Pekerja TI Kembali Tertimbun Tanah


Pekerja TI Kembali Tertimbun Tanah

    TOBOALI - Tambang Inkonvensional (TI) kembali memakan korban jiwa. Gusta Angga (27) warga Jalan Air Aceng, tertimbun longsor saat sedang menambang, Rabu (19/4) siang di lokasi tambang 6 Kelurahan Gadung. Peristiwa itu berawal, saat warga Kelurahan Tanjung Ketapang bersama dua temanya melakukan penambangan, tiba–tiba tanah longsor dan batu menimbun korban. Tak lama kemudian korban langsung dibawa ke RSUD Basel.

    Kapolsek Toboali AKP Faisal dikonfirmasi Radar Bangka membenarkan kejadian tersebut. “Benar. Kejadiannya sekitar pukul 13.00 wib tepatnya disimpang Kepoh, Gadung. Awalnya korban ini bersama dua orang sesama penambang melakukan penambangan lalu tertimbun tanah dan batu,” ujarnya.

    Dijelasakan Faisal, diduga korban ketika itu sedang menggali, dinding tanah yang berada di atasnya langsung ambrol, seketika itu juga korban terkubur. Korban langsung dibawa ke rumah sakit namun nyawa korban tidak bisa terselamatkan sehingga pihak keluarga korban membawa kerumah duka di Kelurahan Tanjung Ketapang. “Lokasi tambang milik korban, tiba – tiba terjadi longsor menghantam tubuh korban sehingga korban seketika itu terbenam dalam lumpur yang membuat korban tidak bisa bernafas dan diduga menyebabkan meninggal dunia di lokasi. Korban sempat dibawa ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan medis namun tidak sempat tertolong lagi,” tukasnya. 

    Peristiwa tertimbunnya pekerja TI, bukanlah hal yang pertama. Di Dusun Bokor, Pemali, Jumat (14/4) lalu juga menimbun Torin (45) dan pekerja TI lainnya. Dimas alias Mahader (40), anak buah bos tambang, warga Dusun Bokor, saat kejadian, tak sempat melarikan diri. Akibatnya, seluruh tubuhnya, dari ujung kaki ke ujung rambut terbenam tanah longsor di tambang ini. Beruntung pekerja TI lainnya di sekitar lokasi kejadian cepat menyeret pria ini keluar.

    Sedangkan Irsad (38), mengalami nasib hampir sama. Pekerja TI, asal Dusun Bokor ini, juga tebenam dalam tanah. Namun, diduga karena gesekan tanah bebatuan, menyebabkan telinga kirinya mengalami luka lecet, dan dinyatakan selamat. Luka paling parah dialami, Darman (35), Warga Desa Kimak Kecamatan Merawang Bangka. Pekerja TI di lokasi yang sama ini, patah tulang rusuk sebelah kiri akibat terpaan tanah.

    Darman berhasil ditarik keluar dari jebatan tanah berlumpur. Namun karena kondisi lukanya parah, dia langsung dievakuasi ke rumah sakit terdekat. Nasib paling beruntung dirasakan, Aji (50), pekerja TI yang sama. Warga Dusun Bokor Desa Airduren ini sempat tertimpa longsoran, namun tak mengalami luka, karena Aji berada pada posisi paling aman dan cepat melarikan diri saat longsor menerpa lubang maut tadi.

    Korban tewas hanya pemilik TI, Torin (45). Saat ditemukan, Torin bos TI itu, luka lebam pada punggung belakang sebelah kiri, serta mulut penuh dengan pasir dan tanah. (bim)





Berikan Komentar

Toboali Lainnya
Segera Tuntaskan Penjabaran Perda Nomor 15 tahun 2016
Segera Tuntaskan Penjabaran Perda Nomor 15 tahun 2016
Jum'at, 23 Februari 2018 12:22 WIB
TOBOALI - Menjawab keresahan sebagian kepala desa yang ada di wilayah Bangka Selatan (Basel). khususnya desa yang barusan melaksanakan pemilihan
Pemkab Basel Gelar Rapat Koordinasi Adipura
Pemkab Basel Gelar Rapat Koordinasi Adipura
Jum'at, 23 Februari 2018 11:32 WIB
TOBOALI - Dalam upaya meraih piala Adipura, pemerintah kabupaten Bangka Selatan (Basel) menggelar sosialisasi dan rapat koordinasi pelaksanaan program Adipura
Kemeriahan HUT Basel di Kecamatan Tukak Sadai
Kemeriahan HUT Basel di Kecamatan Tukak Sadai
Kamis, 15 Februari 2018 15:32 WIB
TUKAKSADAI - Kegiatan Perayaan HUT Bangka Selatan (Basel) ke-15 tahun 2018 di tingkat kecamatan terus berlangsung. Kali ini, giliran Kecamatan
PPBS Pertanyakan Beasiswa Basel Belum Tepat Sasaran
PPBS Pertanyakan Beasiswa Basel Belum Tepat Sasaran
Selasa, 13 Februari 2018 14:25 WIB
TOBOALI – Persatuan Pemuda Bangka Selatan (Basel) mempertanyakan bantuan beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa Basel yang dinilai belum tepat sasaran.