Tak Jujur Kena Sanksi Keras


Tak Jujur Kena Sanksi Keras

7.105 Siswa se-Babel Ikuti UNBK SMA

    JAKARTA - Ujian nasional (UN) jenjang SMA akan dimulai hari ini, Senin (10/4). Guru dan siswa pun diminta untuk melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) maupun ujian nasional berbasis kertas pensil (UNKP) dengan jujur.

    "Alhamdulillah persiapan UN SMA sesuai rencana dan jadwal. Sekolah-sekolah peserta UNSB sudah siap. Demikian juga yang UNKP, soalnya sudah sampai di rayon," kata Kapuspendik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Prof Nizam yang dihubungi, Minggu (9/4).

    Bagi sekolah penyelenggara UN, Nizam mewanti-wanti agar mengedepankan kejujuran. Jangan sampai ada guru yang membantu siswanya dengan memberikan kunci jawaban. Sebab, ada sanksi tegas bagi guru pembocor soal UN.

    Dia mengaku lega karena pelaksanaan UNBK SMK berjalan lancar. Mengingat jumlah yang dilayani hampir 10 ribu sekolah. Tentu tidak bebas dari masalah dan kendala. Namun masalah-masalah yag terjadi relatif sudah diantisipasi dan bisa diatasi dengan cepat. "Alhamdulillah laporan kecurangan jauh lebih kecil dari tahun lalu, apalagi yang UNBK," ujarnya.

    Namun lanjut Nizam, harus tetap diwaspadai, karena Mendikbud sudah menyampaikan bagi guru yang terlibat melakukan kecurangan akan diberi sanksi keras. Mulai dari penghentian tunjangan profesi, mencabut sertifikat, sampai pemecatan. "Pendidikan harus kita jauhkan dari kecurangan, integritas anak kita bangun mulai dari pendidikan. Sekolah harus menjadi zona berintegritas, bebas kecurangan," pungkasnya. 

    Untuk diketahui di Bangka Belitung (Babel) ada sebanyak 7.105 siswa SMA melaksanakan UN yang b berasal dari 66 SMA. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Babel M Soleh mengatakan, UNBK SMA masih sama seperti pelaksanaan UNBK yang sudah dilalui SMK. "Tidak jauh berbeda, hanya saja bagi yang belum memiliki fasilitas boleh meminjam kepada sekolah yang sudah ada fasilitas online. Mereka bisa atur ke sekolah yang terdekat untuk meminjam nya," ujarnya kepada Radar Bangka saat dihubungi semalam.

    Lebih lanjut, dirinya mengatakan fasilitas pelaksanaan UNBK yang dimiliki sekolah dengan anggaran provinsi sudah mencapai 60 persen. "Tahun 2016 lalu sudah dianggarkan kurang lebih 60 persen, nah pada tahun 2017 ini akan kita tuntaskan sisanya yang 40 persen dan ini sudah kita anggarkan," kata Soleh.

    Selama pelaksanaan ujian berbasis komputer ini, pihaknya sudah menyurati PLN dan Telkom untuk mendukung pelaksanaan ujian. "Kita sudah kirimkan surat ke PLN dan Telkom agar selama ujian tidak ada hal-hal terganggu, kami minta pasokan listrik dan internet dapat normal dan tak ada kendala, mengingat ujian ini mengandalkan koneksi listrik dan internet," ungkapnya.

    Ia berharap pelaksanaan UNBK untuk tingkat SMA tidak ada masalah yang berarti. Mengingat berdasakan pengalaman yang telah dilalui SMK tidak ada Persoalan yang berarti. "SMK kan sudah duluan, tidak ada masalah. Semoga untuk tingkat SMA juga tidak ada kendala yang berarti," harapnya.

    Sementara itu, Mendikbud Muhadjir Effendy memerintahkan soal UNBK memiliki beresolusi tinggi untuk mengantisipasi kegagalan mengunduh seperti terjadi di UNBK SMK. "Dari 13 dari 170 mata uji untuk SMK, di situ ada soal berupa gambar dan foto memerlukan resolusi tinggi komputer di beberapa sekolah tidak bisa," kata Muhadjir.

    Ia meminta maaf siswa yang harus mengulang ujian karena persoalan tersebut. Untuk mengantisipasi persoalan yang sama, pihaknya meminta kepada tim untuk mengganti soal yang membutuhkan resolusi tinggi. "Saya meminta maaf kepada siswa yang kemarin terpaksa gagal kemarin," sesalnya.

    Muhadjir mengakui persoalan ini karena tidak semua sekolah memiliki komputer yang bisa membaca soal tersebut. "Komputer tidak sesulit cetak, kalau cetak setelah dicetak tidak mungkin diganti, kalau komputer tinggal membuat," katanya.

    Ia mengatakan antisipasi persoalan ujian sebenarnya ditingkat provinsi sudah ada pos pengaduan yang bertugas menindaklanjuti jika ditemukan persoalan dalam ujian nasional.  "Kalau ada kendala dari pusat, provinsi sudah ada tim yang mengambil alih. Sehingga nanti kalau ada persoalan sifatnya lokal langsung ditangani tim, dan disekolah sudah ada tim teknisnya," katanya.

    Saat ini, kata dia, Kemendikbud mendalami temuan kasus kecurangan UNBK di Nusa Tenggara Barat (NTB). Dia mengatakan kecurangan yang ditemukan di NTB ditemukan guru yang menuntun muridnya untuk menjawab soal dalam UNBK. "Untuk UNBK, ada kasusnya di saya sebutkan saja di NTB sekarang sudah ditangani. DI NTB itu bukan bocor gurunya menuntun murid itu yang tidak BOLEH," ujarnya.

    Muhadjir Effendy optimistis pelaksanaan UNBK untuk tingkat SMA akan berjalan lancar. Dijelaskannya, hampir 80 persen SMA di Indonesia sudah siap menggunakan sistem UNBK. Sementara sisanya karena keterbatasan terlalu jauh, jaringan internet, keterbatasan listrik, dan keterbatasan sekolah harus mengerjakan ujian dengan menggunakan kertas.(esy/bai/jpnn/ant/rb)







Berikan Komentar

Edukasi Lainnya
Aibon dan Dextro Dominasi Kalangan Pelajar
Aibon dan Dextro Dominasi Kalangan Pelajar
Selasa, 15 Agustus 2017 14:41 WIB
PANGKALPINANG - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar pelatihan penggiat anti narkoba
Dewan Pendidikan Bahas 10 Isu Penting
Dewan Pendidikan Bahas 10 Isu Penting
Selasa, 15 Agustus 2017 14:35 WIB
PANGKALPINANG - Dewan Pendidikan Babel terus menginisiasi berbagai program dan agenda dalam rangka melakukan penguatan fungsi pengawasan
Presiden Jokowi Minta Pramuka Lakukan Terobosan Inovatif
Presiden Jokowi Minta Pramuka Lakukan Terobosan Inovatif
Selasa, 15 Agustus 2017 14:23 WIB
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Gerakan Praja Muda Karana (Pramuka) melakukan terobosan inovatif dan selalu produktif
Ribuan Guru SD dan SMP Dites Urine Oleh BNN
Ribuan Guru SD dan SMP Dites Urine Oleh BNN
Selasa, 15 Agustus 2017 14:21 WIB
BADAN Narkotika Nasional (BNN) melakukan tes urine kepada ribuan guru sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di wilayah