13 Parpol Gagal Ikut Pemilu 2019


13 Parpol Gagal Ikut Pemilu 2019

JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah secara resmi menutup pendaftaran maupun perbaikan dokumen partai politik calon peserta Pemilu. Sebanyak 14 parpol telah dinyatakan lolos dalam masa pendaftaran dimana dokumen-dokumen yang disyaratkan telah memenuhi.

"Sebelumnya ada 10 parpol (yang dokumennya lengkap), tapi sejak semalam kita tutup bertambah empat. Totalnya 14 parpol yang kita terima," kata Komisioner KPU, Hasyim Asy'ari di Gedung KPU, Jakarta, Rabu (14/10). Dengan lolosnya 14 parpol yang dinyatakan lengkap dokumennya, berarti ada 13 partai tidak memenuhi persyaratan masa pendaftaran. Sebelumnya, ada 27 parpol yang mendatangi KPU pada masa pendaftaran 3-16 Oktober 2017.

"Jadi untuk (parpol) yang tidak lengkap dokumennya sudah tidak ada kesempatan lagi, karena sudah ditutup semalam pendaftarannya," tuturnya. Anggota KPU-RI Wahyu Setiawan menambahkan, pihaknya akan segera membuka ke masyarakat untuk bisa melihat informasi parpol.

"Kalau kita tidak menggunakan dan memanfaatkan teknologi informasi, bagaimana kita bisa menjelaskan kepada masyarakat. Karena tidak mungkin masyarakat berkumpul di kantor KPU hanya untuk mencari tahu keberadaan parpol," kata Wahyu.

Pihaknya berpandangan jika parpol itu bukan hanya milik pengurus partai, tapi juga milik masyarakat secara umum. Sehingga mereka bisa mengetahui kantor parpol di wilayah mereka ada dimana, itu bisa diakses lewat Sipol. Ia menambahkan, mulai dari parpol yang sudah mendapatkan kursi di parlemen ataupun yang belum mendapat kursi, mengapresiasi aplikasi Sipol yang dimiliki KPU.

"Dalam Sipol tersebut masyarakat bisa langsung tahu, apa alasannya partai tertentu tidak lolos sebagai peserta pemilu. Karena dalam Sipol sangat jelas, apakah satu partai mememuhi syarat sesuai ketentuan undang undang atau tidak," jelasnya.

Dalam persyaratan sendiri sesuai undang-undang, yang lolos pendaftaran masih akan dilakukan verifikasi faktual yang mengandung tiga komponen, yaitu kepengurusan, keanggotaan dan kantor partai. "Regulasi ini hanya untuk parpol yang baru," tambahnya.

Syarat detailnya misalnya kepengurusan 100 persen di tingkat provinsi, 75 persen tingkat kabupaten/kota, dan 50 persen tingkat kecamatan. Itu dari sisi kepengurusan belum lagi 30 persen keterwakilan perempuan di tingkat DPP, kemudian keanggotaan dan kantor partai.

"Nanti setelah itu hasilnya kita kompilasi, memenuhi syarat atau tidak. Jika ternyata yang disyaratkan tidak terpenuhi seperti yang dijelaskan di atas tadi, ya berarti publik sudah bisa menilai," tegasnya.

Salah satu partai yang tak lolos adalah Partai Bulan Bintang (PBB). Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra, mengatakan pihaknya menanti pernyataan resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait status akhir pendaftaran partainya.

Berdasarkan data akhir penelitian berkas pendaftaran oleh KPU, status pendaftaran PBB tidak diterima sebagai parpol calon peserta Pemilu 2019. "Kami menanti pernyataan resmi dari KPU terkait status pendaftaran. Kami tunggu saja," ujar Yusril.

Menurut dia, parpolnya masih berpegang kepada pernyataan Ketua KPU tentang proses penyelesaian pemeriksaan berkas pendaftaran yang masih berlangsung.

Yusril menjelaskan, hingga pukul 23.00 WIB Selasa (17/10) malam pihaknya telah menyerahkan semua data kelengkapan berkas pendaftaran. "Setelah itu sudah di closed. Kemudian kan pemeriksaan fisiknya sedang berlangsung sampai sekarang. Jadi kan dikatakan 13 parpol ini belum selesai pemeriksaannya," lanjut Yusril.

Dia pun tidak ingin berspekulasi lebih jauh mengenai kemungkinan mengajukan gugatan terkait pelangggaran administrasi proses pendaftaran ke Bawaslu. Yusril menegaskan akan tetap menanti informasi resmi dari KPU.

Selain PBB, Partai Islam Damai Aman (Idaman) juga tak lolos. Padahal pada 16 Oktober 2017 lalu, Rhoma memimpin langsung penyerahan berkas ke Komisi Pemilihan Umum. "Partai Idaman telah menyerahkan berkas untuk pendaftaran. Insya Allah berkasnya sudah terpenuhi," kata Rhoma. "DPP dan DPC, PAC Partai Idaman dari seluruh Indonesia, telah bekerja keras, sekeras-kerasnya, berjuang, berdoa setinggi-tingginya," ucap Rhoma.(jpnn)







Berikan Komentar

Demokrasi Lainnya
Betapa Terhina, DPR dan Golkar Dikendalikan dari Rutan
Betapa Terhina, DPR dan Golkar Dikendalikan dari Rutan
Jum'at, 24 November 2017 13:59 WIB
JAKARTA - Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) terus menyuarakan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) untuk mencari pengganti Ketua Umum Setya
Saran Pengamat, 3 Tokoh Ini Jangan jadi Ketum Golkar
Saran Pengamat, 3 Tokoh Ini Jangan jadi Ketum Golkar
Selasa, 21 November 2017 00:39 WIB
JAKARTA - Pengamat politik dari Universitas Indonesia Ari Junaidi menilai, kurang bijak jika Partai Golkar mempercayakan kursi ketua umum pada
Mereka yang Bergembira Papa Novanto Dijerat KPK
Mereka yang Bergembira Papa Novanto Dijerat KPK
Selasa, 21 November 2017 00:06 WIB
JAKARTA - Sebagian keluarga besar Golkar diyakini senang dengan langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil menahan Setya Novanto. Terutama kader
Jika Setnov Lengser, Bagimana Peluang Anies Maju Pilpres?
Jika Setnov Lengser, Bagimana Peluang Anies Maju Pilpres?
Minggu, 19 November 2017 18:53 WIB
JAKARTA - Peluang Anies Baswedan maju sebagai calon presiden berpasangan dengan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, sepertinya sangat tipis.