Hingar Bingar Debat Kandidat Gubernur Babel. Dari Lagu "Nona Manis" Hingga "Satu-Satu Aku Sayang Ibu"


Hingar Bingar Debat Kandidat Gubernur Babel. Dari Lagu

SAMBUTAN hujan mengiringi datangnya sore. Matahari yang mulai malas pun mulai bersembunyi untuk turun menuju peraduan. Di sebuah parkiran, berdiam beberapa kendaraan roda dua dan empat. Padat, tak menyisakan ruang lagi bagi kendaraan lain. Ditambah pula, hadirnya kendaraan taktis jenis Barracuda. Gagah, berpadu dengan struktur bangunan di samping parkiran, Novotel Bangka Golf and Convention Center.
  
Memasuki muka pintu gedung, puluhan pihak keamanan tampak berjaga. Tampak dari mereka mengenakan pakaian safari, pakaian yang biasa digunakan pengawal para pejabat. Wajahnya tegang, kedua bola matanya tampak mengawasi siapa saja yang datang. Seakan tak diam, tatapan lekat-lekat terus dilakukan. Namun, sikap demikian tak membuat beberapa orang di lorong-lorong ballroom Novotel ketakutan.
   
Seakan acuh, perhatian mereka terpusat pada televisi layar datar 24 inch. Televisi itu menampilkan wajah yang tak asing di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Wajah-wajah yang berlaga pada pesta demokrasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Babel, 23 Februari nanti.
   
Delapan wajah itu secara bergantian tersorot oleh kamera. Bergantian memaparkan program singkat tentang masa depan, bergiliran mengucapkan janji-janji ke hadapan jutaan masyarakat Indonesia. Berbeda dengan di luar yang hening, di dalam ruangan, warna-warni semakin terasa. Biru, orange, merah, kuning dan hijau mendominasi di dalam yang mengalahkan terpaan lampu-lampu sorot. “Zaman...Zaman...Zaman...Zaman,” teriak orang-orang berbaju biru di ujung kiri.  “Huuuudarni Rani siapa yang punya, Huuuudarni Rani siapa yang punya? Yang punya kita semua,” sambut yel-yel puluhan orang di sebelahnya.
   
Bak supporter bola yang mendukung tim kesebelasan kesayangan berlaga, mereka berteriak sekencang-kencangnya. Ada yang meloncat, ada pula yang berdiri di atas kursi. Bersahut-sahutan, tanpa ada komando teriakan mereka tak mau kalah besar dengan pendukung lawan. “Satu-satu...aku sayang Allah. Dua-dua cinta Rasulullah. Tiga-tiga sayang Bapak Eko. Satu dua tiga coblos nomor tiga,” sahut rombongan berpakaian kuning dan merah. “Dobel Y, Yes Yes Yes Yes,” timpal lainnya di sebelah kanan ujung yang berkostum hijau-hijau. “Saya senang dengan pribadi Pak Yusroni. Selain baik, ramah dia masih muda,” ungkap Sulastri yang sejak awal tampak histeris kepada Dobel Y Yes saat ditemui Radar Bangka (RB).
   
Berbeda dengan Sulastri, Hendra Kurnianto, pendukung Zulkarnaen Karim-Darmansyah Husein (zaMan), kehadiran para pendukung merupakan ruh dari masyarakat. “Tiap pendukung dapat mewakili masyarakat. Saya sebagai wakil dari beberapa masyarakat yang mendukung ZaMan ingin menyaksikan langsung calon favorit. Dari debat seperti ini, kita dapat menyaksikan gambaran masa depan Babel,” terang Hendra.
   
Meski gegap gempita dengan teriakan masing-masing pendukung, keempat pasang cagub-cawagub tampak tidak terganggu dengan teriakan tersebut. Meski terlihat agak gugup, masing-masing cagub-cawagub memanfaatkan dua menit waktu yang diberikan untuk memaparkan visi misinya. Waktu 1,5 jam pun tak terasa berlalu.  "Wah dak puas aben ok, cepet bener," kata salah satu undangan sambil meninggalkan ruangan. (**)





Berikan Komentar

Features Lainnya
Zakiya Handayani, Pengrajin Sekaligus Kolektor Ratusan Kebaya Tua
Zakiya Handayani, Pengrajin Sekaligus Kolektor Ratusan Kebaya Tua
Rabu, 17 Mei 2017 15:51 WIB
Lebih dari satu dekade terakhir, Zakiya rajin mencari dan mengoleksi kebaya tua. Tak terasa koleksinya sudah
Kiprah Peneliti-Peneliti Bertabur Paten, Ada yang Sudah Dikomersilkan
Kiprah Peneliti-Peneliti Bertabur Paten, Ada yang Sudah Dikomersilkan
Selasa, 16 Mei 2017 18:45 WIB
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) punya seabrek peneliti. Total 1.666 orang. Ada yang sangat produktif dan menghasilkan banyak paten.
Heni Sri Sundani, Mantan TKW yang Masuk Anak Muda Berpengaruh di Asia
Heni Sri Sundani, Mantan TKW yang Masuk Anak Muda Berpengaruh di Asia
Senin, 08 Mei 2017 05:02 WIB
Berbekal masa kecil yang susah, Heni Sri Sundani menginisiatori lahirnya Smart Farmer Kids In Action & Agro Edu Jampang Community.
Kisah Mualaf Cantik yang Jadi Balerina Berhijab Pertama di Dunia
Kisah Mualaf Cantik yang Jadi Balerina Berhijab Pertama di Dunia
Kamis, 04 Mei 2017 19:56 WIB
Perjalanan hidup Stephanie Kurlow penuh liku. Kisahnya sebagai balerina profesional menjadi inspirasi agar kita semua tak pernah menyerah mengejar mimpi.