Prabowo Diprediksi Tak Nyapres Gara-Gara Bokek


Prabowo Diprediksi Tak Nyapres Gara-Gara Bokek

JAKARTA - Peneliti Senior LIPI Syamsudin Haris meyakini Prabowo Subianto tidak akan maju sebagai calon presiden pada pemilu tahun depan. Pasalnya, ketua umum Gerindra itu tak punya dukungan finansial yang cukup untuk mendanai kampanyenya.

Syamsudin mengatakan, selama ini pemodal terbesar Prabowo adalah adiknya sendiri, Hasyim Djojohadikusumo. Nah, kini pengusaha nasional itu kabarnya tak mau lagi membiayai perburuan kekuasaan sang kakak.

"Sejauh yang saya baca Hasyim udah angkat tangan," ungkapnya di Bilangan Cikini Jakarta Pusat, Kamis (5/7).

Maka dari itu Syamsudin berani menegaskan kalau saat ini, belum ada satupun tokoh yang bakal menjadi penantang dari petahana, Presiden RI Jokowi. Bahkan kemungkinan Prabowo menjadi cawapresnya Jokowi juga masih terbuka.

"Jokowi udah ada penantangnya atau belum. Jangan-jangan Pak Prabowo nggak punya uang terus menjadi cawapresnya Jokowi," pungkasnya. (jaa)







Berikan Komentar

Demokrasi Lainnya
PDIP Sudah Tahu Siapa Cawapres Jokowi
PDIP Sudah Tahu Siapa Cawapres Jokowi
Selasa, 10 Juli 2018 11:45 WIB
JAKARTA - Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira mengaku pihaknya sudah tahu siapa nama bakal calon wakil presiden (cawapres)
KPU-Bawaslu Sepakat, Eks Napi Korupsi Bisa Nyaleg
KPU-Bawaslu Sepakat, Eks Napi Korupsi Bisa Nyaleg
Jum'at, 06 Juli 2018 14:56 WIB
JAKARTA - Para eks narapidana kasus korupsi, narkotika dan kejahatan anak tetap bisa mendaftarkan diri sebagai calon anggota legislatif (caleg)
Kotak Kosong Menang, Kapan Pilkada Kota Makassar Diulang?
Kotak Kosong Menang, Kapan Pilkada Kota Makassar Diulang?
Senin, 02 Juli 2018 12:54 WIB
Berdasar quick count Pilkada Kota Makassar, kotak kosong mengalahkan calon tunggal yakni pasangan calon Munafri Arifuddin - Andi Rachmatika Dewi
Denny JA: Pilkada Selesai, Aura Pilpres 2019 Makin Terasa
Denny JA: Pilkada Selesai, Aura Pilpres 2019 Makin Terasa
Senin, 02 Juli 2018 11:48 WIB
JAKARTA - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA memprediksi, usai perhelatan Pilkada serentak 2018, persaingan menuju Pilpres 2019 akan semakin