799 Pelajar SMP Tak Tertampung di SMAN


799 Pelajar SMP Tak Tertampung di SMAN

TOBOALI – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pemkab Basel, Edy Supriadi mengatakan dari 2.815 siswa/siswi sedangkan daya tampung dari Dinas Provinsi sebanyak 3066 siswa yaitu daya tampung sekolah Negeri sebanyak 2016 siswa dan Swasta menyediakan 1050 siswa. Dengan demikian sebanyak 799 siswa tidak bisa melanjutkan di sekolah negeri SMA/SMK di Basel.

“Sekolah swasta harus bisa menarik minat terhadap selisih daya tampung sekolah negeri tersebut dengan sosialisasi dengan masyarakat. Artinya tidak harus semuanya sekolah di negeri. SMA dan SMK swasta banyak yang bagus dan daya tampungnya cukup untuk menampung lulusan SMP tahun ini,”ujar Eddy kepada Radar Bangka, Senin(9/7).

Menurutnya Dinas Pendidikan Basel sudah melakukan koordinasi dengan Propinsi Babel. Berdasarkan hitunganya, daya tampung siswa yang lulus SMP/Mts dan masuk ke SMA cukup karena ada sekolah swasta yang menyediakan daya tampung kekurangan di sekolah negeri berdasarkan data yang ada. Pada intinya,lanjut Eddy,prinsipnya adalah  seluruh anak - anak umur masih jenjang sekolah harus berpendikan yang cukup.

“Perlu kita lihat data terakhir muda - nudahan siswa SMP/Mts semua melanjutkan kalau masih angka melanjutkan 80 sampai dengan 85. Artinya ada yang belum jelas kemana? Ini tugas kita bersama – sama untuk mengawal bersama anak Bangka Selatan untuk bersekolah. Satu orang,dua orang siswa yang tidak melanjutkan atau sulit untuk mendapatkan kesempatan harus dicari akar masalah untuk memperbaiki kedepan,"pungkas Eddy seraya menambahkan tamatan siswa SMP Kecamatan Toboali 1143 siswa sedangkan daya tampung d sekolah negeri 800 siswa ada selisih 350 siswa.

Sebelumnya, sebanyak 906 siswa/siswi lulusan tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat di Kabupaten Bangka Selatan (Basel)terancam tidak bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan pendidikan ke tingkat SMA/SMK. Pasalnya, dari 2.815 yang baru saja lulus, melanjutkan ke jenjang pendidikan SMA sederajat, terdapat selisih 906 dari jumlah 1.909 siswa/siswi SMP yang lulus pada tahun 2018.

Berdasarkan data, daya tampung SMP sederajat di Kabupaten Basel terdapat 102 rombongan belajar dan setiap rombongan belajar itu terdapat 36 siswa-siswi yang menempatinya. Yang mana dalam jumlah pelajar dari SD yang bakal melanjutkan ke SMP sebanyak 3.404. Rasionya rata-rata 1 banding 25 orang untuk SMP.

“Nah, jadi kalau untuk kapasitas ruangan SMP semuanya bisa terpenuhi walaupun dengan menerapkan sistem zona setiap wilayah dan jumlah keseluruhan yang lulusan atau tamatan SMP sebanyak 2.815 yang akan melanjutkan ke SMA.Data kelulusan SMA tahun 2018 ini, 1.909 siswa sehingga ada selisih 906 siswa dari jumlah pelajar SMP yang akan melanjutkan ke SMA.Dan SMA ini kewenangannya ada di provinsi, untuk konfirmasi selanjutnya dengan pihak dinas pendidikan provinsi,”jelasnya Eddy.(bim)





Berikan Komentar

Toboali Lainnya
Kadis DPUPRHUB Basel Bantah Keluarkan Izin Permohonan PT SMA Bongkar Batu Split
Kadis DPUPRHUB Basel Bantah Keluarkan Izin Permohonan PT SMA Bongkar Batu Split
Kamis, 19 Juli 2018 12:38 WIB
TOBOALI - Adanya polemik terkait Dinas Pekerjaan Umum dan Penatan Ruang, Perhubungan (DPUPRHUB) Kabupaten Bangka Selatan (Basel) telah mengeluarkan permohonan
Ada 318 Orang Bacaleg Basel dari 13 Parpol
Ada 318 Orang Bacaleg Basel dari 13 Parpol
Rabu, 18 Juli 2018 19:34 WIB
TOBOALI – Sesuai tahapan pemilu legislatif,KPU Basel telah membuka mengajukan berkas pendaftaran sampai hari, Selasa (17/7) hingga pukul 24.00 WIB.
Kawasan Desa Bikang Dirancang Jadi Pusat Kegiatan
Kawasan Desa Bikang Dirancang Jadi Pusat Kegiatan
Rabu, 18 Juli 2018 14:49 WIB
TOBOALI – Untuk mendongkrak minat pengunjung, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Selatan (Basel) akan mengagas kawasan Desa Bikang, Kecamatan Toboali menjadi
Polisi Selidiki Penyebab Kematian Wanita Bangka Kota
Polisi Selidiki Penyebab Kematian Wanita Bangka Kota
Rabu, 18 Juli 2018 14:42 WIB
SIMPANGRIMBA - Penemuan sesok mayat perempuan di di tempat pemandian kebun sawit Desa Bangka Kota Kecamatan Simpang Rimba, gegerkan warga