Empat Generasi Mengawal Kelezatan Soto Situbondo, Pertahankan Tradisi Sejak Nenek Moyang


Empat Generasi Mengawal Kelezatan Soto Situbondo, Pertahankan Tradisi Sejak Nenek Moyang

Jangan pernah meremehkan soto. Sajian berkuah yang menyebar dari Sabang sampai Merauke ini menjadi salah satu suguhan identitas asli Indonesia. Apalagi, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) kini sedang gencar-gencarnya menjadikannya soto sebagai salah satu ikon kuliner Nusantara. 

Laporan : JPNN

Kementerian pimpinan Arief Yahya itu memiliki lima kandidat yang akan digarap serius untuk jadi ikon kuliner Tanah Air. Yakni, soto, gado-gado, rendang, bakso, dan nasi goreng. Karena rendang sudah terkenal sebagai makanan paling enak di dunia, salah satu kandidat kuat saat ini adalah soto. 

Beruntung bagi Kabupaten Situbondo. Daerah yang saat ini dipimpin oleh Dadang Wigiarto itu memiliki soto sebagai makanan khasnya. Namanya, Soto Situbondo. Soto tersebut berbeda dengan para kompetitor lainnya seperti Soto Betawi, Soto Lamongan, Soto Madura, Soto Padang maupun coto Makassar.

Sama seperti soto-soto lainnya, Soto Situbondo dibagi menjadi dua macam berdasarkan jenis lauknya. Soto ayam dan soto daging. Untuk soto daging, jenis daging yang digunakan adalah sapi namun hanya memakai babat dan “jeroan”. Tidak seperti soto daging ala Madura, kuah soto daging Situbondo lebih bening. Sedangkan untuk soto ayam, bumbu-bumbunya lebih kompleks. Lebih kaya rempah-rempah

Tak percaya? Silakan mencoba soto Situbondo di Warung Soto H. Fauzi. Lokasinya di Jalan Situbondo-Banyuwangi. Sekitar 2 km setelah kawasan kota Situbondo ke arah Banyuwangi. Persis beberapa meter sesudah Pasar dan Pabrik Gula Panji. 
Kalau bingung, tanya saja dimana letak Taman Pancing. Warung soto tersebut persis di seberangnya. Deretan parkiran pengunjung warung soto itu sudah nampak dari kejauhan.

Berbeda dengan soto-soto lainnya, warna kuah Soto Ayam Situbondo sedikit lebih bening dengan ornamen keruhan-keruhan dari bumbu-bumbunya. Tidak seperti soto Lamongan yang kuning cerah, Soto Situbondo kuning tapi cenderung gelap. Juga tak seperti Soto Betawi yang sangat kental dengan warna kuning cenderung putih karena banyaknya santan.

Pekatnya kuah Soto Situbondo tersebut menunjukkan kekayaan bumbu dan rempah-rempah yang digunakan. Bumbu dan rempah itu diolah kemudian dicampur sedikit santan.  Selanjutnya, bumbu dicampur kuah yang terbuat dari kaldu ayam. “Santannya sedikit. Bahkan mungkin nggak terasa. Tapi itu yang membuatnya berbeda,” kata Hajah Fauziah.

Fauziah adalah pemilik Warung Soto tersebut. Bersama suaminya, H. Fauzi, mereka berdua melanjutkan warisan kuliner yang turun temurun diwariskan dari kakek Fauziah. Fauziah menuturkan, kakeknya sudah berjualan soto di Situbondo bahkan sejak Indonesia belum merdeka. “Waktu itu jualannya di pasar. Saya lupa nama pasarnya. Mungkin ya di Pasar Panji sini,” kata perempuan 50 tahun tersebut.

Sang kakek yang bernama Haji Mustofa tersebut terus berjualan soto hingga Indonesia merdeka. Sebelum meninggal, Mustofa mewariskan rahasia memasak soto kepada anaknya, Haji Nawawi, yang merupakan ayah Fauziah.

Haji Nawawi kemudian menurunkan “ilmunya” kepada Fauziah yang sejak 1997 sudah memegang kendali penuh atas warung tersebut dan mengelolanya bersama suaminya, Haji Fauzi.

Pasangan suami istri peracik bumbu soto tersebut dikaruniai tiga anak dan empat cucu. Si sulung, Munawaroh, bakal menjadi generasi keempat penjaga setia warisan turun temurun soto Situbondo.

Tanda-tandanya sudah tampak. Munawaroh membuka cabang Warung Soto Haji Fauzi di dekat kantor Pemkab Situbondo di Jalan Sudirman. Dan sama larisnya.

“Semua bumbu dan cara memasak kami masih mempertahankan tradisi yang diajarkan sejak zaman nenek moyang. Bumbu-bumbunya rahasia tapi terus akan kami tularkan kepada anak cucu,” kata Fauziah.(dms/JPC)







Berikan Komentar

Features Lainnya
Kisah Agus, Sopir Truk yang Akhirnya Bertemu Presiden Jokowi
Kisah Agus, Sopir Truk yang Akhirnya Bertemu Presiden Jokowi
Rabu, 09 Mei 2018 08:02 WIB
Agus Yuda, seorang sopir truk, bertemu Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Selasa (8/5), setelah menempuh 729 kilometer selama 23
Gaji Rp 450 Ribu, Guru Honorer Semangat Kuliah S1
Gaji Rp 450 Ribu, Guru Honorer Semangat Kuliah S1
Senin, 07 Mei 2018 21:25 WIB
TANGSEL - Susandi, guru honorer SD Negeri Gunung Sari di Kabupaten Sukabumi, Jabar, tetap semangat menuntut ilmu dengan berkuliah lagi.
Suasana Haru Warnai Rapat Paripurna Istimewa HUT Kota Sungailiat
Suasana Haru Warnai Rapat Paripurna Istimewa HUT Kota Sungailiat
Minggu, 29 April 2018 21:59 WIB
Rapat Paripurna Istimewa HUT Kota Sungailiat, ke 252 berlangsung di gedung DPRD Bangka, secara tidak langsung memberikan pembelajaran bagi generasi
KEK Sungailiat Ditetapkan Tahun 2018
KEK Sungailiat Ditetapkan Tahun 2018
Jum'at, 20 April 2018 10:28 WIB
MENTERI PARIWISATA ARIEF YAHYA menandaskan sesudah mengunjungi KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) Sungailiat Bangka, Jumat (13/4-2018) dalam jumpa pers di