79 Cama Bidik Misi Polman di Seleksi


79 Cama Bidik Misi Polman di Seleksi

SUNGAILIAT-Politeknik Manufaktur Negeri (Polman) Bangka Belitung (Babel), akan menyeleksi 70 orang calon mahasiswa dari keluarga miskin untuk mengikuti program beasiswa `Bidik Misi` sesuai instruksi Kemendiknas. "Saat ini, kami sedang melakukan survey langsung untuk mengetahui kondisi ekonomi keluarga calon mahasiswa yang direkomendasikan sekolah untuk mendapatkan beasiswa bidik misi, sehingga program ini tepat sasaran" ujar Kasubag Akademik Polman Babel, Andyka, Selasa (12/6). Ia menjelaskan, pada tahun ini kuota penerimaan mahasiswa melalui program beasiswa `Bidik Misi` sebanyak 30 orang atau meningkat dibandingkan kuota tahun lalu hanya 25 orang. "Tahap pertama penerimaan calon mahasiswa bidik misi yaitu melakukan survey ekonomi keluarga calon mahasiswa, mewawancarai orang tua siswa selanjutnya tes tertulis yang akan dilakukan secara serentak," ujarnya.
Ia mengatakan, program beasiswa bidik misi ini merupakan kebijakan Kemendiknas yang mengharuskan setiap kampus Perguruan Tinggi (PT) menerima mahasiswa miskin sebanyak 20 persen dari total penerimaan mahasiswa. "Sebanyak 70 orang calon mahasiswa tersebut akan mengikuti tes tertulis dan yang mendapatkan nilai tertinggi akan mendapatkan beasiswa tersebut," ujarnya. Menurut dia, melalui program `Bidik Misi` diharapkan para siswa dari keluarga miskin mempunyai kesempatan menempuh pendidikan hingga ke Perguruan Tinggi, sehingga mereka menjadi generasi muda berilmu dan berakhlak mulia untuk membangun bangsa dan negara. "Kami menargetkan sampai tahun ajaran 2014, jumlah mahasiswa dari keluarga miskin yang belajar di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) pertama di Babel ini bisa mencapai 40 persen," katanya. Ia mengatakan, setiap mahasiswa miskin yang mendapatkan beasiswa `Bidik Misi` tidak dibebani biaya uang kuliah sejak dari semester pertama hingga semester enam (semester terakhir) dan mendapat jatah makan dan pakaian gratis termasuk uang saku` Rp600 ribu per bulan per orang.
"Anak-anak keluarga miskin berprestasidapat memilih tempat pendidikan yang cocok di seluruh Indonesia sesuai keinginannya, namun pilihan utama tetap diupayakan studi di Polman Babel yang merupakan PTN pertama di provinsi," ujarnya. Ia mengatakan, Polman Babel memiliki tiga program studi yaitu Teknik Perawatan dan Perbaikan Mesin, Teknik Perancangan Mekanik dan Teknik Elektronika, sementara proses belajar dilaksanakan dengan 70 persen praktik dan 30 persen teori selama 36 minggu per tahun dengan 36 jam per kuliahan per minggu. Politeknik Manufaktur Negeri Babel bermula dari Politeknik Manufaktur Timah, sebuah institusi pendidikan tinggi yang didirikan PT. Timah, Tbk. enam belas tahun yang lalu. Perubahan status Polman Timah menjadi Polman Babel yang berstatus negeri berdasarkan Peraturan Mendiknas No.25 Tahun 2010 tentang Pembentukan Organisasi Tata Kerja Politeknik Manufaktur Negeri Babel pada 18 Oktober 2010. Polman Timah yang kini bernama Polman Babel sudah meluluskan lebih dari 1.400 alumni yang telah terserap berbagai sektor pekerjaan mulai dari industri nasional, perusahaan-perusahaan multinasional maupun sektor usaha mandiri atau wirausaha.
Lulusan Polman Babel tidak saja diterima di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri. Banyak dari alumni-alumni Polman bekerja di Singapura, Qatar, Arab Saudi, Australia, dan negara-negara lainnya.(ant/rb)





Berikan Komentar

Edukasi Lainnya
Santri Ponpes Jangan Mau Kalah
Santri Ponpes Jangan Mau Kalah
Rabu, 29 Maret 2017 10:29 WIB
SURABAYA - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M Nasir mengajak santri pondok pesantren untuk turut bersaing
UN Kesetaraan Gelombang Dua Wajib UNBK
UN Kesetaraan Gelombang Dua Wajib UNBK
Rabu, 29 Maret 2017 10:20 WIB
JAKARTA - Pelaksanaan ujian nasional (UN) kesetaraan SMP dan SMA tahun ini digelar dua gelombang. Gelombang pertama dilakukan
KAHMI Bangun Mental Memperkokoh Negeri
KAHMI Bangun Mental Memperkokoh Negeri
Rabu, 29 Maret 2017 10:19 WIB
KOBA - Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) menggelar seminar Memperkokoh NKRI dalam Lintas Lokal
DPR Cemas Sekolah akan Kekurangan Guru
DPR Cemas Sekolah akan Kekurangan Guru
Rabu, 29 Maret 2017 09:59 WIB
JAKARTA - Indonesia dinilai akan mengalami kekurangan tenaga pendidik pada 2019 mendatang. Anggota Komisi II DPR RI Bambang Riyanto