Konflik Hanura Melebar ke Masalah Uang


Konflik Hanura Melebar ke Masalah Uang

JAKARTA-Bukannya mereda, konflik internal Partai Hanura malah makin meruncing, merembet ke ranah hukum.

Setelah kubu Oesman Sapta Odang (OSO) melaporkan Syarifudin Sudding ke Polda Metro Jaya, kini giliran OSO yang akan dilaporkan ke Mabes Polri.

Pernyataan itu disampaikan Sudewo, wakil ketua umum Partai Hanura pimpinan Daryatmo dan Sudding, di Hotel Sultan, Jakarta, kemarin. . Laporan itu terkait dengan dana partai Rp 200 miliar.

’’Kami akan melaporkan dugaan penyimpangan keuangan yang dilakukan Pak Oesman Sapta saat masih menjabat ketua umum,’’ kata Sudewo.

’’Biar ini menjadi ranah hukum, kami juga melaporkan kepada OJK,’’ imbuhnya.

Sudewo juga meminta Kementerian Hukum dan HAM mengevaluasi SK kepengurusan kubu OSO. Menurut dia, Menkum HAM seharusnya tidak mengeluarkan SK itu.

Sebab, saat konflik terjadi, DPP Hanura yang menggelar rapat di Hotel Ambhara telah berkirim surat. Intinya menyatakan bahwa Partai Hanura mengalami konflik.

Terpisah, kemarin malam OSO menggelar silaturahmi DPP Partai Hanura bersama pendiri partai dan pengurus DPD provinsi di Hotel Manhattan, Jakarta. OSO mengklaim, dari total 114 tokoh pendiri Partai Hanura, 64 orang hadir dalam silaturahmi tersebut. Beberapa di antaranya adalah Yus Usman Sumanegara, Iing Solihin, dan Anwar Fuady.

’’Mereka orang terhormat yang mendirikan partai ini. Jadi, bukan orang yang mengaku pendiri,’’ ujar OSO.

Dia mengingatkan kader Partai Hanura yang ikut dalam munaslub kubu Daryatmo dan Sudding. OSO memberikan waktu kepada mereka untuk kembali bergabung. Sebab, Partai Hanura segera menghadapi verifikasi faktual.

’’Bilamana (verifikasi) ini terhambat, itu yang membikin ulah supaya partai ini tidak lolos. Jika partai ini tidak lolos, pada saatnya mereka akan pindah partai,’’ kata OSO.

Iing Solihin yang mewakili pendiri partai menyatakan, yang hadir dalam silaturahmi adalah pendiri Partai Hanura bersama Wiranto.

Iing menyindir kubu Daryatmo yang mengklaim bahwa mereka adalah pendiri partai. ’’Di sini (pendiri partai, Red) tidak ada nama Sudding atau Dossy. Kalau disebut pendiri, itu bohong,’’ ujarnya.

Untuk menghindari fitnah, Iing mengusulkan OSO melakukan audit internal keuangan Partai Hanura. Audit itu dilakukan dengan menunjuk auditor eksternal demi memastikan pengelolaan Hanura selama ini.

’’Audit ini untuk memeriksa penerimaan dan pengeluaran partai selama 2010–2015 dan 2015–2020,’’ kata Iing. Mendengar hal itu, OSO langsung setuju. (bay/c19/oni)







Berikan Komentar

Demokrasi Lainnya
Jangan Curi Start Kampanye
Jangan Curi Start Kampanye
Senin, 12 Februari 2018 14:17 WIB
JAKARTA - Partai politik dan pasangan calon kepala daerah diminta tidak mencuri start kampanye Pilkada 2018, sebelum dimulai 15 Februari
Hanura Babel Lolos Verifikasi KPU
Hanura Babel Lolos Verifikasi KPU
Rabu, 31 Januari 2018 12:38 WIB
PANGKALPINANG - Partai politik Hanura tercepat dalam proses verifikasi faktual yang dilakukan KPU Provinsi Babel. Walaupun verifikasi yang dilakukan di
Semoga Pak Jokowi Bijak Menilai Jika Mbak Puan Aktif di PDIP
Semoga Pak Jokowi Bijak Menilai Jika Mbak Puan Aktif di PDIP
Selasa, 30 Januari 2018 01:39 WIB
JAKARTA - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan menjalani verifikasi faktual sebagai calon kontestan Pemilu 2019, Senin (29/1). Hasilnya, Komisi
Oso Mengaku Terima Dukungan Mayoritas Pendiri Hanura
Oso Mengaku Terima Dukungan Mayoritas Pendiri Hanura
Senin, 22 Januari 2018 07:34 WIB
JAKARTA -Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang merasa di atas angin. Politikus yang beken disapa dengan panggilan Oso itu