Kisah Ibu yang Korbankan Ginjalnya Demi Kesembuhan Sang Buah Hati


Kisah Ibu yang Korbankan Ginjalnya Demi Kesembuhan Sang Buah Hati

Ada pepatah menyebutkan kasih sayang ibu sepanjang masa dan tak terbilang. Pepatah itu sepertinya dapat dialamatkan kepada ibu yang berinsial SY, 57, warga Pesisir Selatan (Pessel), Sumbar. Diamerelakan satu ginjalnya dicangkok demi kesembuhan anaknya yang berinisial MHS, 40, yang sedang mengalami gagal ginjal sejak tiga tahun terakhir

Siang itu AH Simajuntak, 57, matanya tidak lepas memandang ke layar monitor yang terpasang di depan depan ruang operasi lantai II RSUP Dr M Djamil Padang. "Istri dan anak saya sedang dioperasi," ungkap AH Simajuntak membuka pembicaraan dengan Padang Ekspres (Jawa Pos Group).

Operasi yang dimaksud pria yang mengenakan kaos hitam dan celana jeans pendek yakni pencangkokan ginjal. AH Simajuntak mengaku sebetulnya keputusan sang istri yang memberikan satu ginjal kepada anak sulungnya itu sejak 2015 lalu.

ruang medis
Ilustrasi (Pixabay.com)

Ketika itu dia sudah mendapatkan kabar bahwa MHS mengalami gagal ginjal. Kata dokter kala itu, sang buah hati memang sangat membutuhkan donor ginjal. “Istri saya memutuskan mendonorkan ginjalnya kepada anak kami. Saya hanya bisa ikhlas dengan keputusan itu,” ucap AH Simajuntak.

Keputusan SY mendonorkan ginjalnya diawali dengan beberapa kali mengikuti seminar dan penjelasan terkait pendonoran. Dari penjelasan itu istri AH Simajuntak semakin kuat untuk mendonorkan ginjalnya.

“Ini kemauan istri saya, kami mendukung penuh apalagi di RSUP ini juga pernah menjalani operasi sama. Dokter juga menjelaskan, jika pendonoran dari orang tua ke anak akan sangat bagus, sehingga kami makin yakin untuk menjalani operasi ini,” ucap pensiunan TNI AD itu.

Diakuinya, keputusan istrinya SY mendonorkan ginjal murni atas kasih sayang kepada putranya. Atas keputusan SY, pihak keluarga besarnya memberikan dukungan agar proses operasi berjalan lancar.

“Istri saya bilang ke dokter berikan ginjal terbaik saya untuk dipasangkan ke MHS,” ucap AH Simajuntak didamping pihak keluarganya yang juga menunggu proses operasi pencangkokan.

Sebelum menjalani operasi pencangkokan ginjal, istrinya sudah beberapa kali menjalani pemeriksaan kesehatan. Kondisi ginjalnya layak untuk didonorkan.

“Istri dan anak saya, sudah masuk rumah sakit sejak Rabu (3/10). Tentunya, harapan saya operasi berjalan sukses, anak dan istri saya dapat segera sembuh,” harapnya.

Riski Simajuntak, 25 anak bungsu dari AH Simajuntak sempat merasakan kekhawatiran jika ginjal ibunya didonorkan. Namun atas keputusan ibunya serta penjelasan dokter, rasa cemas itu berkurang. “Tentunya khawatir, namun inilah pengorbanan orang tua terhadap anaknya. Semoga kakak dan ibu saya dapat melewati masa pemulihan serta beraktivitas seperti sediakala,” harapnya.

Sementara itu, di balik monitor Padang Ekspres berkesempatan melihat proses operasi pendonoran ginjal yang dilakukan di ruang operasi (OK) 04 dan 05 lantai dua RSUP M Djamil.

Kedua pasien masuk ke ruangan operasi sejak pukul 08.10 hingga pukul 13.30. Proses operasi pencangkokan ginjal berjalan lancar. Dalam proses operasi itu, tim dokter RSUP M. Djamil dibantu lima dokter dari RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, yakni dokter Ari Rojami, Nurasyid, Sukmono, Bonar dan Sahat Matondang.

“Alhamdulillah proses berjalan lancar, apalagi proses pendonoran ini dari ibu ke anak sehingga ada kecocokan,” ucap salah satu tim dokter, Ari Rojami didampingi tim dokter transplantasi lainnya usai menjalani operasi pencangkokan. (iil/jpg/JPC)







Berikan Komentar

Features Lainnya
Cerita Praka Nodi, Anak Petani Anggota Paspampres
Cerita Praka Nodi, Anak Petani Anggota Paspampres
Selasa, 10 Oktober 2017 13:46 WIB
PRAKA Nodi, anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) merupakan putra daerah Provinsi Kaltara. Dia ikut bertugas mengawal Presiden Jokowi saat berkunjung
Yudawati, TKW Penjual Empek-empek di London, Beromzet Rp 100 Juta per Bulan
Yudawati, TKW Penjual Empek-empek di London, Beromzet Rp 100 Juta per Bulan
Selasa, 10 Oktober 2017 11:40 WIB
Berawal sebagai tenaga kerja wanita (TKW), Yudawati membuka restoran di London, Inggris, dengan menu andalan Pempek Palembang. Ternyata responsnya luar
Heboh Siswa Kelas V SD Hampir Setiap Hari Hajar Temannya
Heboh Siswa Kelas V SD Hampir Setiap Hari Hajar Temannya
Sabtu, 07 Oktober 2017 09:02 WIB
Dunia pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalteng, belakangan dihebohkan kasus Ad, bocah kelas V SD yang dikenal sangat nakal.
Perjuangan Satu Keluarga Menghadapi Virus HIV, Harta pun Habis untuk Berobat
Perjuangan Satu Keluarga Menghadapi Virus HIV, Harta pun Habis untuk Berobat
Kamis, 05 Oktober 2017 14:24 WIB
Kisah pilu datang dari sebuah keluarga di Padang. Mereka didiagnosa menderita HIV. Bak disambar petir, keluarga yang semula sehat dengan