Edukasi
79 Cama Bidik Misi Polman di Seleksi
Kamis, 14 Juni 2012 03:23 WIB | Dibaca 151 kali
79 Cama Bidik Misi Polman di Seleksi
SUNGAILIAT-Politeknik Manufaktur Negeri (Polman) Bangka Belitung (Babel), akan menyeleksi 70 orang calon mahasiswa dari keluarga miskin untuk mengikuti program beasiswa `Bidik Misi` sesuai instruksi Kemendiknas. "Saat ini, kami sedang melakukan survey langsung untuk mengetahui kondisi ekonomi keluarga calon mahasiswa yang direkomendasikan sekolah untuk mendapatkan beasiswa bidik misi, sehingga program ini tepat sasaran" ujar Kasubag Akademik Polman Babel, Andyka, Selasa (12/6). Ia menjelaskan, pada tahun ini kuota penerimaan mahasiswa melalui program beasiswa `Bidik Misi` sebanyak 30 orang atau meningkat dibandingkan kuota tahun lalu hanya 25 orang. "Tahap pertama penerimaan calon mahasiswa bidik misi yaitu melakukan survey ekonomi keluarga calon mahasiswa, mewawancarai orang tua siswa selanjutnya tes tertulis yang akan dilakukan secara serentak," ujarnya.
Ia mengatakan, program beasiswa bidik misi ini merupakan kebijakan Kemendiknas yang mengharuskan setiap kampus Perguruan Tinggi (PT) menerima mahasiswa miskin sebanyak 20 persen dari total penerimaan mahasiswa. "Sebanyak 70 orang calon mahasiswa tersebut akan mengikuti tes tertulis dan yang mendapatkan nilai tertinggi akan mendapatkan beasiswa tersebut," ujarnya. Menurut dia, melalui program `Bidik Misi` diharapkan para siswa dari keluarga miskin mempunyai kesempatan menempuh pendidikan hingga ke Perguruan Tinggi, sehingga mereka menjadi generasi muda berilmu dan berakhlak mulia untuk membangun bangsa dan negara. "Kami menargetkan sampai tahun ajaran 2014, jumlah mahasiswa dari keluarga miskin yang belajar di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) pertama di Babel ini bisa mencapai 40 persen," katanya. Ia mengatakan, setiap mahasiswa miskin yang mendapatkan beasiswa `Bidik Misi` tidak dibebani biaya uang kuliah sejak dari semester pertama hingga semester enam (semester terakhir) dan mendapat jatah makan dan pakaian gratis termasuk uang saku` Rp600 ribu per bulan per orang.
"Anak-anak keluarga miskin berprestasidapat memilih tempat pendidikan yang cocok di seluruh Indonesia sesuai keinginannya, namun pilihan utama tetap diupayakan studi di Polman Babel yang merupakan PTN pertama di provinsi," ujarnya. Ia mengatakan, Polman Babel memiliki tiga program studi yaitu Teknik Perawatan dan Perbaikan Mesin, Teknik Perancangan Mekanik dan Teknik Elektronika, sementara proses belajar dilaksanakan dengan 70 persen praktik dan 30 persen teori selama 36 minggu per tahun dengan 36 jam per kuliahan per minggu. Politeknik Manufaktur Negeri Babel bermula dari Politeknik Manufaktur Timah, sebuah institusi pendidikan tinggi yang didirikan PT. Timah, Tbk. enam belas tahun yang lalu. Perubahan status Polman Timah menjadi Polman Babel yang berstatus negeri berdasarkan Peraturan Mendiknas No.25 Tahun 2010 tentang Pembentukan Organisasi Tata Kerja Politeknik Manufaktur Negeri Babel pada 18 Oktober 2010. Polman Timah yang kini bernama Polman Babel sudah meluluskan lebih dari 1.400 alumni yang telah terserap berbagai sektor pekerjaan mulai dari industri nasional, perusahaan-perusahaan multinasional maupun sektor usaha mandiri atau wirausaha.
Lulusan Polman Babel tidak saja diterima di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri. Banyak dari alumni-alumni Polman bekerja di Singapura, Qatar, Arab Saudi, Australia, dan negara-negara lainnya.(ant/rb)


comments powered by Disqus


EPaper Facebook twitter RSS
Wedding Package Bumi Asih Hanya Rp 30 juta
Wedding Package Bumi Asih Hanya Rp 30 juta
PANGKALPINANG - Ingin membuat hari pernikahan Anda berkesan istimewa? Paket pernikahan Hotel Bumi Asih Pangkalpinang dapat menjadi pilihan tepat Anda dalam merencanakan pernikahan.
Bagi Minute Play saat Lawan Elche
Bagi Minute Play saat Lawan Elche
VALENCIA - Bukan kalah atau menang yang menjadi target timnas senior Indonesia selama menjalani rangkaian tur Spanyol. Alfred Riedl selaku pelatih timnas senior hanya ingin melakukan evaluasi dalam laga uji coba di Negeri Matador tersebut.
Kembali Bersekolah
Kembali Bersekolah
Kembali Bersekolah - Siti Aisyah Pulungan (8) mencium ayahnya Muhammad Nawawi Pulungan (54) yang dirawat di RS Pirngadi pada hari pertama ia kembali bersekolah di Medan, Sumut, Jumat (21/3). Sejak setahun terakhir Aisyah tidak ke sekolah karena merawat ayahnya yang sakit di atas becak. (ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi)
Mitra Radar