Sambal Klotok Setan, Sambal Buatan Narapidana, Pedasnya sampai Singapura dan Malaysia


Sambal Klotok Setan, Sambal Buatan Narapidana, Pedasnya sampai Singapura dan Malaysia

Meski baru resmi berproduksi dua bulan terakhir, cita rasanya jangan diragukan lagi. Pedas, asin, dan gurih berpadu menjadi satu. Luar biasanya, sambal bermerek Klotok Setan ini lahir dari racikan tangan para penghuni penjara.

DUA tangan Sri Utatik begitu cekatan ’’memenggal’’ kepala ikan klotok atau ikan asin. Setelah membelah badan ikan yang berukuran cukup besar tersebut menjadi dua, dia mulai mencabuti duri-durinya. Ekor ikan yang tajam juga dipotong. Untuk memastikan daging ikan tidak lagi bercampur duri, narapidana (napi) kasus narkoba tersebut kembali mengecek dengan teliti. Tiap bagian diraba perlahan. Dengan begitu, duri yang masih tersembunyi bisa terasa dan langsung dihilangkan.

    Setelah yakin semua duri hilang, Uut –sapaannya– memotong-motong ikan dengan ukuran sekitar 2 sentimeter. Kemudian, penghuni Blok Wanita (W) Lapas Kelas II-A Sidoarjo berusia 47 tahun itu mulai merajang bawang putih dan bawang merah. Ibu tiga anak tersebut tidak bekerja sendiri. Ada rekannya, Erni Rosdiana, yang juga napi ikut membantu membuat sambal produksi penjara itu. Termasuk petugas bagian bimbingan kerja (bimker) Nurmawati. Selain 5 kilogram klotok, komposisi yang lain adalah bawang merah dan bawang putih masing-masing 1 kilogram. Ditambah 2 kilogram cabai rawit. Juga, daun bawang merah plus sekitar 3 liter minyak goreng.

    ’’Kalau minyak sudah panas, kali pertama yang dimasukkan adalah batang daun bawang,’’ kata Nurmawati. Ketika sudah berubah warna, semua bahan dicampurkan secara bergiliran. Mulai bawang merah, bawang putih, cabai, hingga klotok.

Terakhir, daun bawang merah. Tidak perlu ditambah garam karena klotok sudah terasa asin. Bahan yang sudah tercampur itu diaduk-aduk sampai benar-benar matang. Waktu yang dibutuhkan lebih dari satu jam. ’’Jika tidak matang tidak tahan lama,’’ kata Andik Prasetyo, Kasubsi Bimbingan Kerja (Bimker) Lapas Kelas II-A Sidoarjo. Kalau matang, maka jadilah sambal Klotok Setan.

    Sambal yang tahan hingga 2 bulan tersebut memang tidak menggunakan bahan pengawet. Satu-satunya cara agar sambal bisa bertahan lama adalah proses memasak yang sempurna. Komposisi yang pas antara bahan dan minyak juga berpengaruh. Sambal yang sudah matang tidak bisa langsung disimpan dalam wadah berukuran 200 gram. Harus menunggu sampai benar-benar dingin. ’’Dari bahan-bahan sebanyak ini bisa menghasilkan 80 stoples,’’ ucap Andik. Satu stoples sambal berslogan Pedasnya Nampoll itu dibanderol Rp 25 ribu.

    Produksi sambal yang dimulai sekitar dua bulan lalu itu awalnya hanya untuk memenuhi kebutuhan di dalam bui. Dalam waktu singkat, cita rasanya yang unik mulai diperkenalkan ke luar. Jika ada pertemuan atau acara di lapas, sambal tersebut sering digunakan sebagai oleh-oleh. Ternyata banyak yang ketagihan setelah mencicipinya. Termasuk para pegawai di lingkungan Kemenkum HAM yang sudah dimutasi atau pindah ke lain daerah. Mereka yang kini berdomisili di Jawa Barat, misalnya, masih memesan sambal buatan napi tersebut. ’’Teman yang ada di Malaysia dan Singapura juga membeli,’’ lanjut Andik. Rencananya, pemasarannya lebih diperluas ke masyarakat umum.

    Uut sangat mendukung rencana tersebut. Bahkan, saat keluar penjara nanti dia berencana membuat sambal mereknya sendiri. ’’Padahal, dulu waktu di luar penjara tidak pernah masak. Makannya beli,’’ kata perempuan yang divonis empat tahun tujuh bulan penjara itu, lantas tersenyum. Erni Rosdiana mengatakan, kegiatan produksi sambal di lapas itu menjadi obat rindunya dengan rumah. ’’Di rumah dulu sering membuat juga,’’ ucap perempuan 50 tahun yang dihukum tiga tahun penjara dalam kasus cukai rokok itu.(*/c15/pri)







Berikan Komentar

Features Lainnya
​Cerita Penjahit Baju Adat Banjar yang Dikenakan Presiden Jokowi Cemas, Bahagia Bercampur Jadi Satu
​Cerita Penjahit Baju Adat Banjar yang Dikenakan Presiden Jokowi Cemas, Bahagia Bercampur Jadi Satu
Senin, 21 Agustus 2017 13:01 WIB
MASIH jelas di ingatan Kamalhudi (61), suatu sore saat dia didtangi seorang utusan asal Kabupaten Tanah Bumbu. Saat itu
​Saat Mensos RI Berkunjung ke Rumah Fatmawati,Jahit Merah Putih, Pesan Jaga Keutuhan NKRI
​Saat Mensos RI Berkunjung ke Rumah Fatmawati,Jahit Merah Putih, Pesan Jaga Keutuhan NKRI
Selasa, 15 Agustus 2017 13:43 WIB
WARGA Kota Bengkulu patut bangga memiliki seorang sosok pahlawan Fatmawati Soekarno yang merupakan ibu negara RI
Wirdjo, sang Pembunuh Belasan Orang, Sungguh Mengerikan!
Wirdjo, sang Pembunuh Belasan Orang, Sungguh Mengerikan!
Minggu, 13 Agustus 2017 15:57 WIB
LINGKUNGAN Watu Buncul, di Kelurahan Boyolangu, Kecamatan Giri, Banyuwangi memang asri. Di tengah himpitan perkembangan permukiman
Kisah Tragis TKW, Dipaksa Makan Kotoran Anak Majikan
Kisah Tragis TKW, Dipaksa Makan Kotoran Anak Majikan
Rabu, 09 Agustus 2017 18:54 WIB
WARGA Desa Sungai Burung Besar, Kecamatan Jawai, Kabupaten Sambas, Kalbar, yang menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW)