapi usahanya dengan beragam produk handpohone bermerk dan berkualitas. Beragam produk handphone ini dapat Anda miliki dengan pembayaran cash dan credit sesuai kemampuan Anda. Bahkan untuk kredit juga suku bunga sangat terjangkau dan tenor minimal 10 bulan.
Romario : Penjarakan PSSI Brazil!
Romario : Penjarakan PSSI Brazil!
BRASILIA-Legenda sepakbola Brasil Romario geram dengan hasil memalukan yang dituai tim nasional Brasil dalam Piala Dunia 2014. Pria yang kini berprofesi sebagai pengacara itu meminta para petinggi federasi sepakbola Brasil (CBF) dipenjara.
Dicari 100 Ribu Peserta Pelatihan Indonesia Digital Learning
Dicari 100 Ribu Peserta Pelatihan Indonesia Digital Learning
JAKARTA - PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk meluncurkan program “Indonesia Digital Learning”. Program ini merupakan pelatihan dengan sertifikasi internasional meningkatkan pemahaman penggunaan internet.
Mitra Radar