Features
Hingar Bingar Debat Kandidat Gubernur Babel. Dari Lagu "Nona Manis" Hingga "Satu-Satu Aku Sayang Ibu"
Oleh Deryardli / Radar Bangka / PangkalpinagSenin, 20 Februari 2012 04:35 WIB | Dibaca 91 kali
Hingar Bingar Debat Kandidat Gubernur Babel. Dari Lagu
SAMBUTAN hujan mengiringi datangnya sore. Matahari yang mulai malas pun mulai bersembunyi untuk turun menuju peraduan. Di sebuah parkiran, berdiam beberapa kendaraan roda dua dan empat. Padat, tak menyisakan ruang lagi bagi kendaraan lain. Ditambah pula, hadirnya kendaraan taktis jenis Barracuda. Gagah, berpadu dengan struktur bangunan di samping parkiran, Novotel Bangka Golf and Convention Center.
  
Memasuki muka pintu gedung, puluhan pihak keamanan tampak berjaga. Tampak dari mereka mengenakan pakaian safari, pakaian yang biasa digunakan pengawal para pejabat. Wajahnya tegang, kedua bola matanya tampak mengawasi siapa saja yang datang. Seakan tak diam, tatapan lekat-lekat terus dilakukan. Namun, sikap demikian tak membuat beberapa orang di lorong-lorong ballroom Novotel ketakutan.
   
Seakan acuh, perhatian mereka terpusat pada televisi layar datar 24 inch. Televisi itu menampilkan wajah yang tak asing di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Wajah-wajah yang berlaga pada pesta demokrasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Babel, 23 Februari nanti.
   
Delapan wajah itu secara bergantian tersorot oleh kamera. Bergantian memaparkan program singkat tentang masa depan, bergiliran mengucapkan janji-janji ke hadapan jutaan masyarakat Indonesia. Berbeda dengan di luar yang hening, di dalam ruangan, warna-warni semakin terasa. Biru, orange, merah, kuning dan hijau mendominasi di dalam yang mengalahkan terpaan lampu-lampu sorot. “Zaman...Zaman...Zaman...Zaman,” teriak orang-orang berbaju biru di ujung kiri.  “Huuuudarni Rani siapa yang punya, Huuuudarni Rani siapa yang punya? Yang punya kita semua,” sambut yel-yel puluhan orang di sebelahnya.
   
Bak supporter bola yang mendukung tim kesebelasan kesayangan berlaga, mereka berteriak sekencang-kencangnya. Ada yang meloncat, ada pula yang berdiri di atas kursi. Bersahut-sahutan, tanpa ada komando teriakan mereka tak mau kalah besar dengan pendukung lawan. “Satu-satu...aku sayang Allah. Dua-dua cinta Rasulullah. Tiga-tiga sayang Bapak Eko. Satu dua tiga coblos nomor tiga,” sahut rombongan berpakaian kuning dan merah. “Dobel Y, Yes Yes Yes Yes,” timpal lainnya di sebelah kanan ujung yang berkostum hijau-hijau. “Saya senang dengan pribadi Pak Yusroni. Selain baik, ramah dia masih muda,” ungkap Sulastri yang sejak awal tampak histeris kepada Dobel Y Yes saat ditemui Radar Bangka (RB).
   
Berbeda dengan Sulastri, Hendra Kurnianto, pendukung Zulkarnaen Karim-Darmansyah Husein (zaMan), kehadiran para pendukung merupakan ruh dari masyarakat. “Tiap pendukung dapat mewakili masyarakat. Saya sebagai wakil dari beberapa masyarakat yang mendukung ZaMan ingin menyaksikan langsung calon favorit. Dari debat seperti ini, kita dapat menyaksikan gambaran masa depan Babel,” terang Hendra.
   
Meski gegap gempita dengan teriakan masing-masing pendukung, keempat pasang cagub-cawagub tampak tidak terganggu dengan teriakan tersebut. Meski terlihat agak gugup, masing-masing cagub-cawagub memanfaatkan dua menit waktu yang diberikan untuk memaparkan visi misinya. Waktu 1,5 jam pun tak terasa berlalu.  "Wah dak puas aben ok, cepet bener," kata salah satu undangan sambil meninggalkan ruangan. (**)


comments powered by Disqus


EPaper Facebook twitter RSS
Wedding Package Bumi Asih Hanya Rp 30 juta
Wedding Package Bumi Asih Hanya Rp 30 juta
PANGKALPINANG - Ingin membuat hari pernikahan Anda berkesan istimewa? Paket pernikahan Hotel Bumi Asih Pangkalpinang dapat menjadi pilihan tepat Anda dalam merencanakan pernikahan.
Bagi Minute Play saat Lawan Elche
Bagi Minute Play saat Lawan Elche
VALENCIA - Bukan kalah atau menang yang menjadi target timnas senior Indonesia selama menjalani rangkaian tur Spanyol. Alfred Riedl selaku pelatih timnas senior hanya ingin melakukan evaluasi dalam laga uji coba di Negeri Matador tersebut.
Kembali Bersekolah
Kembali Bersekolah
Kembali Bersekolah - Siti Aisyah Pulungan (8) mencium ayahnya Muhammad Nawawi Pulungan (54) yang dirawat di RS Pirngadi pada hari pertama ia kembali bersekolah di Medan, Sumut, Jumat (21/3). Sejak setahun terakhir Aisyah tidak ke sekolah karena merawat ayahnya yang sakit di atas becak. (ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi)
Mitra Radar