Neysa, Siswi SD Penderita Tumor Ganas Harapkan Bantuan


Neysa, Siswi SD Penderita Tumor Ganas Harapkan Bantuan

Neysa, Siswi SD Penderita Tumor Ganas Harapkan Bantuan
Berprestasi di Sekolah, Namun Lumpuh Kaki Kirinya 
Tetesan air mata seakan tak bisa tertahan oleh Neneng Nurlela (29). Ia begitu terpukul melihat buah hatinya, Neysia Erwindi (12) yang saat ini tidak mampu berjalan seperti sedia kalah. Tumor yang menggerogoti kaki sebelah kiri Neysia seakan menggelapkan langkah siswi SD Negeri 14 Pangkalpinang tersebut untuk meraih Cita-Citanya, apalagi Keterbatasan biaya membuat Neneng harus duduk terdiam menahan kesakitan. 

DIKO-PANGKALPINANG

NEYSIA yang saat itu mengenakan pakaian berwarna biru duduk memanjangkan kakinya. wajah sayu nya seakan menggambarkan suasana hatinya yang hancur. Pembengkakan kaki kirinya sangat tampak bahkan tubuhnya kian mengurus.

Merasakan cobaan berat yang dirasakan buah hatinya yang bisa dibilang Masih Anak-anak membuat Neneng merasa pilu dan berulang kali menitiskan air mata. bagi Neneng, amputasi bukan satu-satunya jalan yang harus ditempuh dan berharap ada alternatif pengobatan lain.

Neneng mengungkapkan perasaannya begitu hancur saat mendengarkan buah cintanya bersama sang suami, Erwin (31) divonis mengidam tumor ganas. Ia menangis kecewa dan  kesedihan menumpuk jadi satu. Saat itu, dunia terasa gelap bagi Ibu dua anak tersebut, terutama saat kata-kata amputasi terucap dari mulut sang Dokter.

“Namanya orang tua mendengar seperti itu, rasa mau pingsan, kecewa, kesal, mau marah bingung sama siapa, pokoknya serba salah. Saya bingung harus berbuat apa untuk Neysia, apalagi kami orang tidak mampu sedangkan orang punya uang belum tentu bisa menanggung penyakit itu. Apalagi seorang gadis kecil yang masih menginjak bangku SD seperti Neysia,” ujar Neneng
Neneng menceritakan mimpi buruk tersebut dimulai  6 bulan lalu, Neysa mengeluhkan letih setelah latihan drumband untuk merayakan HUT RI. Putrinya merasa pegal di area kaki, menganggap itu sesuatu hal yang biasa Neysa di pijat tradisional. Lalu, beberapa hari kemudian terjadi pembengkakan  dan langsung dibawa ke puskemas setempat.

“Awalnya dikira ada urat menggumpal dan diberikan obat, serta vitamin. Tak kunjung ada perubahan akhirnya di bawa ke Dokter. Setelah beberapa kali pengobatan tetapi tidak terdapat kemajuan akhirnya dirujukan ke Rumah Sakit Bakti Timah,” jelas Neneng
Setelah melakukan tes darah, ronsen, dan lain-lain ditemukan benjolan di kaki sebelah kiri Neysa. Dokter pun menyarankan dilakukan CT Scan, hanya saja biayanya yang mencapai Rp. 500.000,- membuat Neneng harus menghentikan pengobatannya. Ia pun memutuskan kembali ke RSBT dan mendapatkan bantuan CT Scan disana.

“Saya bekerja sebagai pembantu rumah tangga yang diupah Rp. 250.000 perminggu dan pas-pasan buat makan. Lalu, suami kerja serabutan kadang ikut orang bangunan, kadang mancing. Makanya, untuk biaya berobat sama sekali tidak punya apalagi baru-baru ini kami pindah kontrakan karena diusir akibat menunggak selama 2 minggu,” keluh Neneng sembari menghela nafas
Pasca CT Scan dilakukan, dokter mengatakan Neysa terkena tumor ganas dan harus diamputasi sebab kondisinya sudah parah. Neneng menyampaikan, menurut dokter saat ini kaki Neysa masih bisa merespon tetapi belum tentu selanjutnya. Kegabutan menghampiri Neneng, ia mengkhawatirkan masa depan anaknya dan belum berani mengambil keputusan.

“Dokter mengatakan ada alternatif lain menyelamatkan kaki Neysia, yaitu pengobatan di RSCM tetapi tentu memerlukan biaya yang tidak sedikit. Meskipun selama ini pembiayaannya ditanggung BPJS tetap saja biaya ke sana tergolong besar. Sejauh ini, saya masih melakukan terapi obat yang diberikan dokter dan mencoba sejumlah pengobatan tradisional,” kata Neneng.

Warga Kecamatan Ketapang itu berharap uluran tanggan pemerintah dan masyarakat Bangka Belitung untuk berkenan membantu pengobatan Neysa. Ia sangat ingin mewujudkan cita-cita buah hatinya melanjutkan SMP ke pondok pesantren demi menggapai impiannya menjadi seorang guru atau ustadzah. Ia bersama suami akan berusaha sekuat tenaga dan bekerja keras untuk masa depan putrinya.

“Tolong kemurahan hati pemerintah dan masyarakat Bangka Belitung kepada Neysia. Saya tidak mau masa depan Neysia terancam karena orang tuanya tidak sanggup mengobati. Apalagi, Ia sangat aktif kegiatan di sekolah bahkan rutin mendapatkan peringkat kelas setiap tahunnya,” harapan Neneng. Bagi dermawan yang berkenan menyalurkan bantuannya kepada Neysia bisa menghubungi Ibu Neneng Nurlela 085267424715. (**)  
 







Berikan Komentar

Edukasi Lainnya
Legislator Biak Tuntut Penyelesaian Honor Guru Kontrak
Legislator Biak Tuntut Penyelesaian Honor Guru Kontrak
Senin, 15 Januari 2018 13:54 WIB
KETUA Komisi III DPRD Kabupaten Biak Numfor, Papua Benyamin Maran meminta jajaran Dinas Pendidikan Biak untuk menyelesaikan tuntutan pembayaran status
Undiksha Mencatat Rekor Muri Tari Pendet Disabilitas
Undiksha Mencatat Rekor Muri Tari Pendet Disabilitas
Senin, 15 Januari 2018 13:51 WIB
SINGARAJA - Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja, Bali mencatat rekor di Museum Rekor Indonesia (Muri) untuk tari pendet disabilitas massal
Anak Putus Sekolah Dasar di Bateng 0,33 Persen
Anak Putus Sekolah Dasar di Bateng 0,33 Persen
Senin, 15 Januari 2018 13:46 WIB
KOBA - Data terakhir yang telah dihimpun oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel),
Majukan Pendidikan Kuliner, SMART Gandeng AKPINDO
Majukan Pendidikan Kuliner, SMART Gandeng AKPINDO
Selasa, 09 Januari 2018 05:16 WIB
JAKARTA - Pemerintahan Presiden Jokowi-JK menggenjot sektor pariwisata untuk meraup devisa negara pada tahun ini.